Debut Jadi Sutradara, Reza Arap Fokus Gembleng Akting Member AAA Clan

- Reza Arap debut sebagai sutradara lewat film Harusnya Horror dan memilih fokus membimbing akting member AAA Clan ketimbang mendalami karakternya sendiri.
- Yukatheo jalani acting class intens, observasi ke pasar, hingga syuting melelahkan memakai kain kafan empat sampai lima hari demi totalitas peran.
- Garry Ang sempat canggung berakting di depan teman-temannya, namun latihan pantomim bersama membantu mereka tampil lebih lepas selama proses syuting.
Jakarta, IDN Times – Reza Arap akan kembali menyapa penggemarnya lewat film terbaru berjudul Harusnya Horror. Diproduksi oleh Essjay Pictures, film ini menjadi proyek yang istimewa bagi Reza Arap sendiri karena menandai debutnya sebagai sutradara film layar lebar.
Tak hanya duduk di kursi sutradara, penggagas grup musik Weird Genius tersebut juga didapuk sebagai pemeran utama dalam film ini. Namun, alih-alih mendalami karakternya sendiri, ia justru memilih memusatkan perhatiannya untuk menggembleng kemampuan akting para member AAA Clan, yang mayoritas baru pertama kali bermain film.
1. Reza Arap akui bangun karakter sendiri secara on the spot demi gembleng akting member AAA Clan

Dalam sesi Content Day yang berlangsung di SCTV Tower, Jakarta, Rabu (1/7/2026), Reza Arap blak-blakan mengungkap bahwa ia sengaja tidak membangun atau mendalami karakternya sendiri. Keputusan tersebut diambil karena ia ingin lebih fokus menggembleng kemampuan akting para member AAA Clan, yang mayoritas baru pertama kali bermain film.
“I didn't build my character. Gue bahkan tidak mencari tahu karakter gue sendiri, karena gue lebih fokus ke anak-anak ini. Supaya mereka bisa akting,” kata Arap di hadapan awak media yang hadir.
Menurut Arap, para pemain menjalani proses persiapan yang cukup intensif, mulai dari mengikuti acting coach, acting class hingga mendapat arahan langsung darinya selama proses syuting demi menampilkan performa terbaik. Oleh karena itu, karakter Mas yang diperankannya justru dibangun secara spontan di lokasi syuting.
“Karena mereka sama sekali belum pernah main film, kecuali Aloy. Aloy pernah main film. Jadi gue benar-benar on the spot membangun karakter si Mas.”
2. Pengalaman syuting Yukatheo, observasi ke pasar hingga lelah cosplay jadi pocong

Yukatheo, salah satu member AAA Clan yang turut membintangi film Harusnya Horror, mengakui bahwa proses pendalaman karakter bukanlah hal yang mudah. Sebagai pemain yang baru pertama kali terjun ke dunia seni peran, ia harus menjalani acting class, menerima berbagai tugas observasi, hingga mempelajari ekspresi orang-orang di tempat umum, termasuk pasar sebagai bagian dari latihan.
“Acting coach, acting class itu sangat sulit. Dari kacamata awam, apalagi buat kita yang belum pernah akting. Acting class kurang lebih kita dikasih tahu metodenya seperti apa, dikasih PR sama observasi, banyak observasi juga, kita disuruh ke pasar terus lihat ekspresi orang. Kayak anak teater lah,” ungkap Yukatheo.
Gak sampai di situ saja, dalam wawancara eksklusif bersama IDN Times, Yukatheo juga menceritakan proses kreatif di balik adegan cosplay pocong yang telah ditampilkan di trailer. Ia mengaku adegan tersebut sangat melelahkan. Demi memerankannya, Yukatheo sampai harus mengenakan kain kafan selama empat hingga lima hari, lho. Bahkan, karena kelelahan, ia sempat tertidur dalam kondisi masih terbungkus kain kafan saat jeda syuting.
“Itu momen paling melelahkan di hidup saya. Total empat sampai lima harus syuting pakai kain kafan. Aku di sana sampai, ‘Oke, cut.’ Dan aku ketiduran dalam keadaan masih dikafanin,” cerita Yukatheo sambil tertawa mengingat momen syutingnya.
3. Garry Ang sempat canggung berakting di depan teman-temannya

Sementara Yukatheo harus berjibaku menjalani syuting dalam balutan kain kafan selama empat hingga lima hari, Garry Ang justru menghadapi tantangan berbeda. Menurutnya, proses belajar akting terasa canggung karena seluruh pemain sudah saling berteman, sehingga ia sempat kesulitan mengekspresikan emosi di depan teman-temannya sendiri.
“Jadi awal-awal agak shock. Kebetulan emang berteman semuanya. Jadi kita harus mengekspresikan sesuatu. Awalnya tuh sangat canggung, kayak bayangin kalau misalnya kita harus akting sedih, tapi ditontonin Yuka. Karena kan kita satu kelas bareng itu kan,” kata Garry.
Menurut Garry, salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah saat seluruh pemain diminta melakukan pantomim secara bergantian, sementara yang lain duduk mengamati. Meski awalnya terasa canggung, seiring berjalannya waktu mereka mulai terbiasa dan akhirnya bisa tampil lebih lepas di depan satu sama lain.
Harusnya Horror dijadwalkan tayang di bioskop mulai 20 Agustus 2026. Selain Reza Arap dan para member AAA Clan, film ini juga menampilkan mendiang Lula Lahfah sebagai salah satu pemerannya.






















