Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Episode SpongeBob yang Dinilai Menyinggung Isu Serius di Dunia Nyata

daftar episode SpongeBob yang dianggap menyinggung isu serius di dunia nyata
daftar episode SpongeBob yang dianggap menyinggung isu serius di dunia nyata (dok. Nickelodeon/SpongeBob SquarePants)
Intinya sih...
  • SpongeBob vs. The Patty Gadget — Manusia melawan kecerdasan artifisial
  • Big Pink Loser – Fenomena membandingkan diri
  • Have You Seen This Snail? – Kehilangan dan duka mendalam
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Walaupun tampak seperti kartun yang sangat ringan dan nyaris tak memiliki alur cerita rumit untuk diikuti, SpongeBob SquarePants nyatanya bukanlah tontonan anak-anak biasa. Biarpun hadir dengan karakter yang ceria serta visual animasi yang colorful dan penuh energi, sehingga memberi kesan kartun yang ramah anak. Aslinya, jika ditelusuri lebih jauh, banyak episode SpongeBob justru menyinggung isu yang cukup serius dan jauh dari gambaran dunia anak-anak yang menyenangkan.

Beberapa bahkan mengangkat topik berat yang terasa seperti sindiran terhadap realitas modern, mulai dari krisis kepercayaan diri, dampak kemajuan teknologi, hingga fenomena sosial yang makin relevan bagi generasi saat ini. Lewat cerita-cerita yang diangkat, SpongeBob seolah mengingatkan kita bahwa serial kartun ini tak sepenuhnya polos atau selalu bahagia seperti yang terlihat. Berikut delapan episode SpongeBob yang dianggap menyinggung isu serius dan bakal bikin kamu mikir ulang, terlebih setelah menyaksikannya kembali di usia dewasa kini!

1. SpongeBob vs. The Patty Gadget — Manusia melawan kecerdasan artifisial

SpongeBob harus melawan mesin pembuat Krabby Patty otomatis milik Squidward
SpongeBob harus melawan mesin pembuat Krabby Patty otomatis milik Squidward (dok. Nickelodeon/SpongeBob SquarePants)

Kalau melihat bagaimana tekad SpongeBob yang mesti memasak banyak Krabby Patty secara manual hanya demi mengalahkan mesin pembuat Krabby Patty otomatis milik Squidward, rasanya momen ini seakan mengingatkan kita pada realita teknologi masa kini. Di era sekarang, kecerdasan artifisial atau AI semakin ramai digunakan hingga sudah terasa umum sekali. Walau di satu sisi memang menawarkan kemudahan dan efisiensi, nyatanya kehadiran AI juga memunculkan dampak lain, seperti berkurangnya kreativitas, dorongan untuk serba instan, hingga kecenderungan mengandalkan mesin tanpa mau berproses. Hal ini pun menimbulkan dilema tersendiri mengenai seberapa jauh teknologi seharusnya mengambil alih peran manusia?

2. Big Pink Loser – Fenomena membandingkan diri

Patrick sedih dirinya tak memiliki banyak piala seperti SpongeBob
Patrick sedih dirinya tak memiliki banyak piala seperti SpongeBob (dok. Nickelodeon/SpongeBob SquarePants)

Fenomena membandingkan diri sebenarnya sudah ada sejak lama. Seringnya bermula dari tindakan orangtua yang sengaja membandingkan anaknya sendiri dengan sosok anak lain yang lebih sukses, entah di lingkungan sekitar atau yang tampil di TV. Tapi, problem ini jadi makin rumit di era media sosial, karena tanpa ditekan siapa pun, seseorang bisa dengan mudah merasa minder saat melihat pencapaian orang lain. Hal serupa sempat dibahas di episode "Big Pink Loser", ketika Patrick merasa iri sekaligus sedih karena tak memiliki satupun piala bertuliskan nama dirinya seperti halnya SpongeBob. Di satu titik, Patrick bahkan sampai nekat melakukan cara tak etis, saking bingungnya harus melakukan apa lagi agar bisa sukses seperti temannya.

3. Have You Seen This Snail? – Kehilangan dan duka mendalam

SpongeBob sedih saat Gary tak lagi menemaninya di rumah nanasnya
SpongeBob sedih saat Gary tak lagi menemaninya di rumah nanasnya (dok. Nickelodeon/SpongeBob SquarePants)

Bagi sebagian orang, kehilangan hewan peliharaan sering dianggap sepele karena nyawa manusia dinilai lebih penting. Padahal, bagi pemiliknya, kepergian hewan peliharaan bisa langsung meruntuhkan dunia dan menghilangkan semangat hidup. Meski di episode ini Gary tidak benar-benar mati, melainkan kabur untuk mencari majikan baru, kesedihan SpongeBob tetaplah nyata. Episode ini relate bukan hanya bagi yang kehilangan hewan kesayangan, tapi juga bagi mereka yang pernah ditinggal orang terdekat, entah ditinggal pergi jauh atau berpindah ke alam baka. Ada rasa hampa dan kesunyian yang muncul bersamaan dengan kepergian mereka dari sisi kita.

4. MuscleBob BuffPants – Maskulinitas yang rapuh

SpongeBob yang minder dengan tubuh kerempengnya akhirnya memilih jalan instan dengan memakai otot palsu
SpongeBob yang minder dengan tubuh kerempengnya akhirnya memilih jalan instan dengan memakai otot palsu (dok. Nickelodeon/SpongeBob SquarePants)

Fragile masculinity atau maskulinitas yang rapuh masih jadi isu sosial yang relevan hingga kini. Ada standar tak tertulis bahwa pria ideal harus kuat, berotot, dan terlihat dominan, sehingga mereka yang bertubuh kurus kerap dianggap kurang “jantan”. Padahal, walau benar memiliki fisik yang bugar itu adalah hal positif. Tapi, ini juga jadi buah simalakama, manakala muncul perbandingan dan ajang saling merendahkan diri sesama pria. Hal ini tergambar jelas di episode "MuscleBob BuffPants", ketika SpongeBob minder dengan tubuhnya dan memilih jalan instan memakai otot palsu demi terlihat keren dan diterima di lingkungannya.

5. Overbooked – Tekanan menjadi people pleaser

SpongeBob menjadi people pleaser di episode "Overbooked"
SpongeBob menjadi people pleaser di episode "Overbooked" (dok. Nickelodeon/SpongeBob SquarePants)

Banyak orang hidup dengan rasa takut mengecewakan orang lain. Meski diri sendiri sebenarnya sering dikecewakan, tetap saja rasanya gak tega ketika harus menolak permintaan pihak lain, meski untuk hal sepele. Dari sinilah istilah people pleaser muncul, sebagai gambaran orang yang terlalu memprioritaskan perasaan orang lain. SpongeBob juga turut mengalami apa yang kita rasakan di episode "Overbooked", ketika ia menerima semua ajakan dari tiga sosok terdekatnya tanpa berani berkata tidak. Alhasil, ia kewalahan sendiri karena merasa wajib menepati semua janji mereka, meski waktunya saling bertabrakan.

6. The Bully - Perundungan

Flounder bertekad merundung SpongeBob
Flounder bertekad merundung SpongeBob (dok. Nickelodeon/SpongeBob SquarePants)

Siapa bilang bullying cuma berlaku di kehidupan sekolah anak-anak saja. Nyatanya, banyak orang dewasa yang masih belum sepenuhnya lepas dari mental ingin merendahkan dan menginjak-injak harga diri orang lain hanya untuk kesenangan pribadi atau demi terlihat superior. SpongeBob pun pernah harus menghadapi perundungan yang terjadi di sekolah mengemudi. Ada karakter ikan baru bernama Flounder yang masuk ke kelas Nyonya Puff dan ia langsung bertekad menendang bokong SpongeBob bahkan menonjoknya sampai babak belur. SpongeBob langsung amat ketakutan hingga melakukan berbagai cara untuk bersembunyi dari Flounder.

7. Squirrel Jokes - Rasisme

SpongeBob membuat lelucon bernada rasisme tentang seekor tupai
SpongeBob membuat lelucon bernada rasisme tentang seekor tupai (dok. Nickelodeon/SpongeBob SquarePants)

Biarpun termasuk tindakan yang sangat negatif, sayangnya rasisme masih tetap eksis dan seakan terus dilestarikan. Ada pula episode SpongeBob yang dengan terang-terangan menyinggung persoalan ini. Tepatnya di "Squirrel Jokes", SpongeBob yang tengah menampilkan stand up comedy awalnya melawak dengan lelucon biasa. Namun, karena kurang menghibur, ia lalu memutuskan melawak dengan jokes yang mengolok-olok tupai, bahwa mereka mereka bau, bodoh, dan bergigi besar sampai-sampai bisa mendaratkan pesawat di atasnya. Padahal, di saat yang sama, ada Sandy si tupai yang juga turut menyaksikan pertunjukan tersebut.

8. Suds – Menolak percaya ahli medis

SpongeBob menjalani pengobatan mandiri bersama Patrick yang tak kunjung membuatnya sembuh
SpongeBob menjalani pengobatan mandiri bersama Patrick yang tak kunjung membuatnya sembuh (dok. Nickelodeon/SpongeBob SquarePants)

Meski sudah hidup di era modern, tak sedikit orang yang masih terlalu skeptis pada ahli medis. Beberapa merasa pengobatan mandiri jauh lebih aman dan praktis. Memang, untuk penyakit ringan seperti demam atau pilek, istirahat cukup dan obat bebas seringkali sudah membantu. Tapi, untuk kondisi tertentu, memeriksakan diri ke dokter tetaplah perlu. Sayangnya, kebiasaan self-diagnose ini juga terjadi di Bikini Bottom. Di episode "Suds", SpongeBob yang tengah sakit berat pada akhirnya batal pergi ke dokter karena cerita buruk dan seram yang dilontarkan Patrick mengenai rumah sakit. SpongeBob pun lalu menjalani pengobatan mandiri bersama Patrick yang justru tak membuatnya sembuh.

Dari perundungan, rasisme, tekanan sosial, sampai sikap meremehkan tenaga medis, delapan episode SpongeBob di atas menunjukkan bahwa serial ini gak melulu soal lelucon absurd. Di balik humor dan visualnya yang ringan, nyatanya ada isu-isu serius yang masih relevan hingga sekarang. Mungkin karena dibungkus cara yang sederhana dan menyenangkan, pesannya kadang terlewat dan tak disadari sama sekali, terlebih ketika menontonnya semasa kecil. Namun, setelah menyaksikannya kembali di usia yang sudah dewasa, kamu pun tentu sudah notice berbagai persoalan serius tadi, kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More

7 Potret Artis Indonesia Ikut Hyrox Vienna 2026, Luna Maya-Maxime Bouttier

07 Feb 2026, 17:22 WIBHype