Comscore Tracker

Ketika Keempat Pemain Film Imperfect Cerita Soal Body Shaming

Berkaitan dengan film Imperfect nih

Sukses dengan film "Milly & Mamet", kali ini Ernest Prakasa kembali mengeluarkan karya barunya lho! Yups, Ernest akan duduk sebagai sutradara dalam film "Imperfect" dan berperab sebagai Tedi. Kalau dilihat dari trailernya aja ini sudah pasti isu yang gak jauh dari semua orang ya? Hmm, body shaming

Nah, Ernest Prakasa; pemeran utama film "Imperfect", Jessica Mila; Rara, Shareefa Daanish pemeran Fei; dan Muhadkly Acho, sebagai konsultan komedi, berkunjung ke Gedung IDN Media HQ, pada Selasa (26/11). Dalam kesempatan itu Ernest, Shareefa Danish, dan Jessica Mila bercerita tentang body shaming, perkara yang berkaitan dengan film "Imperfect" ini.

Seperti apa keseruannya? Check this out!

1. Cerita pengalaman buruk Jessica Mila dan Shareefa Danish

Ketika Keempat Pemain Film Imperfect Cerita Soal Body Shaming(dari ki-ka) Muhadlky Acho, Shareefa Danish, Jessica Mila, dan Ernest Prakasa saat main ke kantor IDN Media HQ, Gatot Subroto, Jakarta, pada 26 November 2019. IDN Times/Malika Nur

Berbagi cerita tentang body shaming, Shareefa langsung menjawabmengatakan jika dirinya punya pengalaman yang gak mengenakkan saat kecil. Dari kecil sering dibully wajahnya seperti tikus.

"Isu ini sangat dekat dengan aku. Dari kecil aku dibilang mukanya aneh kayak tikus, kayak alien. Dulu juga dibilang item, sempet sakit hati karena aku pengen banget dibilang cantik sampai masuk dunia modeling, aku dibilangnya unik wajahnya gak cantik, tapi ya lama-lama bisa berdamai aja," ucap Shareefa.

Sementara itu, Jessica Mila justru merasa insecure saat dirinya merasa gak sesuai dengan standar kecantikan. Menurutnya, dulu ia pernah memiliki pemikiran kalau cantik itu harus tinggi, tirus, dan langsing.

"Aku dari dulu mikirnya definisi cantik tuh tirus, tinggi, ya langsing. Nah aku bukan termasuk yang tirus dan tinggi jadi pasti ada rasa insecure, ketika aku merasa keluar dari patokannya tersebut," ucap Jessica Mila.

2. Film komedi namun gak akan judge fisik!

Ketika Keempat Pemain Film Imperfect Cerita Soal Body Shaming(dari ki-ka) Muhadlky Acho, Shareefa Danish, Jessica Mila, dan Ernest Prakasa saat main ke kantor IDN Media HQ, Gatot Subroto, Jakarta, pada 26 November 2019. IDN Times/Erfan Nanda

Muhadkly Acho bercerita jika jokes yang akan disuguhkan dalam film ini menunjukan bahwa orang terdekat ternyata bisa melakukan body shaming. Dengan begitu bisa dibilang jika film ini ingin menunjukkan jika body shaming bisa dilakukan oleh keluarga.

“Kita gak bisa pungkirin body shaming udah ada di sekitar kita. Justru
dengan adanya film ini kita berusaha ngasih tau bahwa body shaming bisa dilakukan  di keluarga, temen-temen. Jokes ini diadakan bukan untuk lucunya, tapi memotret ini lho yang terjadi. Gue harap penonton paham, mana yang menertawakan body shaming, mana yang memperlihatkan realita. Karena itu dua perspektif yang berbeda," ucap Acho.

3. Buat jokes tentang body shaming bukan hal yang mudah

Ketika Keempat Pemain Film Imperfect Cerita Soal Body Shaming(dari ki-ka) Muhadlky Acho, Shareefa Danish, Jessica Mila, dan Ernest Prakasa saat main ke kantor IDN Media HQ, Gatot Subroto, Jakarta, pada 26 November 2019. IDN Times/Erfan Nanda

Ernest dan Acho mengaku membuat jokes tentang body shaming ini harus hati-hati. Pasalnya, bisa jadi jokes yang mereka rasa aman justru bikin penonton ada yang merasa tersinggung.

"Ini aja kita ga bisa jamin. Persepsi orang, kita ga bisa kita takar, mudah-mudahan aman. Sebisa mungkin ngejokesnya di situasi aja jangan ke lain,” ucap Acho.

Selain itu, Ernest juga menambahkan film tentang body shaming ini jangan sampai ada jokes yang mengarah ke fisik. Karena itulah, menurutnya sisi komedian dalam film ini mendapatkan porsi sedikit.

"Secara dosis ini film yang komedinya paling dikit karena butuh ruang untuk membangun
drama jadi ruang komedi tidak segila film gue yang lain. Ada beberapa scene yang pecah
banget tapi secara frekuensi mungkin tidak serapet yang sebelumnya. Masa iya film body shaming malah ngatain fisik sih," ucap Ernest.

4. Harus hati-hati dalam memilih percakapan

Ketika Keempat Pemain Film Imperfect Cerita Soal Body Shaming(dari ki-ka) Muhadlky Acho, Shareefa Danish, Jessica Mila, dan Ernest Prakasa saat main ke kantor IDN Media HQ, Gatot Subroto, Jakarta, pada 26 November 2019. IDN Times/Erfan Nanda

Jessica Mila juga menambahkan, kadang body shaming datang secara gak sengaja. Misalnya aja ketika udah lama gak ketemu teman, tiba-tiba komen tentang fisik. Kamu pernah merasa hal yang sama gak?

“Yang paling sering mungkin kita baru ketemu orang terus tiba-tiba bilang ‘gendutan ya?'. Padahal sebenernya cuma pengen bikin conversation. Tanpa disadari itu yang bisa membunuh orang lain," ucap Mila.

Selain itu, Mila juga menuturkan bahwa harus lebih mengenal kekurangan dan kelebihan diri kita sendiri. Selain itu, stop untuk menelan omongan negatif orang lain.

"Penting juga untuk kita bisa lebih tau kekurangan dan kelebihan kita dan ga terlalu terpengaruh sama omongan orang lain. Orang mau ngomong apa kalau kita udah mengenal diri kita mungkin ga akan terlalu pengaruh," lanjut Mila.

5. Pesan dari Ernest untuk yang suka body shaming!

Ketika Keempat Pemain Film Imperfect Cerita Soal Body Shaming(dari ki-ka) Muhadlky Acho, Shareefa Danish, Jessica Mila, dan Ernest Prakasa saat main ke kantor IDN Media HQ, Gatot Subroto, Jakarta, pada 26 November 2019. IDN Times/Malika Nur

Gak hanya bercerita tentang pengalaman, dan cara mengambil jokes untuk film "Imperfect", Ernest juga memberi pesan untuk orang yang suka body shaming nih.

"Pelakunya, mungkin punya maksud yang baik. Menurut gue kita gak bisa segampang itu
karena kita gak tau rasanya jadi orang yang ada di sisi lain. Menurut gue lebih wise untuk
tidak membahas fisik. Masa iya sesusah itu nyari basa basi yg lain selain fisik? Itu sih yang dibudayakan jangan terlalu bahas fisik org lain," pesan Ernest.

Nah, kamu bisa ambil pelajaran nih agar kamu jangan sampai melakukan body shaming ya! Selain itu, film "Imperfect" ini emang cocok banget ditonton lho. Isunya dan jalan ceritanya related banget dengan keseharian ya?

Baca Juga: Jadi Sutradara, Ernest Prakasa Beberkan 10 Hal Tentang Film Imperfect!

Topic:

  • Erfah nanda
  • Edwin Fajerial

Berita Terkini Lainnya