Fakta Nachia JKT48, Sempat Tidak Bisa Bahasa Indonesia!

- Nachia tidak bisa berbahasa Indonesia karena terbiasa menggunakan bahasa Inggris sejak kecil, dengan darah Inggris dari papanya dan Jawa dari mamanya.
- Awal karier Nachia di dunia hiburan dimulai dari lomba fashion show di Bali saat usianya 4 tahun, lalu menjadi bintang iklan dan akhirnya bergabung ke sebuah agensi.
- Proyek favorit Nachia adalah "Putri Duyung dan 1001 Keajaiban", namun ia ingin keluar dari zona nyamannya sebagai aktris cilik dan mencoba hal lain selain akting.
Nina Tutachia atau Nachia JKT48 merupakan member generasi 12 yang memiliki persona unik. Sosoknya dikenal selalu ceria dan tak pernah gagal membuat orang di sekitarnya tertawa lewat tingkah lucunya.
Kerap disebut bule KW karena jarang berbicara bahasa Inggris, Nachia ternyata sempat berada di fase tidak bisa berbahasa Indonesia, loh! Simak fakta unik lainnya tentang Nachia, yuk!
1. Nachia sempat tidak bisa berbahasa Indonesia karena sejak kecil terbiasa menggunakan bahasa Inggris

Nina Tutachia Browning Chapman merupakan member generasi 12 JKT48 yang memiliki darah Inggris dari papanya dan Jawa dari mamanya. Browning sendiri merupakan marga dari keluarganya di Inggris. Meski memiliki keturunan Inggris secara langsung, Nachia mengaku belum pernah pergi ke Inggris sama sekali.
Sejak kecil, Nachia dibiasakan berbahasa Inggris oleh orang tuanya, sehingga membuatnya tidak bisa berbahasa Indonesia sama sekali. Hingga suatu hari, ia sempat ditinggal mamanya ke luar kota dan tinggal berdua bersama neneknya. Saat mamanya pulang, Nachia justru fasih berbahasa Jawa dan tidak bisa berbahasa Inggris lagi.
2. Awal karier Nachia di dunia hiburan

Perjalanan awal Nachia di dunia hiburan berawal dari momen tak terduga saat mamanya tiba-tiba mendaftarkannya untuk mengikuti lomba fashion show yang diselenggarakan di sebuah mal di Bali saat usianya masih 4 tahun. Tak disangka, Nachia berhasil menjadi juara dan terus mengikuti puluhan lomba modeling hingga usianya menginjak 8 tahun.
Singkat cerita, mama Nachia akhirnya mengarahkannya untuk menjadi bintang iklan dan tak lama ia pun mendapat tawaran untuk bergabung ke sebuah agensi. Awalnya, Nachia masih bolak-balik Bali-Jakarta setiap kali ada proyek syuting, sebelum akhirnya memutuskan menetap di Jakarta.
3. Proyek favorit Nachia selama menjadi artis cilik

Salah satu proyek akting yang paling memorable untuk Nachia adalah "Putri Duyung dan 1001 Keajaiban" yang memiliki ratusan episode. Di sinetron tersebut, Nachia pertama kali memerankan karakter antagonis. Menariknya, Nachia mendapat panggilan langsung untuk bergabung dengan sinteron ini, tanpa melalui proses casting.
Jika suatu hari bisa kembali terjun ke dunia akting, Nachia ingin mendapat peran sebagai orang kaya. Ia mengaku terlalu sering memerankan karakter pengamen atau pedagang di lampu merah. Nachia pun kerap merasa malu dan canggung karena harus benar-benar berjualan kepada orang umum, bukan cameo dalam sinetron.
4. Nachia ingin keluar dari zona nyamannya sebagai aktris cilik

Setelah 2 tahun tinggal di Jakarta dan terlibat dalam berbagai judul film, sinetron, FTV, maupun web series, Nachia merasa ingin mencoba hal lain selain akting. Menurutnya, menjadi aktris bukanlah sesuatu yang bisa dijalani secara konsisten karena ia harus menunggu panggilan dari tim produksi untuk bisa terlibat dalam proyek. Bahkan, meski rutin mengikuti casting, Nachia cukup kesulitan mendapatkan proyek yang sesuai karena usianya kala itu telah memasuki remaja, sehingga tak lagi cocok memerankan karakter anak-anak dan belum sepenuhnya cocok untuk peran dewasa.
5. Nachia sempat minder saat mengikuti audisi JKT48

Nachia sudah lama mengenal Gendis, member generasi 11, yang sudah setahun lebih dulu bergabung dengan JKT48. Saat tahu Gendis menjadi anggota JKT48, Nachia jadi ter-influence dan mulai mendengarkan lagu-lagu grup ini. Kebetulan, JKT48 juga sering muncul di FYP media sosialnya kala itu.
Saat lagu "Fortune Cookie yang Mencinta" viral, Nachia sempat mencoba membuat dance cover, tetapi ia masih merasa tidak cocok. Namun, ia benar-benar memiliki tekad bulat untuk mencoba audisi generasi selanjutnya.
Nachia mengira dirinya tak akan lolos dalam audisi generasi 12 JKT48 karena merasa minder dengan peserta-peserta lain yang menurutnya sangat cantik. Sebelum pergi audisi, Nachia sempat mencoba menari di rumah, tetapi ia merasa kaku dan tidak percaya diri. Ia akhirnya hanya tampil menyanyi dalam audisi tersebut dengan membawakan lagu "Love Story" dari Taylor Swift.
Di usia yang masih muda, Nachia mengerti bagaimana cara keluar dari zona nyaman dan tetap memberikan karya positif. Dengan menjadi diri sendiri yang apa adanya, Nachia juga berhasil mendapatkan perhatian serta dukungan penuh dari para penggemar.


















