Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Fakta Skandal Shia LaBeouf, Suka Bikin Onar

8 Fakta Skandal Shia LaBeouf, Suka Bikin Onar
Aktor Shia Labeouf, yang memerankan tokoh “Bible/Boyd Swan”, memberikan wawancara kepada media di “Karpet Merah” selama pemutaran perdana film Fury di Newseum di Washington D.C. (commons.wikimedia.org/Foto Departemen Pertahanan oleh Marvin Lynchard)
Intinya Sih
  • Shia LaBeouf memulai kariernya sebagai aktor cilik Disney dan mencapai puncak popularitas lewat film Transformers, sebelum reputasinya menurun akibat berbagai kontroversi pribadi dan profesional.
  • Sejak 2013, ia terlibat banyak skandal seperti plagiarisme, perkelahian, hingga tuduhan kekerasan dari mantan pacar yang membuat citranya di Hollywood semakin memburuk.
  • Pada Februari 2026, LaBeouf kembali ditangkap di New Orleans saat Mardi Gras, bersamaan dengan kabar perpisahannya dari Mia Goth yang menambah sorotan publik terhadap kehidupannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Trigger Warning! Artikel ini berisi pembahasan tentang kecanduan, kekerasan dalam rumah tangga, kesehatan mental, dan pelecehan seksual.

Sejak memulai kariernya di Disney Channel, Shia LaBeouf masih menjadi sosok yang berpengaruh di Hollywood. Namun, karena terjerat berbagai skandal dan masalah pribadi maupun profesional, LaBeouf gak lagi masuk dalam jajaran selebriti papan atas, nih. Sebenarnya apa, sih, yang terjadi pada bintang Transformers ini?

Pada Februari 2026 ini, Shia LaBeouf ditangkap untuk keempat kalinya karena memukul dua orang laki-laki saat Mardi Gras di New Orleans. Nah, nanti kita akan membahas lebih dalam tentang hal ini. Namun, kita akan membahas dulu fakta singkat tentang Shia LaBeouf.

Shia LaBeouf lahir pada tahun 1986 di Los Angeles. LaBeouf memulai kariernya sebagai aktor cilik dan bintang Disney. Saat dewasa, ia membintangi berbagai film, mulai dari Transformers (2007) karya Michael Bay hingga film horor Holes (2003), Constantine (2005), Disturbia (2007), Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull (2008), dan Nymphomaniac (2013). Terus, apa sebenarnya yang terjadi pada Shia LaBeouf? Benarkah skandal yang menjeratnya membuat kariernya meredup? Mari kita cari tahu.

1. Shia LaBeouf berakting sejak kecil dan punya pengalaman buruk

cuplikan adegan dalam serial Even Stevens
cuplikan adegan dalam serial Even Stevens (dok. Brookwell McNamara Entertainment/Even Stevens)

Seperti yang dikutip Esquire, Shia LaBeouf menceritakan tentang rumah tangga orangtuanya yang bermasalah. Orangtuanya berpisah ketika LaBeouf baru berusia 3 tahun. LaBeouf bahkan pernah melihat bagaimana ibunya mengalami pelecehan seksual. Miris, pelakunya gak pernah dimintai pertanggungjawaban.

"Saat aku masuk rehabilitasi pada tahun 2017, mereka bilang kalau aku menderita PTSD," kata Shia LaBeouf. Ia bersikeras kalau kekerasan yang menjadi skandalnya disebabkan karena masalah ini.

Jadi, gimana sih, Shia LaBeouf bisa terjun ke dunia akting? Nah, seperti yang ia bilang kepada Time Magazine pada tahun 2007, tumbuh dalam kemiskinan membuat Shia LaBeouf ingin mencari banyak uang, terutama tinggal di Los Angeles, tempat ia bertemu dengan aktor cilik lainnya. Ia terinspirasi dengan seorang anak di sekolahnya yang memainkan peran kecil di Dr. Quinn Medicine Woman. "Dia punya semua barang yang aku inginkan, secara materi. Jika kamu mengenakan sepatu Fila baru, gak ada yang akan memukul kamu hari itu," kenang LaBeouf.

Shia LaBeouf kemudian menjadi peran utama sebagai Louis Stevens dalam serial original Disney Channel-nya yang berjudul Even Stevens (2000). Ia juga membintangi Holes (2003), adaptasi dari novel remaja karya Louis Sachar. Setelah itu, LaBeouf berperan dalam film Disturbia (2007). Gak lama kemudian, ia pun menjadi bintang Hollywood berkat waralaba blockbuster Transformers.

2. Banyak film yang melambungkan nama Shia LaBeouf ke jajaran bintang papan atas Hollywood setelah memulai kariernya bersama Disney

cuplikan adegan dalam film Transformers
cuplikan adegan dalam film Transformers (dok. DreamWorks Pictures/Transformers)

Setelah membintangi Disturbia, Shia LaBeouf mendapat peran terbesar dalam kariernya hingga saat ini. Yap, siapa lagi kalau bukan Sam Witwicky dalam film Transformers garapan Michael Bay. Bersama Megan Fox, LaBeouf membintangi film pertama Transformers yang dirilis pada tahun 2007. Film ini sendiri menghasilkan pendapatan sebesar 700 juta dolar AS atau setara dengan Rp11,7 triliun di box office.

Shia LaBeouf kembali memerankan Sam Witwicky dalam Transformers: Revenge of the Fallen (2009) dan Transformers: Dark of the Moon (2011) sebelum keluar dari franchise tersebut. Di masa-masa itu, ia juga membintangi Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull dan sekuelnya, Wall Street: Money Never Sleeps. Pada titik ini, karier LaBeouf sedang naik daun. Sayangnya, pada tahun 2013, perilaku dan reputasi Shia LaBeouf bermasalah. Ia sering berseteru dan penampilannya di karpet merah sering kali kontroversial.

3. Setelah sukses di industri hiburan, perilaku Shia LaBeouf mengundang kontroversi

Shia LaBeouf mengenakan kantong kertas di kepalanya pada pemutaran perdana film "Nymphomaniac (I)"
Shia LaBeouf mengenakan kantong kertas di kepalanya pada pemutaran perdana film "Nymphomaniac (I)" (commons.wikimedia.org/Siebbi)

Skandal pertama Shia Labeouf dimulai pada tahun 2013, ketika ia mundur dari sebuah drama Broadway bertajuk Orphans, yang seharusnya dibintangi bersama Alec Baldwin. Menurut laporan di The New York Times, beberapa email yang diterima media tersebut menunjukkan adanya masalah. Pasalnya, sutradara drama tersebut, yakni Daniel Sullivan, menulis surat kepada Labeouf, "Aku terlalu tua untuk menghadapi situasi gak mengenakan ini. Kamu adalah aktor yang hebat. Alec adalah dirinya sendiri. Kamu juga merupakan diri kamu sendiri. Kalian berdua gak cocok. Seharusnya aku sudah tahu itu."

Dalam sebuah esai di Vulture, Alec Baldwin bilang kalau Shia LaBeouf dipecat. Baldwin mengakui kalau ia menyuruh Daniel Sullivan untuk memecat dirinya dan bukan memecat LaBeouf. Bisa dibilang, ini sebuah kesalahpahaman. "Mereka memecatnya. Dan aku rasa dia sangat kaget."

Kemudian, selama pemutaran perdana film Lars von Trier yang dibintangi Shia LaBeouf berjudul Nymphomaniac (2013), pada tahun yang sama, Shia LaBeouf bikin kejutan yang gak terduga di karpet merah dalam Festival Film Berlin. Meskipun akhirnya diketahui kalau ini bagian dari karya seni yang dibuat oleh LaBeouf, tapi para penggemar kaget dan khawatir melihat LaBeouf berjalan di karpet merah dengan kantong kertas di atas kepalanya, dengan tulisan, "SAYA GAK TERKENAL LAGI."

4. Shia LaBeouf dituduh melakukan plagiarisme dalam beberapa kasus

Daniel Clowes di Festival Angoulême 2017
Daniel Clowes di Festival Angoulême 2017 (commons.wikimedia.org/Selbymay)

Pada tahun 2013, Shia Labeouf merilis film pendek orisinal berjudul howardcantour.com. Banyak yang mengira kalau film tersebut mirip dengan karya Daniel Clowes, yang dikenal dengan novel grafis seperti Ghost World. howardcantour.com secara spesifik menjiplak komik Daniel Clowes berjudul Justin M. Damiano. Clowes sendiri bilang kepada Buzzfeed kalau ia kaget ketika melihat film pendek Labeouf, dengan blak-blakan bilang, "Aku gak bisa membayangkan apa yang ada di pikirannya." Sebagai tanggapan, Labeouf memposting pernyataan yang sekarang telah dihapus di media sosialnya.

"Menjiplak bukanlah pekerjaan yang kreatif. Terinspirasi oleh ide orang lain untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda ADALAH pekerjaan kreatif. Sebagai pembuat film amatir, aku tersesat dalam proses kreatif dan lalai untuk mengikuti akreditasi yang tepat. Aku malu karena gagal ngasih kredit kepada Daniel Clowes atas novel grafis aslinya. Aku tersentuh oleh karyanya dan aku tahu bahwa itu akan menjadi film pendek yang menyentuh dan relevan. Aku meminta maaf kepada semua orang yang mengira aku yang menulisnya. Aku sangat menyesali dan ingin Daniel Clowes tahu bahwa aku sangat menghormati karyanya."

Namun, sebagian dari permintaan maafnya itu dianggap plagiat, kali ini dari Yahoo Answers. Ini bukanlah kali pertama Shia LaBeouf berurusan dengan plagiarisme, Esquire juga menuduhnya menjiplak karya cetak mereka dalam salah satu emailnya kepada Alec Baldwin terkait masalah Orphans.

5. Banyaknya skandal terkait kasus perkelahian yang dilakukan Shia LaBeouf

Aktor Shia Labeouf, yang memerankan tokoh “Bible/Boyd Swan”, memberikan wawancara kepada media di “Karpet Merah” selama pemutaran perdana film Fury di Newseum di Washington D.C.
Aktor Shia Labeouf, yang memerankan tokoh “Bible/Boyd Swan”, memberikan wawancara kepada media di “Karpet Merah” selama pemutaran perdana film Fury di Newseum di Washington D.C. (commons.wikimedia.org/Foto Departemen Pertahanan oleh Marvin Lynchard)

Pada tahun 2014, Shia LaBeouf ditangkap di Studio 54 Theatre di New York City atas tuduhan perilaku gak tertib dan pelanggaran hukum. Ia pun dikeluarkan secara paksa dari tempat tersebut karena gak mau pergi sendiri. Gak lama kemudian, LaBeouf mengaku bersalah dan ia secara sukarela menjalani rehabilitasi untuk mengatasi kecanduan alkoholnya, sebagaimana yang ditulis Time Magazine.

Pada tahun 2015, Shia LaBeouf ditangkap di Austin, Texas, karena mabuk di tempat umum sebelum dibebaskan. Kemudian, pada Januari 2017 ia ditahan di instalasi seninya karena diduga menyerang pengunjung lain. Di tahun yang sama, LaBeouf kembali ditangkap untuk kedua kalinya di Savannah, Georgia. Ia ditahan atas tuduhan mabuk di tempat umum, lapor CNN. LaBeouf juga diduga melecehkan petugas polisi secara verbal, beberapa di antaranya terekam melalui rekaman kamera polisi.

Shia LaBeouf akhirnya mengakui kalau kecanduannya terhadap alkohol yang membuatnya terlibat dalam insiden tersebut. Meskipun ia mengaku gak bersalah atas tuduhan itu, LaBeouf akhirnya dinyatakan bersalah karena melawan penangkapan. Kendati begitu, ia dinyatakan gak bersalah atas tuduhan mabuk di tempat umum. LaBeouf pun menerima hukuman percobaan selama satu tahun dan diperintahkan untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Penangkapan berikutnya terjadi pada tahun 2020 atas tuduhan penyerangan dan pencurian, setelah terjadinya perselisihan dengan seorang laki-laki di Los Angeles. Kali ini, Shia LaBeouf mengikuti program pengalihan sebagai imbalan atas pembatalan tuduhan, yang telah ia selesaikan. Kemudian, penangkapannya pada Februari 2026 terjadi saat perayaan Mardi Gras di New Orleans karena ia memulai perseteruan dengan dua orang laki-laki di Royal Street.

6. Mantan pacar Shia LaBeouf menuduh Shia LaBeouf melakukan kekerasan

konser FKA Twigs di Berlin
konser FKA Twigs di Berlin (commons.wikimedia.org/Andreas Meixensperger)

Pada tahun 2020, penyanyi Tahliah Debrett Barnett, yang punya nama panggung FKA Twigs, menggugat Shia Labeouf karena sejumlah alasan, seperti pelecehan, kekerasan seksual, penyerangan dan merusak mentalnya. Mantan pasangan Labeouf lainnya, yaitu penata gaya Karolyn Pho, juga bilang kalau Labeouf melakukan pelecehan seksual dan fisik kepadanya. Adapun, Barnett sendiri bertemu Shia Labeouf saat mereka bekerja di film Honey Boy (2019). Barnett bilang kalau Labeouf selalu melakukan pelecehan terhadapnya dalam hubungan mereka.

Kendati begitu, Shia Labeouf membantah tuduhan tersebut dalam sebuah pernyataan kepada Times. Labeouf menyebut bahwa PTSD dan perjuangannya dengan kecanduan alkohol merupakan alasan yang membuatnya sering menyakiti orang-orang yang mengenalnya. Ia menanggapi tuduhan tersebut dalam podcast aktor Jon Bernthal, Real Lones (2022).

"Aku menyakiti perempuan itu," kata Shia Labeouf kepada Jon Bernthal. Perempuan yang dimaksud mungkin Barrett, meski ia gak menyebut namanya. "Dan dalam proses itu, aku menyakiti banyak orang lain, dan banyak orang lain sebelum perempuan itu. Aku adalah manusia yang mencari kesenangan, egois, mementingkan diri sendiri, gak jujur, gak pengertian, dan penakut."

7. Pada tahun 2020, Shia LaBeouf diumumkan untuk membintangi salah satu film Hollywood, tapi berujung kontroversial

 Olivia Wilde
Olivia Wilde (commons.wikimedia.org/Mario A. P.)

Film Don't Worry Darling (2022) merupakan film kedua Olivia Wilde yang dibintangi oleh Florence Pugh dan Harry Styles. Adapun, Shia Labeouf awalnya memainkan peran Styles, yaitu Jack, suami dari Alice, ibu rumah tangga yang diperankan Pugh. Namun, Wilde mengaku memecat Labeouf karena LaBeouf bersitegang dengan Pugh.

Dalam sebuah artikel di Variety, Oscar Wilde bilang, "Kerjanya gak sesuai dengan aturan yang aku tunjukkan dalam produksi. Dia sangat agresif, dan aku gak yakin hal ini bisa berjalan baik. Menciptakan lingkungan yang aman dan saling percaya adalah cara untuk melakukan pekerjaan terbaik."

Shia LaBeouf ngasih bukti email kepada Variety yang ia kirimkan kepada Olivia Wilde, dan juga klip video untuk membuktikan kalau Wilde gak memecatnya. Seperti yang ditulis LaBeouf kepada Wilde dalam emailnya, "Kamu dan aku sama-sama tahu alasan kenapa aku pergi dari pekerjaan itu. Aku keluar dari film karena para aktor dan aku gak bisa berlatih bersama karena sibuk." Ia melanjutkan, "Pemecatanku gak pernah terjadi, Olivia. Kita gak akan pernah tahu siapa yang benar di sini."

8. Pada awal tahun 2026, Shia LaBeouf ditangkap untuk keempat kalinya dan terungkap perpisahan dengan istrinya

Shia LaBeouf
Shia LaBeouf (commons.wikimedia.org/John Bauld)

Setelah penangkapan Shia LaBeouf di Mardi Gras pada Februari 2026, rupanya ada masalah baru yang muncul. Dilansir Page Six, Shia LaBeouf dan istrinya, aktris Mia Goth, dikabarkan telah berpisah setahun sebelumnya. Goth, yang dikenal karena berbagai perannya mulai dari trilogi X karya Ti West hingga film nominasi Oscar 2026 untuk film Frankenstein, pertama kali menjalin hubungan dengan LaBeouf saat bertemu di lokasi syuting Nymphomaniac. Mereka pun menjalin hubungan dan menikah di Las Vegas pada tahun 2016. Namun, pasangan ini sempat pisah ranjang dan ada niatan bercerai pada tahun 2022. Namun, gak lama setelah itu, mereka kembali bersama dan menyambut kelahiran putri mereka yang diberi nama Isabel, pada tahun yang sama.

Terungkapnya fakta bahwa Mia Goth dan Shia LaBeouf telah berpisah selama setahun ketika ia ditangkap di Mardi Gras bikin publik kaget. Hal ini pun memicu dugaan tentang kondisi mental LaBeouf ketika ia memulai pertikaian ini di New Orleans. Lebih buruk lagi, sebuah laporan di The Hollywood Reporter mengungkapkan tentang perilaku buruk LaBeouf di Mardi Gras, seperti mencoba menjadi "bartender selebriti" selama perayaan tersebut. Seorang bartender yang gak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa LaBeouf membuat kegaduhan. Ada juga yang bilang kalau LaBeouf berteriak dan menghina secara homofobik ke dua laki-laki.

Rupanya, pada tahun 2018, Shia LaBeouf menyadari kalau skandal yang menimpanya bisa membuat kariernya meredup. "Aku harus menghadapi kegagalan untuk sementara waktu," katanya kepada Esquire. "Aku harus bertanggung jawab atas kesalahan yang kulakukan dan memperbaiki diri sebelum kembali bekerja. Jadi aku akan tetap produktif dan belajar dari kesalahan. Aku mengalami jatuh bangun hampir sepanjang hidupku. Sejujurnya, dalam keputusasaan, aku kehilangan arah."

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More