Kronologi Shia LaBeouf Ditangkap karena Ribut, Diduga Hina Pria Queer

- Shia LaBeouf ditangkap karena diduga mabuk dan melontarkan hinaan homofobik
- LaBeouf sempat memukul korban, ditahan warga sebelum polisi datang
- Setelah dibebaskan, LaBeouf muncul lagi di Bourbon Street, kasus masih bergulir
Aktor Hollywood Shia LaBeouf kembali disorot setelah terlibat keributan di New Orleans, Amerika Serikat, di tengah perayaan Mardi Gras, Selasa (17/2/2026). Bintang Transformers (2007) itu ditangkap polisi pada Selasa dini hari waktu setempat setelah diduga menyerang dua pria di sebuah bar.
Kasus ini langsung memicu kecaman luas, karena LaBeouf disebut melontarkan hinaan homofobik, bertindak agresif, hingga akhirnya harus diborgol dan dibawa ke rumah sakit sebelum resmi ditahan. Berikut kronologinya.
1. Shia LaBeouf diduga mabuk dan melontarkan hinaan homofobik
Dilansir The Guardian, insiden bermula di R Bar, kawasan Marigny, New Orleans. Salah satu korban, Jeffrey Damnit, mengatakan LaBeouf terlihat sangat mabuk dan mulai ribut dengan bartender. Dalam rekaman video ponsel yang beredar, LaBeouf tampak berteriak-teriak dengan emosi tinggi.
Damnit, yang saat itu mengenakan riasan wajah drag, mengaku LaBeouf mencoba memukulnya sambil meneriakkan hinaan bernada homofobik seperti "banci sialan" yang dibalas oleh Damnit "Terus saja panggil aku banci." Korban lainnya, Nathan Thomas Reed, juga menyatakan dirinya dipanggil dengan sebutan kasar serupa. Reed mengidentifikasi dirinya sebagai pria queer.
"Saya ingin semua orang tahu kalau dia (LaBeouf) menyebut orang-orang dengan sebutan 'banci sialan,'" ujar Reed.
Laporan polisi awal bahkan mencatat LaBeouf sempat berkata, "Para homo ini memasukkan saya ke penjara, saya seorang Katolik," meski kalimat tersebut kemudian tidak muncul dalam dokumen resmi pengadilan. Hingga artikel ini ditulis, pihak LaBeouf belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.
2. Sempat memukul korban, LaBeouf ditahan warga sebelum polisi datang

Situasi makin memburuk ketika manajer bar mencoba mengusir LaBeouf. Dokumen pengadilan menyebut aktor berusia 39 tahun itu berusaha meninju manajer tersebut. Setelah dikeluarkan, LaBeouf kembali dan memukul Damnit di bagian tubuh atas saat korban membantu staf bar.
Tak berhenti di situ, LaBeouf kemudian meninju hidung Reed, meski Reed disebut tidak ingin berkelahi. Damnit juga mengaku LaBeouf sempat mengancam akan membunuhnya. Beberapa saksi mata akhirnya menahan LaBeouf sampai polisi dan paramedis tiba di lokasi.
LaBeouf lalu dibawa ke rumah sakit, dipulangkan, dan resmi didakwa atas dua tuduhan penyerangan ringan. Pengadilan memerintahkan pembebasan dengan jaminan pribadi pada hari yang sama, sebelum detail dugaan hinaan homofobik masuk ke catatan resmi.
3. LaBeouf muncul lagi di Bourbon Street, kasus masih bergulir

Beberapa jam setelah dibebaskan, LaBeouf terlihat di Bourbon Street dengan kalung manik-manik Mardi Gras di lehernya dan surat pembebasan di mulutnya. Kepada reporter lokal, ia sempat berkata, "Semoga Tuhan memberkati kalian semua, Mardi Gras sungguh luar biasa."
Aksi tersebut memicu kemarahan banyak pihak. Presiden New Orleans Pride Center, Kyle DeVries, menilai dugaan penyerangan ini terjadi di momen sensitif bagi komunitas LGBTQ+. Ia menekankan bahwa perilaku selebritas bisa memberi "izin sosial" bagi orang lain untuk melakukan hal serupa.
Jeffrey Damnit bahkan meminta presiden SAG-AFTRA, Sean Astin, untuk meninjau apakah aman bagi LaBeouf bekerja dengan anggota serikat lain. Sidang lanjutan LaBeouf sendiri dijadwalkan berlangsung pada 19 Maret 2026 di pengadilan kriminal New Orleans, Amerika Serikat.


















