Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Film Action Klasik 80-an yang Terlupakan, padahal Bagus

4 min read
5 Film Action Klasik 80-an yang Terlupakan, padahal Bagus
Ninja III: The Domination (dok. Cannon Films/Ninja III: The Domination)
  • Lima film action 1980-an yang kurang dikenal direkomendasikan karena menawarkan aksi berlebihan, cerita sederhana, dan atmosfer khas era tersebut.
  • Ninja III, Final Mission, Midnight Warrior, dan Killer Instinct menghadirkan perpaduan bela diri, supernatural, balas dendam, aksi jurnalis, hingga penyelamatan tawanan perang.
  • Double Edge menunjukkan adaptasi tren action Hollywood oleh film Filipina, sementara seluruh judul dinilai menarik meski terasa kasar, absurd, dan berbeda dari film modern.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Film action era 1980-an punya ciri khas yang sulit ditiru pada zaman sekarang. Ceritanya sering kali sederhana, tetapi dipenuhi oleh karakter utama yang seolah tidak pernah kehabisan tenaga. Tidak semuanya menjadi film klasik besar, seperti Die Hard atau Predator, tetapi banyak judul yang tenggelam dan akhirnya terlupakan.

Kalau ditelusuri lebih dalam, beberapa film action tersebut punya daya tarik tersendiri jika ditonton dengan ekspektasi yang tepat. Jangan berharap semuanya punya cerita superrealistis atau efek khusus secanggih film modern. Sebaliknya, nikmati saja gaya berlebihan, aksi penuh adrenalin, dan atmosfer khas film action 80-an yang kadang terasa konyol tetapi justru menghibur.

Patut kamu tonton, berikut lima film action klasik era 80-an yang terlupakan, padahal ceritanya bagus. Layak mendapatkan kesempatan kedua!

  1. 1. Ninja III: The Domination (1984)

    Ninja III: The Domination
    Ninja III: The Domination (dok. Cannon Films/Ninja III: The Domination)

    Ninja III: The Domination merupakan bagian ketiga dari seri Ninja, setelah Enter the Ninja dan Revenge of the Ninja. Namun, dibandingkan dengan sekadar melanjutkan cerita sebelumnya, film ini justru membawa konsepnya ke arah yang jauh lebih liar. Ceritanya mengikuti seorang perempuan muda yang tubuhnya kemudian dirasuki oleh roh seorang ninja Jepang kuno.

    Dari premisnya saja sudah terlihat bahwa film ini tidak berniat bermain aman. Ninja III: The Domination mencampurkan aksi bela diri, unsur supernatural, dan kegilaan khas film eksploitasi 1980-an dalam satu paket yang sulit ditemukan pada film modern. Lucinda Dickey menjadi pemeran utama, sementara film ini juga menampilkan sejumlah wajah menarik seperti Sho Kosugi dan James Hong.

  2. 2. Final Mission (1984)

    Final Mission
    Final Mission (dok. Turk Movie/Final Mission)

    Kalau ingin mencari film yang merangkum hampir semua formula action 1980-an dalam satu paket, Final Mission adalah kandidat yang sulit dikalahkan. Richard Young berperan sebagai veteran Perang Vietnam yang juga bekerja sebagai polisi. Hidupnya kemudian berubah menjadi tragedi ketika istri dan anaknya dibunuh, yang membuatnya terdorong untuk mencari pelaku dan menuntut balas.

    Dari titik tersebut, film langsung masuk ke wilayah aksi dan balas dendam yang sangat identik dengan era tersebut. Yang membuat Final Mission menarik justru betapa jelasnya film ini menggunakan formula action pada zamannya. Ada veteran perang, polisi, keluarga yang menjadi korban, dendam pribadi, dan protagonis yang seolah tidak punya pilihan selain turun tangan sendiri.

  3. 3. Midnight Warrior (1989)

    Midnight Warrior
    Midnight Warrior (dok. PM Films/Midnight Warrior)

    Midnight Warrior memiliki premis yang cukup unik karena tokoh utamanya justru bekerja di balik kamera. Kevin Bernhardt memerankan seorang kamerawan berita yang mendapat perhatian setelah melakukan aksi penyelamatan yang berani. Seorang jurnalis yang biasanya hanya merekam kejadian tiba-tiba berubah menjadi bagian dari berita itu sendiri.

    Popularitas yang datang setelah aksinya tersebut kemudian membuat hidupnya semakin berbahaya. Konsep seperti ini sebenarnya bisa saja dikembangkan menjadi thriller atau bahkan komedi horor, tetapi film ini memilih jalur action yang cukup serius. Hasilnya justru terasa sangat khas film 80-an, ketika karakter utama bisa menghadapi situasi absurd sambil tetap terlihat percaya diri.

  4. 4. Killer Instinct (1988)

    Killer Instinct
    Killer Instinct (dok. ITC Ent./Killer Instinct)

    Killer Instinct menawarkan kombinasi menarik antara film aksi penyelamatan dan kisah pelarian dari kamp tawanan. Film ini dibintangi oleh Robert Patrick sebagai Johnny Ransom, seorang prajurit yang berhasil melarikan diri dari kamp POW di Vietnam. Setelah bebas, Ransom tidak begitu saja meninggalkan rekan-rekannya. Ia justru mengumpulkan sebuah tim untuk kembali dan menyelamatkan para tahanan yang masih tertinggal.

    Nama Robert Patrick tentu membuat film ini semakin menarik untuk dilihat kembali. Saat Killer Instinct dibuat, ia belum menjadi wajah ikonik seperti ketika memerankan T-1000 dalam Terminator 2: Judgment Day. Karena itu, film ini memberikan kesempatan untuk melihat salah satu peran awalnya sebagai karakter utama yang jauh berbeda dari sosok antagonis dingin yang kemudian membuatnya terkenal.

  5. 5. Double Edge (1985)

    Double Edge
    Double Edge (dok. Silver Star/Double Edge)

    Kalau ada film yang benar-benar menunjukkan betapa besarnya pengaruh Cobra terhadap action movie era 80-an, Double Edge adalah salah satunya. Film action Filipina ini mengikuti seorang polisi yang punya sifat keras kepala dan cenderung mengabaikan aturan ketika berhadapan dengan para kriminal. Premisnya mungkin terdengar familiar, apalagi bagi penggemar film-film polisi era tersebut.

    Bahkan poster dan konsepnya terasa sangat dekat dengan formula film yang dibintangi Sylvester Stallone itu. Namun, justru kemiripan tersebut menjadi bagian dari daya tarik Double Edge. Film ini terasa seperti contoh sempurna dari bagaimana tren Hollywood diadaptasi dan diberi sentuhan lokal oleh industri film Filipina.

    Kalau dibandingkan dengan film action modern, kelima judul ini mungkin terasa lebih kasar, berlebihan, bahkan sesekali absurd. Namun, justru itulah yang membuat film-film tersebut menarik untuk ditemukan kembali. Nah, film action mana yang paling ingin kamu masukkan ke watchlist?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More