Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Film Barat tentang Persahabatan yang Hancur karena Ambisi dan Uang
cuplikan film The Wolf of Wall Street (dok. Red Granite Pictures/The Wolf of Wall Street)

Persahabatan dianggap sebagai hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan, kesetiaan, dan dukungan tanpa pamrih. Namun, semuanya bisa berubah ketika ambisi pribadi mulai mengambil alih atau uang menjadi sesuatu yang lebih penting daripada hubungan yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Orang yang sebelumnya saling membantu bisa berubah menjadi pesaing, bahkan tega mengkhianati satu sama lain demi mencapai tujuan masing-masing.

Konflik semacam ini menjadi tema menarik dalam sejumlah film barat yang memperlihatkan sisi gelap persahabatan. Ada hubungan yang hancur karena kesuksesan, ada pula yang berakhir ketika keserakahan membuat seseorang melupakan batas moral. Kalau kamu menyukai cerita sejenis ini, berikut IDN Times Community membagikan lima rekomendasi film barat tentang persahabatan yang hancur karena ambisi dan uang. Keep scrolling!

1. Wall Street (1987)

cuplikan film Wall Street (dok. Amercent Films/Wall Street)

Film lawas, Wall Street, mengikuti Bud Fox (Charlie Sheen), seorang pialang saham muda yang ambisius dan ingin meraih kesuksesan finansial. Ia kemudian menjalin hubungan dengan Gordon Gekko (Michael Douglas), seorang investor kaya yang mengajarinya cara bergerak di dunia bisnis dengan penuh perhitungan. Bud awalnya mengagumi kecerdasan dan keberhasilan Gekko, tetapi perlahan ia terseret ke dalam praktik bisnis yang mengutamakan keuntungan di atas segalanya.

Hubungan mereka memperlihatkan bagaimana kekaguman dan ambisi bisa membuat seseorang mengabaikan prinsip yang sebelumnya dipegang. Ketika kepentingan pribadi mulai mendominasi, kepercayaan berubah menjadi alat untuk mendapatkan keuntungan. Film ini cocok untuk kamu yang ingin melihat bagaimana obsesi terhadap kekayaan dan kekuasaan dapat merusak hubungan sekaligus mengubah cara seseorang memandang kesuksesan.

2. The Social Network (2010)

cuplikan film The Social network (dok. Columbia Pictures/The Social Network)

The Social Network mengangkat kisah berdirinya Facebook melalui perjalanan Mark Zuckerberg (Jesse Eisenberg), mahasiswa Harvard yang mengembangkan sebuah platform media sosial. Dalam prosesnya, Mark bekerja bersama Eduardo Saverin (Andrew Garfield), sahabat sekaligus rekan bisnis yang membantu mendanai perusahaan pada masa awal. Namun, ketika Facebook berkembang pesat, perbedaan visi dan persoalan kepemilikan mulai menimbulkan konflik di antara mereka.

Ambisi untuk membangun perusahaan besar membuat hubungan keduanya mengalami perubahan drastis. Persoalan saham, keputusan bisnis, dan perebutan pengaruh akhirnya membawa persahabatan mereka ke dalam pertarungan hukum. Film ini memperlihatkan bahwa ketika uang dan kesuksesan ikut dipertaruhkan, hubungan yang awalnya dibangun atas kepercayaan bisa berubah menjadi konflik yang sulit dipulihkan.

3. The Wolf of Wall Street (2013)

cuplikan film The Wolf of Wall Street (dok. Red Granite Pictures/The Wolf of Wall Street)

Selajutnya ada film The Wolf of Wall Street yang menceritakan Jordan Belfort (Leonardo DiCaprio), seorang pialang saham yang membangun bisnis finansial dengan gaya hidup mewah dan ambisi yang terus membesar. Bersama rekan-rekannya, termasuk Donnie Azoff (Jonah Hill), Jordan menikmati kesuksesan, uang, dan kekuasaan yang datang dari bisnis mereka. Pada awalnya, hubungan mereka terlihat seperti persahabatan yang erat karena sama-sama menikmati hasil dari kesuksesan tersebut.

Namun, ketika keserakahan dan perilaku ilegal semakin mendominasi, loyalitas di antara mereka mulai diuji. Keinginan untuk mendapatkan lebih banyak uang membuat batas antara persahabatan dan kepentingan pribadi semakin kabur. Film ini menunjukkan bagaimana gaya hidup glamor dapat menyembunyikan hubungan yang sebenarnya rapuh, terutama ketika setiap orang mulai memikirkan keuntungan dan keselamatan dirinya sendiri.

4. The Big Short (2015)

cuplikan film The Big Short (dok. Paramount Pictures)

The Big Short mengisahkan sejumlah investor yang menyadari bahwa pasar perumahan Amerika Serikat sedang berada di ambang kehancuran menjelang krisis finansial 2008. Salah satu kelompok yang disorot adalah tim yang dipimpin Mark Baum (Steve Carell), yang bekerja bersama rekan-rekannya untuk mengambil posisi investasi berdasarkan prediksi mereka. Di tengah dunia finansial yang penuh persaingan, keuntungan besar menjadi taruhan yang dapat mengubah hubungan profesional maupun personal.

Film ini memang lebih berfokus pada dunia investasi daripada persahabatan yang hancur secara langsung. Meski begitu, ceritanya memperlihatkan bagaimana uang, risiko, dan kepentingan finansial membentuk cara orang bekerja sama serta mengambil keputusan. Film ini cocok untuk kamu yang tertarik melihat bagaimana ambisi dalam dunia bisnis dapat menguji kepercayaan dan prinsip seseorang.

5. Dumb Money (2023)

cuplikan film Dumb Money (dok. Black Bear Pictures/Dumb Money)

Dumb Money mengangkat fenomena saham GameStop pada 2021, ketika investor ritel beramai-ramai membeli saham perusahaan tersebut dan menantang kepentingan besar di Wall Street. Cerita ini mengikuti Keith Gill (Paul Dano), seorang investor ritel yang membagikan analisis investasinya melalui media sosial dan menarik perhatian banyak orang. Ketika semakin banyak orang terlibat, keputusan finansial yang awalnya tampak sederhana berubah menjadi peristiwa besar dengan taruhan uang yang tidak sedikit.

Di tengah euforia pasar, hubungan antarmanusia ikut terpengaruh oleh harapan untuk mendapatkan keuntungan. Perbedaan kemampuan finansial, toleransi risiko, dan keputusan investasi dapat menimbulkan ketegangan di antara orang-orang yang awalnya memiliki tujuan serupa. Film ini lebih menyoroti fenomena investasi kolektif daripada kehancuran persahabatan secara langsung, tetapi tetap menarik untuk melihat bagaimana uang dan ambisi dapat memengaruhi keputusan serta hubungan sosial.

Pada akhirnya, uang dan ambisi tidak selalu menjadi penyebab utama rusaknya sebuah persahabatan. Tetapi keduanya bisa memperlihatkan nilai-nilai yang sebenarnya dipegang seseorang. Ketika kesuksesan mulai diukur dari kekayaan dan kekuasaan, kepercayaan dapat berubah menjadi persaingan yang melelahkan. Kelima film di atas mengajak kita melihat bahwa hubungan yang kuat sekalipun membutuhkan kejujuran dan batas yang jelas agar tidak dikalahkan oleh kepentingan pribadi!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article