6 Film Basket Inspiratif yang Wajib Ditonton, Terbaru GOAT

- The Pistol: The Birth of a Legend (1991) mengisahkan perjalanan Pete Maravich sebelum menjadi pemain NBA.
- Hoop Dreams (1994) adalah dokumenter tentang dua remaja Afrika-Amerika yang bermimpi menjadi pemain NBA.
- Coach Carter (2005) mengangkat kisah pelatih SMA Richmond yang memprioritaskan prestasi akademik para pemainnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, film olahraga menjadi salah satu genre yang kian diminati sineas. Banyak di antaranya mengangkat kisah nyata atlet profesional. Kisah nyata mereka dinilai menyimpan pesan penuh makna tentang perjuangan dalam mengejar mimpi besar.
Basket menjadi salah satu cabang olahraga yang cukup sering diangkat ke layar lebar. Jika menilik sejarahnya, The Fair Co-Ed (1927) sering disebut sebagai film bertema basket pertama, meski ceritanya lebih kental dengan nuansa drama romantis ketimbang pertandingan di lapangan. Seiring waktu, film basket pun berkembang menjadi medium yang menghadirkan kisah motivasional yang membekas di hati penonton.
Buat kamu pencinta basket yang sedang mencari tontonan inspiratif, berikut lima film terbaik yang layak masuk watchlist-mu. Yuk, simak daftarnya!
1. The Pistol: The Birth of a Legend (1991)

The Pistol: The Birth of a Legend merupakan film biopik yang menceritakan perjalanan hidup Pete Maravich, mantan pemain New Orleans Jazz. Film ini menyoroti masa muda Maravich (Adam Guier) sebelum dirinya dikenal sebagai salah satu pemain paling flamboyan di liga National Basketball Assosiation (NBA). Melalui The Pistol: The Birth of a Legend, kamu diajak melihat bagaimana bakat alami, latihan keras, dan dorongan sang ayah membentuk karakter serta gaya bermainnya yang ikonik.
Sekilas, premisnya mengingatkanmu pada Pele: Birth of a Legend (2016) yang sama-sama berfokus pada perjalanan seorang atlet legendaris dari nol hingga mencapai puncak karier. Meski begitu, kekuatan The Pistol: The Birth of a Legend terletak pada penekanan terhadap dedikasi dan disiplin Maravich dalam membentuk dirinya sebagai pemain profesional. Film ini menegaskan bahwa di balik aksi-aksi spektakulernya di lapangan, terdapat proses panjang yang sarat tekanan serta kerja keras yang luput dari sorotan kamera.
2. Hoop Dreams (1994)

Berbeda dengan The Pistol: The Birth of a Legend yang mengisahkan sosok legendaris melalui pendekatan biopik, Hoop Dreams hadir sebagai dokumenter yang merekam kehidupan nyata dua remaja Afrika-Amerika, William Gates dan Arthur Agee, yang bermimpi menembus NBA. Alih-alih menggunakan aktor, film ini menampilkan Gates dan Agee sendiri yang menjalani kisah mereka secara langsung di layar. Hoop Dreams mengikuti perjalanan keduanya sejak masa sekolah hingga memulai perjuangan meniti karier sebagai atlet muda.
Tak hanya memperlihatkan ambisi olahraga, film ini juga membedah realitas sosial yang membayangi langkah Gates dan Agee, mulai dari ketimpangan ekonomi hingga ketidakadilan dalam kompetisi basket tingkat sekolah. Walau telah berusia tiga dekade lebih, Hoop Dreams masih dianggap sebagai salah satu dokumenter olahraga paling berpengaruh sepanjang masa. Kisahnya bahkan berlanjut lewat film pendek berjudul Life After Hoop Dreams (2015) yang menampilkan kehidupan Gates dan Agee setelah film pertamanya.
3. Coach Carter (2005)

Menjadi pelatih basket bukan hanya soal meracik strategi, tetapi juga keberanian memikul tanggung jawab atas masa depan para pemain. Gagasan inilah yang diangkat dalam Coach Carter, film yang terinspirasi dari kisah nyata pelatih SMA Richmond, Ken Carter. Konflik memuncak ketika Carter (Samuel L. Jackson) mengambil keputusan kontroversial dengan mengunci ruang latihan dan melarang timnya bertanding akibat merosotnya prestasi akademik para pemain.
Kerap disebut sebagai salah satu film basket terbaik, Coach Carter menawarkan sudut pandang berbeda dibanding kebanyakan film olahraga. Ia tak hanya menyoroti kemenangan di papan skor. Coach Carter juga menunjukkan bahwa kesuksesan sejati lahir dari tanggung jawab dan komitmen terhadap kehidupan di luar lapangan.
4. The Other Dream Team (2012)

The Other Dream Team membuktikan bahwa olahraga dan politik adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Film dokumenter ini mengangkat kisah timnas basket Lithuania yang baru saja merdeka dari Uni Soviet pada 1990. Di tengah situasi politik dan sosial yang belum stabil, mereka berjuang menembus panggung dunia lewat Olimpiade 1992 di Barcelona, Spanyol.
Melalui arsip resmi Olimpiade 1992, The Other Dream Team terasa autentik dan emosional. Timnas Lithuania yang saat itu dipandang sebagai tim underdog justru berhasil mengamankan medali perunggu di cabang basket. Lebih dari sekadar kisah olahraga, film ini menggambarkan bagaimana basket menjadi simbol harapan dan kebangkitan sebuah bangsa.
5. Air (2023)

Tidak semua film basket selalu memperlihatkan perjuangan pemain dan pelatih di lapangan. Air, film true story garapan Ben Affleck, membuktikan bahwa dinamika bisnis dan strategi pemasaran juga bisa menghadirkan drama yang tak kalah intens. Film ini mengikuti Sonny Vaccaro (Matt Damon) yang berupaya meyakinkan jajaran internal Nike untuk menjalin kontrak dengan Michael Jordan yang saat itu masih berstatus rookie.
Melalui pendekatan yang membumi, Air menunjukkan bahwa satu keputusan strategis bisa mengubah arah sejarah. Keputusan tersebut lahir dari visi jangka panjang Vaccaro yang berani. Tanpanya, brand Air Jordan mungkin tidak akan pernah tercipta dan menjadi ikon dunia basket hingga saat ini.
6. GOAT (2026)
GOAT menjadi film animasi terbaru yang memadukan konsep hewan sebagai karakter dengan olahraga basket yang dalam film ini disebut roarball. Ceritanya berfokus pada seekor kambing muda, Will Harris (Caleb McLaughlin), yang bercita-cita menjadi atlet roarball profesional. Namun, ambisinya kerap diremehkan karena tubuhnya yang kecil.
Digarap oleh studio di balik Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018) dan KPop Demon Hunters (2025), GOAT menjadi bukti kepiawaian Sony Pictures Animation dalam meramu tontonan family-friendly dengan sentuhan coming of age yang kuat. Visual penuh warna, desain karakter ekspresif, serta komedi yang tidak cringe membuat film ini dapat dinikmati oleh seluruh kalangan. GOAT menyelipkan pesan sederhana bahwa setiap orang berhak bermimpi besar tanpa memandang ukuran atau bentuk fisiknya.
Semua film di atas menegaskan bahwa basket bukan sekadar olahraga untuk memperebutkan skor terbanyak, melainkan juga menjadi sarana pembuktian keberanian dan pengorbanan dalam meraih mimpi. Semangat inilah yang juga dihadirkan dalam GOAT melalui perjalanan Will yang penuh ambisi. Sudah siap menyaksikan GOAT di bioskop kesayanganmu?


















