Ketika berbicara tentang film gangster, nama Martin Scorsese hampir selalu berada di garis depan. Sutradara legendaris ini telah melahirkan karya-karya ikonik seperti Goodfellas, Casino, dan The Irishman yang menjadi standar emas genre kriminal. Namun, jauh sebelum menciptakan film-film tersebut, Scorsese lebih dulu mengagumi berbagai karya gangster klasik yang membentuk selera sinemanya.
7 Film Gangster Favorit Martin Scorsese, Penuh Ketegangan dan Intrik

- Martin Scorsese dikenal sebagai maestro film gangster dan terinspirasi oleh sejumlah karya klasik yang membentuk gaya sinemanya sebelum menciptakan film legendaris seperti Goodfellas dan The Irishman.
- Tujuh film favoritnya, mulai dari The Public Enemy hingga Point Blank, menampilkan dunia kriminal penuh intrik, konflik moral, serta karakter-karakter kompleks yang menggambarkan sisi gelap ambisi manusia.
- Daftar ini menunjukkan bagaimana sejarah panjang genre gangster terus memengaruhi sinema modern melalui ketegangan, pengkhianatan, dan pencarian kekuasaan yang tetap relevan hingga kini.
Daftar film favorit Scorsese ini bukan hanya berisi kisah mafia dan penjahat biasa. Setiap judul menghadirkan dunia kriminal yang penuh intrik dan ketegangan yang masih terasa kuat meski sebagian besar dirilis puluhan tahun lalu. Jika kamu ingin memahami akar dari film-film gangster modern, film gangster favorit Martin Scorsese berikut ini patut ditonton sebagai permulaan.
1. The Public Enemy (1931)

Film klasik ini mengikuti perjalanan Tom Powers, seorang kriminal jalanan yang perlahan naik menjadi sosok penting dalam dunia kejahatan terorganisasi. Diperankan dengan penuh karisma oleh James Cagney, karakter Tom menunjukkan bagaimana ambisi dan kekuasaan dapat membawa seseorang menuju puncak sekaligus kehancuran.
Kisahnya menjadi gambaran khas era gangster Hollywood awal yang memadukan daya tarik dan bahaya kehidupan kriminal. Meski sudah berusia lebih dari 90 tahun, film ini masih terasa kuat berkat penyutradaraan William Wellman yang penuh energi. Adegan penutupnya bahkan masih dianggap sebagai salah satu akhir paling mengejutkan dalam sejarah perfilman.
2. The Roaring Twenties (1939)

Sekali lagi, James Cagney tampil memukau dalam kisah yang berlatar Amerika setelah Perang Dunia I. Film ini mengikuti tiga sahabat veteran perang yang hidupnya berubah drastis ketika terlibat dalam dunia penyelundupan dan bisnis ilegal selama era Larangan Alkohol. Perjalanan mereka dipenuhi pengkhianatan, persaingan, dan keputusan-keputusan yang mengubah hidup.
Disutradarai oleh Raoul Walsh, film ini menawarkan kombinasi drama kriminal dan kisah persahabatan yang emosional. Kehadiran Humphrey Bogart juga menambah daya tarik tersendiri. Dengan alur yang kompleks dan karakter yang berlapis, The Roaring Twenties tetap menjadi salah satu film gangster klasik paling berpengaruh hingga sekarang.
3. Force of Evil (1948)

Force of Evil menggabungkan unsur kriminal dengan nuansa film noir yang gelap dan penuh kritik sosial. Tokoh utamanya adalah Joe Morse, seorang pengacara yang bekerja sama dengan kelompok kriminal untuk menguasai bisnis perjudian ilegal di New York. Namun, semakin dalam ia terlibat, semakin sulit baginya untuk keluar dari lingkaran bahaya.
Penampilan John Garfield menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Selain menyajikan ketegangan khas cerita gangster, film ini juga menggambarkan konflik moral yang dihadapi seseorang ketika uang dan kekuasaan mulai mengendalikan hidupnya.
4. White Heat (1949)

Banyak penggemar film kriminal menganggap White Heat sebagai salah satu film gangster terbaik yang pernah dibuat. James Cagney tampil luar biasa sebagai Cody Jarrett, pemimpin geng yang brutal, tidak stabil secara emosional, dan sangat berbahaya. Karakternya menjadi salah satu penjahat paling ikonik dalam sejarah layar lebar.
Film ini menghadirkan permainan kucing dan tikus yang menegangkan antara Cody dan seorang agen rahasia yang menyusup ke dalam kelompoknya. Ketegangan terus meningkat hingga mencapai klimaks yang legendaris. Adegan Cody berteriak masih dikenang hingga sekarang sebagai salah satu momen paling terkenal dalam film gangster.
5. Night and the City (1950)

Diadaptasi dari novel karya Gerald Kersh, film ini membawa penonton ke sisi gelap kota London pada tahun 1950-an. Tokoh utamanya, Harry Fabian, adalah seorang penipu yang selalu mencari jalan pintas menuju kesuksesan. Ketika ia mencoba masuk ke dunia gulat profesional yang penuh intrik dan kekerasan, hidupnya mulai berantakan.
Diperankan dengan sangat baik oleh Richard Widmark, Harry adalah karakter yang sulit disukai tetapi menarik untuk diikuti. Film ini menawarkan suasana kota yang suram, penuh tekanan, dan terasa sangat realistis.
6. Touchez pas au Grisbi (1954)

Film kriminal Prancis ini menunjukkan bahwa genre gangster tidak hanya berkembang di Hollywood. Ceritanya berpusat pada Max, seorang kriminal veteran yang berusaha menikmati hasil pencurian emas dalam jumlah besar. Namun, rencananya berubah ketika berbagai pihak mulai mengincar harta tersebut.
Dibintangi oleh Jean Gabin, film ini menawarkan perpaduan antara ketegangan, pengkhianatan, dan dunia kriminal yang keras. Sutradara Jacques Becker menghadirkan cerita yang lebih dewasa dan elegan dibandingkan dengan banyak film gangster lain pada masanya.
7. Point Blank (1967)

Film ini menghadirkan kisah balas dendam yang sederhana tetapi dieksekusi dengan sangat stylish. Walker, seorang kriminal yang dikhianati rekannya sendiri setelah sebuah perampokan besar, berhasil selamat dan memulai perjalanan panjang untuk membalas dendam. Apa yang terjadi selanjutnya adalah rangkaian konfrontasi penuh ketegangan yang sulit dilupakan.
Penampilan Lee Marvin sebagai Walker menjadi salah satu daya tarik utama film ini. Sementara itu, gaya visual sutradara John Boorman membuat Point Blank terasa modern bahkan untuk ukuran saat ini. Dengan atmosfer dingin, karakter kuat, dan cerita penuh intrik, film ini menjadi salah satu film kriminal paling berpengaruh pada dekade 1960-an.
Film-film gangster favorit Martin Scorsese menunjukkan bahwa genre kriminal memiliki sejarah panjang yang kaya akan karakter ikonik, konflik moral, dan kisah penuh ketegangan. Dari ketujuh film tersebut, mana yang paling membuatmu penasaran untuk ditonton lebih dulu?


















