5 Film Horor Seru Karya Johannes Roberts, Sutradara Primate

- Primate, film horor karya Johannes Roberts, menghadirkan teror unik berupa simpanse pengidap rabies yang mematikan.
- Johannes Roberts telah menyentuh genre supernatural, natural horror, dan slasher melalui film-filmnya seperti The Other Side of the Door, 47 Meters Down, dan The Strangers: Prey at Night.
- Kesuksesan film-film sebelumnya membuktikan kebolehan Johannes Roberts dalam mengolah berbagai sumber rasa takut sebelum merilis Primate di bioskop pada 23 Januari.
Sudah bukan rahasia kalau awal tahun menjadi waktu di mana banyak film horor dirilis, gak terkecuali Januari 2026. Dari sekian banyak judul lokal maupun internasional yang mengantre, Primate muncul sebagai salah satu karya yang paling diantisipasi. Film ini mencuri perhatian karena menghadirkan teror unik berupa simpanse pengidap rabies yang sangat mematikan.
Di balik ketegangan tersebut, ada nama Johannes Roberts yang bertindak sebagai sutradara. Penyutradaraannya menuai respons positif sejak pemutaran perdana di Fantastic Fest tahun lalu, dengan banyak pujian atas pendekatannya yang brutal, berani, dan penuh tumpahan darah. Menariknya, ini bukan kali pertama sineas asal Inggris tersebut menjajal genre yang memacu adrenalin ini.
Nah, sambil menunggu Primate resmi tayang di bioskop tanah air pada 23 Januari nanti, gak ada salahnya menengok lima film horor terbaik yang pernah digarap oleh Johannes Roberts. Apalagi, dua di antaranya berasal dari franchise horor yang sangat populer di seluruh dunia!
1. The Other Side of the Door (2016)

Di era 2010 saat film horor supernatural macam Insidious atau The Conjuring tengah merajai bioskop, Johannes Roberts ikut meramaikan tren tersebut lewat The Other Side of the Door. Film ini mengikuti Maria (Sarah Wayne Callies) dan Michael (Jeremy Sisto), pasangan asal Amerika di India yang menghadapi trauma besar setelah putra mereka, Oliver, tewas dalam kecelakaan tragis. Diliputi rasa bersalah, Maria rela menempuh cara apa pun demi bisa berbicara dengan sang anak untuk terakhir kalinya.
Harapan muncul ketika asisten rumah tangganya mengungkap keberadaan kuil kuno yang dipercaya mampu menghubungkan manusia dengan orang mati. Nahas, Maria justru melanggar pantangan sakral yang memulai rentetan teror mengerikan dalam film ini. Meski dikritik karena dianggap mengandalkan jump scare, The Other Side of the Door tetap wajib ditonton karena mengusung nuansa India dan sentuhan mitologi Hindu yang jarang diangkat di film horor Barat kebanyakan.
2. 47 Meters Down (2017)

Jauh sebelum Primate, Johannes Roberts sebenarnya telah lebih dulu menyentuh genre natural horror lewat 47 Meters Down yang rilis 9 tahun silam. Film ini menyoroti petualangan dua kakak-adik, Lisa (Mandy Moore) dan Kate (Claire Holt), yang awalnya berniat mencari hiburan di Meksiko, tapi berujung kacau saat kabel sangkar besi yang mereka tumpangi putus dan terhempas ke dasar laut. Di sana, keduanya telah "disambut" oleh kawanan hiu putih lapar yang siap memangsa mereka hidup-hidup.
Kekuatan utama 47 Meters Down terletak pada pengarahan Roberts yang solid. Ia jago memaksimalkan ruang sempit, visibilitas terbatas, dan kepanikan karakternya untuk menciptakan ketegangan sepanjang durasi. Hasilnya, 47 Meters Down sukses besar secara komersial dengan meraup untung puluhan kali lipat, yakni 62,6 juta dolar AS, di box office dari modal produksinya yang sebesar 5,3 juta dolar AS. Kamu sudah menontonnya?
3. The Strangers: Prey at Night (2018)

Pada 2018, Johannes Roberts mendapat kehormatan untuk melanjutkan waralaba horor ikonis, The Strangers, lewat sekuelnya, The Strangers: Prey at Night. Alih-alih meniru pendekatan psikologis film pertamanya, Roberts mengambil jalur berbeda dengan menonjolkan nuansa slasher bergaya 80-an di sini. Pilihan ini membuat Prey at Night tampil lebih "berisik", penuh aksi kejar-kejaran, dan visual yang memanjakan mata pencinta film retro.
Ceritanya mengikuti perjalanan satu keluarga yang terdiri dari orangtua dan dua anak remaja saat mereka menginap di sebuah taman karavan terpencil. Namun, liburan itu mendadak berubah jadi mimpi buruk saat tiga psikopat bertopeng, yakni Dollface, Pin-Up Girl, dan Man in the Mask, muncul untuk meneror mereka. Tanpa motif yang jelas, keluarga ini pun harus berjuang bertahan hidup di tengah serangan brutal dan gelapnya malam yang mencekam.
4. 47 Meters Down: Uncaged (2019)

Kesuksesan 47 Meters Down membuat Johannes Roberts kembali meluncurkan sekuelnya yang bertajuk 47 Meters Down: Uncaged. Kali ini, ia memindahkan latar dari kandang besi di tengah laut lepas ke labirin gua bawah tanah yang sempit. Sajikan atmosfer klaustrofobik yang menyesakkan, dengan bujet minimalis, Uncaged juga berhasil meraup pendapatan yang gak sedikit seperti film pertamanya.
Film ini berpusat pada empat gadis remaja yang nekat mengeksplorasi reruntuhan kota kuno suku Maya di pedalaman Meksiko. Namun, reruntuhan tersebut runtuh dan menjebak mereka dalam kegelapan tanpa sisa oksigen yang banyak. Nyawa mereka makin terancam saat menyadari bahwa gua itu merupakan sarang hiu putih buta yang berevolusi menjadi predator super sensitif. Akankah mereka berhasil keluar dengan selamat?
5. Resident Evil: Welcome to Raccoon City (2021)

Gak cuma The Strangers, waralaba horor populer lainnya, Resident Evil, pun turut melirik Johannes Roberts sebagai sutradaranya. Resident Evil: Welcome to Raccoon City adalah reboot yang diklaim jauh lebih setia pada gim garapan Capcom selaku materi aslinya. Walau sempat menuai pro dan kontra soal pemilihan jajaran pemainnya, Roberts tetap sukses memanjakan para gamer lewat segudang easter egg, dari lokasi ikonis hingga sederet item yang familier bagi penggemar lama.
Welcome to Raccoon City mengambil latar 1998, saat Raccon City perlahan berubah jadi kota mati akibat eksperimen jahat Umbrella Corporation. Kamu akan diajak mengikuti dua alur cerita, yakni tim S.T.A.R.S. yang menginvestigasi rumah mewah penuh misteri serta perjuangan Claire Redfield (Kaya Scodelario) dan Leon S. Kennedy (Avan Jogia) bertahan hidup dari serangan zombi di kantor polisi. Konflik pun memuncak ketika mereka harus meloloskan diri sebelum kota itu rata dengan tanah akibat serangan nuklir.
Deretan film di atas buktikan kebolehan Johannes Roberts dalam mengolah berbagai sumber rasa takut, dari teror hiu sampai serangan serial killer. Jadi, sebelum nonton Primate akhir Januari nanti, mending maraton dulu karya-karya keren Roberts di atas supaya makin siap mental saat duduk di kursi bioskop!



















