Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Film IBUKU Karya Eddie Cahyono Menang Special Jury Prize di BIFF 2026
film IBUKU menang Special Jury Prize di BIFF 2026 (Instagram.com/busanfilmfest)
  • Film IBUKU karya Eddie Cahyono meraih Special Jury Prize di BIFF ke-31 2026, diumumkan pada 15 Oktober di Korea Selatan.

  • Eddie Cahyono menyelesaikan IBUKU setelah perjuangan 11 tahun dan mendedikasikan film tersebut kepada pekerja migran Indonesia beserta keluarga mereka.

  • Film ini mengisahkan Sumiati yang berupaya menemui putrinya, Sri, pekerja migran di Arab Saudi yang menghadapi ancaman hukuman mati.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perjalanan panjang sutradara Eddie Cahyono dalam mewujudkan sebuah film akhirnya berbuah manis. Film IBUKU yang dibintangi oleh Christine Hakim dan Ayushita Nugraha berhasil meraih Special Jury Prize di Busan International Film Festival (BIFF) 2026, Korea Selatan.

Penghargaan tersebut diumumkan pada Kamis (15/10/2026) melalui daftar pemenang BIFF ke-31. Pencapaian ini pun menjadi momen istimewa bagi Eddie Cahyono, mengingat ia telah berjuang mewujudkan film IBUKU selama 11 tahun hingga film tersebut akhirnya rampung.

1. Film IBUKU menang Special Jury Prize di BIFF 2026

film IBUKU menang Special Jury Prize di BIFF 2026 (Instagram.com/busanfilmfest)

Film IBUKU bersinar di ajang Busan International Film Festival (BIFF) 2026. Film garapan Eddie Cahyono tersebut mendapat pengakuan khusus dari dewan juri dalam kompetisi utama festival film tersebut dengan meraih penghargaan Special Jury Prize. Kabar ini diketahui melalui pengumuman daftar pemenang di akun Instagram resmi BIFF pada Kamis (15/10/2026).

Adapun Special Jury Prize sendiri merupakan penghargaan khusus dari dewan juri bagi film yang berkompetisi dan dinilai memiliki pencapaian sinematik yang menonjol. Berbeda dari Best Film, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi khusus juri terhadap kualitas dan pencapaian sebuah film.

Merayakan pencapaian Eddie Cahyono, akun Instagram resmi film IBUKU pun turut membagikan pidato kemenangan sang sutradara yang mengungkap perjalanan panjang selama 11 tahun dalam mewujudkan film tersebut.

“Terima kasih BIFF, karena film ini dibuat sebelas tahun yang lalu. Saya mencoba untuk membuat film ini menjadi kenyataan,” ungkap Eddie dalam pidatonya.

Dalam pidatonya, Eddie turut mendedikasikan film ini kepada para pekerja migran Indonesia dan keluarga mereka.

2. Sinopsis film IBUKU

cuplikan film IBUKU (Instagram.com/film.ibuku)

Film IBUKU mengikuti kisah Sumiati (Christine Hakim), seorang ibu yang berjuang menemui putrinya, Sri (Ayushita Nugraha), yang terancam hukuman mati di Arab Saudi. Sri meninggalkan Indonesia untuk bekerja sebagai pekerja migran setelah mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Namun, kehidupannya di Arab Saudi ternyata juga tidak berjalan mulus. Ia mengalami kekerasan dari majikannya hingga terlibat dalam kasus pembunuhan dan menghadapi ancaman hukuman mati.

Saat mengetahui keadaan putrinya, Sumiati pun berusaha mengumpulkan uang agar bisa pergi ke Arab Saudi dan menemui Sri. Perjuangan tersebut juga tidak mudah, apalagi hubungan keduanya sudah lama diwarnai luka dan penyesalan akibat keputusan-keputusan di masa lalu. Namun, di tengah keterbatasan waktu dan berbagai rintangan, Sumiati tetap berusaha memperbaiki hubungannya dengan sang anak sekaligus mencari jalan agar Sri mendapatkan pengampunan.

Selain Christine Hakim dan Ayushita Nugraha, film ini juga dibintangi oleh Landung Simatupang dan sejumlah aktor lainnya. Sementara itu, hingga artikel ini diterbitkan, belum ada informasi resmi mengenai jadwal penayangan IBUKU di bioskop Indonesia. Jadi, kita nantikan saja informasi selanjutnya, ya.

3. Menjadi 1 dari 3 film Christine Hakim yang unjuk gigi di BIFF 2026

potret Christine Hakim (Instagram.com/film.ibuku)

Selain IBUKU, Christine Hakim juga membintangi dua film Indonesia lainnya yang hadir di BIFF 2026, yakni Laut Bercerita dan Empat Musim Pertiwi. Ketiga film tersebut ditayangkan melalui program yang berbeda dalam festival tahun ini.

Film Laut Bercerita garapan Yosep Anggi Noen turut masuk dalam program kompetisi utama BIFF 2026 bersama IBUKU. Sementara itu, Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini ditayangkan dalam program A Window on Asian Cinema yang menampilkan beragam karya sinema Asia. Kehadiran ketiga film tersebut pun semakin memperkuat kiprah Christine Hakim di panggung perfilman internasional.

Curated For You

Editorial Team

Related Article