5 Film Marvel yang Berakhir Jadi Flop Meski Sangat Dinantikan

Beberapa film Marvel yang awalnya sangat dinantikan justru gagal di box office meski memiliki aktor ternama, karakter populer, dan konsep menjanjikan.
Lima judul yang dianggap flop antara lain Captain America: Brave New World, Eternals, Elektra, Fantastic Four (2015), dan The Marvels.
Kegagalan film-film tersebut disebabkan oleh cerita yang lemah, masalah produksi, promosi kurang maksimal, hingga menurunnya minat penonton terhadap film superhero.
Marvel Studios sudah lama dikenal sebagai mesin penghasil film blockbuster. Hampir setiap film yang dirilis selalu berhasil menarik jutaan penonton, mencetak pendapatan fantastis, dan menjadi perbincangan di seluruh dunia. Tak heran jika setiap proyek baru dari Marvel selalu disambut dengan ekspektasi sangat tinggi.
Namun, tidak semua film Marvel mampu memenuhi harapan tersebut. Beberapa judul yang sempat diprediksi akan sukses besar justru gagal bersinar di box office. Meski dibintangi aktor ternama, menghadirkan karakter populer, hingga memiliki konsep yang menjanjikan, berbagai faktor membuat film-film ini berakhir menjadi flop. Berikut lima film Marvel yang nasibnya jauh dari ekspektasi para penggemar.
1. Captain America: Brave New World (2025)

Setelah Steve Rogers pensiun di Avengers: Endgame, tongkat estafet Captain America resmi diberikan kepada Sam Wilson. Kehadirannya sebagai pahlawan utama semakin dinantikan setelah serial The Falcon and the Winter Soldier mendapat respons positif. Ditambah lagi, film ini memperkenalkan Red Hulk ke dalam MCU, karakter yang sudah lama ingin disaksikan penggemar di layar lebar.
Meski memiliki semua elemen tersebut, Captain America: Brave New World tidak mampu memenuhi ekspektasi besar yang mengiringinya. Pendapatan box office berada di bawah harapan, sementara banyak kritik menyoroti cerita yang dianggap kurang kuat dibanding film-film Captain America sebelumnya.
2. Eternals (2021)

Saat pertama kali diumumkan, Eternals menjadi salah satu proyek MCU paling menarik perhatian. Film ini memperkenalkan kelompok superhero baru yang memiliki kekuatan setara dewa dan telah hidup selama ribuan tahun. Ditambah lagi, deretan pemain seperti Angelina Jolie, Salma Hayek, Richard Madden, hingga Barry Keoghan membuat antusiasme penggemar semakin tinggi.
Namun, respons setelah film dirilis ternyata cukup beragam. Banyak penonton merasa cerita yang disajikan terlalu padat karena harus memperkenalkan banyak karakter sekaligus. Di sisi lain, pandemi COVID-19 yang masih memengaruhi industri perfilman saat itu, juga membuat performa box office tidak maksimal.
3. Elektra (2005)

Kesuksesan moderat Daredevil (2003) membuat studio yakin bahwa Elektra juga layak mendapatkan film solo. Jennifer Garner kembali memerankan karakter pembunuh bayaran tersebut, sementara promosi film berusaha meyakinkan penonton bahwa Elektra memiliki kisah yang tak kalah menarik dibanding Daredevil. Pada masanya, proyek ini cukup dinantikan oleh penggemar Marvel.
Sayangnya, film ini gagal memenuhi ekspektasi. Banyak penonton mempertanyakan alasan menghadirkan spin-off untuk karakter yang sebelumnya sudah diceritakan tewas di Daredevil. Setelah tayang, kritik berdatangan karena jalan cerita yang datar, aksi yang kurang mengesankan, dan konflik yang terasa kurang kuat. Reputasi buruk itu menyebar dengan cepat hingga membuat Elektra kesulitan menarik penonton dan berakhir sebagai salah satu kegagalan Marvel di era 2000-an.
4. Fantastic Four (2015)

Reboot Fantastic Four tahun 2015 datang dengan modal sangat menjanjikan. Film ini disutradarai Josh Trank yang sebelumnya sukses lewat Chronicle, serta dibintangi aktor-aktor berbakat seperti Miles Teller, Michael B. Jordan, Kate Mara, Jamie Bell, dan Toby Kebbell. Melihat kombinasi tersebut, banyak orang yakin jika keluarga superhero pertama Marvel ini akhirnya akan mendapatkan adaptasi yang layak.
Namun setelah dirilis, harapan itu langsung pupus. Ceritanya dianggap membingungkan, alurnya terasa tidak utuh, dan karakter-karakter utamanya gagal meninggalkan kesan mendalam. Berbagai laporan mengenai masalah produksi di balik layar juga semakin memperburuk citra film ini. Fantastic Four bukan hanya gagal secara komersial, tetapi juga sering masuk daftar adaptasi superhero terburuk.
5. The Marvels (2023)

The Marvels menjadi ajang pertemuan tiga superhero perempuan Marvel, yaitu Carol Danvers alias Captain Marvel, Kamala Khan sebagai Ms. Marvel, dan Monica Rambeau yang sebelumnya tampil dalam serial WandaVision. Ketiganya sudah memiliki basis penggemar masing-masing sehingga banyak yang memprediksi film ini akan menjadi salah satu kesuksesan besar MCU.
Sayangnya, kenyataan berkata lain. The Marvels justru menjadi film MCU dengan pendapatan box office terendah sepanjang sejarah. Banyak pengamat menilai kegagalan ini dipengaruhi oleh menurunnya minat terhadap film superhero, promosi kurang maksimal, hingga respons negatif dari sebagian penonton di internet. Meski kualitasnya tidak seburuk yang dibayangkan banyak orang, film ini tetap gagal menarik cukup banyak penonton ke bioskop.
Meski beberapa di antaranya masih memiliki penggemar setia dan kualitas yang layak diapresiasi, performa box office yang kurang memuaskan membuat film-film tersebut tercatat sebagai flop dalam sejarah Marvel. Dari kelima film di atas, menurutmu mana yang sebenarnya lebih baik daripada reputasinya?





















