Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Film Sci-Fi Underrated yang Wajib Ditonton Penggemar The Boroughs
Super 8 (dok. Paramount Pictures/Super 8)
  • Artikel merekomendasikan tujuh film sci-fi underrated dengan nuansa misterius dan emosional mirip The Boroughs, menonjolkan kisah manusia, nostalgia, serta hubungan personal dibanding aksi futuristik.
  • Film-film seperti E.T., Cocoon, dan Jules menyoroti tema kesepian, penuaan, serta makna hubungan antarmanusia melalui pendekatan hangat yang menyentuh tanpa bergantung pada efek visual besar.
  • Karya dari Spielberg hingga Edgar Wright menunjukkan bahwa kekuatan film sci-fi tidak selalu terletak pada skala besar, melainkan pada cerita sederhana dengan atmosfer kuat dan pesan emosional mendalam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau kamu suka The Boroughs (2026) karena nuansa misterius dan atmosfer kecil-kota yang aneh, ada banyak film lain yang bisa memberi vibe serupa. Beberapa film ini memang tidak selalu masuk daftar blockbuster paling populer, tetapi justru punya cerita unik dan pendekatan yang lebih personal dibanding film sci-fi kebanyakan.

Menariknya, banyak film dalam daftar ini tidak hanya fokus pada alien atau teknologi futuristik. Tetapi juga membahas nostalgia, kesepian, hubungan manusia, sampai rasa takut kehilangan identitas. Jadi selain seru dan penuh misteri, film-film ini juga punya sisi emosional yang bikin ceritanya terasa lebih membekas setelah selesai ditonton.

1. E.T. the Extra-Terrestrial (1982)

E.T. the Extra-Terrestrial (Dok. Universal Pictures/E.T. the Extra-Terrestrial)

Sulit membicarakan sci-fi emosional tanpa menyebut E.T.. Film legendaris Steven Spielberg ini mengikuti Elliott, seorang anak kesepian yang menemukan alien tersesat di halaman rumahnya. Perlahan, mereka membangun persahabatan unik sambil berusaha menyembunyikan E.T. dari pemerintah dan mencari cara agar ia bisa pulang ke rumahnya.

Walaupun terkenal sebagai film keluarga klasik, E.T. tetap terasa emosional bahkan saat ditonton ulang bertahun-tahun kemudian. Spielberg berhasil menggabungkan rasa kagum masa kecil dengan cerita tentang kesepian. Atmosfer pinggiran kota yang tenang tetapi penuh misteri juga terasa sangat mirip dengan vibe yang membuat The Boroughs begitu menarik.

2. Cocoon (1985)

Cocoon (Dok. 20th Century Fox/Cocoon)

Disutradarai Ron Howard, Cocoon mengikuti sekelompok lansia di panti pensiun yang menemukan kolam renang dengan kekuatan misterius dari alien. Setelah sering berenang di sana, tubuh mereka perlahan kembali sehat dan penuh energi seperti muda lagi. Premisnya memang terdengar ringan, tetapi film ini ternyata punya banyak momen emosional yang menyentuh.

Yang membuat Cocoon spesial adalah caranya memperlakukan karakter lansia dengan penuh rasa hormat. Film ini tidak menjadikan usia tua sebagai bahan lelucon, melainkan menunjukkan rasa takut, penyesalan, dan harapan mereka dengan tulus. Sci-fi di sini dipakai untuk membahas arti menikmati waktu yang tersisa bersama orang-orang tercinta.

3. Batteries Not Included (1987)

Batteries Not Included (dok. Amblin Ent./Batteries Not Included)

Film ini mungkin terdengar aneh di awal karena premisnya tentang piring terbang kecil yang membantu penghuni apartemen tua. Namun justru di situlah pesonanya. Ceritanya mengikuti sekelompok lansia yang berusaha mempertahankan gedung tempat tinggal mereka dari pengembang rakus yang ingin menggusurnya. Saat harapan hampir hilang, makhluk alien kecil datang membantu mereka.

Berbeda dari film alien kebanyakan, batteries not included lebih fokus pada isu kemanusiaan. Film ini membahas rasa takut kehilangan rumah dan kenangan dengan cara yang hangat dan emosional. Hubungan antara manusia dan alien terasa manis tanpa terasa berlebihan, membuat film ini jadi salah satu sci-fi keluarga paling underrated dari era 80-an.

4. Super 8 (2011)

Super 8 (dok. Paramount Pictures/Super 8)

Berlatar tahun 1979, film ini mengikuti sekelompok anak kecil yang sedang membuat film zombie amatir menggunakan kamera Super 8. Namun semuanya berubah ketika mereka menyaksikan kecelakaan kereta api besar yang ternyata melepaskan makhluk misterius ke kota kecil mereka.

Walaupun punya elemen monster dan misteri pemerintah, inti film ini sebenarnya ada pada hubungan antar karakter mudanya. Super 8 berhasil menangkap rasa petualangan masa kecil yang penuh rasa penasaran dan ketakutan. Film ini juga menyelipkan tema kehilangan dan proses tumbuh dewasa dengan cukup emosional, membuat ceritanya terasa lebih hangat dibanding sci-fi blockbuster biasa.

5. Jules (2023)

Jules (Dok. Big Beach/Jules)

Jules adalah film dengan premis sederhana, tetapi justru itu yang membuatnya menarik. Ceritanya mengikuti Milton, seorang pensiunan yang hidup tenang sampai sebuah pesawat alien jatuh di halaman belakang rumahnya. Alien tersebut kemudian tinggal diam-diam bersamanya, dan perlahan mengubah hidup Milton serta dua temannya yang juga sudah lanjut usia.

Alih-alih fokus pada invasi besar atau aksi spektakuler, film ini memilih pendekatan hangat dan personal. Alien di sini menjadi simbol kesepian dan rasa ingin diperhatikan kembali di usia tua. Jules punya nuansa ringan, lucu, sekaligus menyentuh, membuatnya terasa segar di tengah banyaknya film sci-fi modern yang terlalu sibuk dengan ledakan dan aksi besar.

6. Close Encounters of the Third Kind (1977)

Close Encounters of the Third Kind (dok. Sony Pictures/Close Encounters of the Third Kind)

Sebelum membuat E.T., Steven Spielberg lebih dulu menghadirkan salah satu film alien paling lewat Close Encounters of the Third Kind. Film ini mengikuti Roy Neary, seorang pekerja biasa yang hidupnya berubah total setelah melihat cahaya misterius di jalan sepi. Sejak kejadian itu, ia mulai terobsesi pada gambaran gunung yang terus muncul di pikirannya tanpa tahu alasannya.

Film ini terasa berbeda karena Spielberg tidak membuat alien sebagai ancaman utama. Sebaliknya, ia menciptakan rasa kagum dan misteri yang perlahan tumbuh sepanjang cerita. Visual cahaya ikonik dan musik legendaris karya John Williams membuat suasana film terasa magis sekaligus sedikit menyeramkan.

7. The World’s End (2013)

The World’s End (Dok. Working Title/The World’s End)

Edgar Wright menutup trilogi Cornetto lewat film sci-fi komedi yang jauh lebih emosional daripada kelihatannya. Ceritanya mengikuti Gary King, pria dewasa yang masih terjebak nostalgia masa muda dan mengajak teman-teman lamanya kembali ke kota kecil Newton Haven untuk menyelesaikan pub crawl yang gagal mereka tuntaskan puluhan tahun lalu.

Namun perjalanan santai itu berubah kacau ketika mereka menyadari kota tersebut diam-diam sudah dikuasai replika alien. Di balik humor khas Edgar Wright dan adegan aksi absurdnya, The World’s End sebenarnya punya tema yang cukup sedih tentang krisis usia dewasa dan ketidakmampuan move on dari masa lalu.

Film sci-fi terbaik bukan selalu yang paling besar atau penuh efek mahal. Kadang justru film-film underrated dengan cerita sederhana dan atmosfer kuat yang paling membekas di ingatan. Dari semua film ini, mana yang paling bikin kamu penasaran untuk ditonton lebih dulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article