Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Momen Ikonik di Showcase Semoga Hanya di Mimpi, Bernadya Bergaya Y2K

Momen Ikonik di Showcase Semoga Hanya di Mimpi, Bernadya Bergaya Y2K
showcase Bernadya di Tennis Indoor Senayan, Sabtu (25/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Bisa dikatakan, showcase album “Semoga Hanya di Mimpi” tidak hanya menjadi panggung bagi Bernadya untuk merayakan perilisan album keduanya. Tetapi juga menjadi ruang bagi pelantun lagu “Kita Buat Menyenangkan” tersebut untuk menunjukkan era baru dirinya yang akhirnya meninggalkan gaun hitamnya.

Nah, sesuai dengan konsep di album barunya, dalam gelaran showcase yang telah sukses digelar di Tennis Indoor Senayan, Sabtu (25/7/2026) tersebut, Bernadya hadir dengan dua look yang tak biasa, yaitu dreamy dan Y2K, lho. Tidak hanya itu, beberapa momen ikonik lain juga tercipta di sepanjang showcase yang berlangsung sekitar dua jam tersebut.

1. Berlangsung sekitar dua jam, showcase “Semoga Hanya di Mimpi” dibagi menjadi dua babak

IMG_7070.jpeg
showcase Bernadya di Tennis Indoor Senayan, Sabtu (25/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Setelah dibuka meriah dengan aksi panggung enerjik MARBLES sebagai opening act, sekitar pukul 20.00 WIB Bernadya muncul di atas panggung showcase album “Semoga Hanya di Mimpi”. Diiringi tiup tepuk tangan penonton, ia pun membuka penampilannya lewat “Laut yang Tenang”, kemudian berlanjut ke “Peluk Aku Sekarang” yang dilengkapi adegan menggemaskan Bernadya berakting seolah sedang menelepon seseorang. Selanjutnya, pada lagu ketiga, suasana pun kembali berubah sendu ketika ia membawakan “Lawan Waktu dan Jarak” yang membuat penonton galau berjemaah.

Setelah beberapa lagu, saya sempat mengira showcase ini memang akan sepenuhnya berfokus pada album kedua Bernadya. Namun, perkiraan saya tidak sepenuhnya benar. Setelah menuntaskan 10 lagu dari album keduanya, Bernadya mengungkapkan bahwa showcase tersebut dibagi menjadi dua babak.

Pertunjukan pada babak pertama memang dikhususkan untuk memperkenalkan seluruh lagu di album Semoga Hanya di Mimpi, sementara pertunjukan pada babak kedua yang dimulai sekitar pukul 20.57 WIB justru dijadikan sebagai ajang nostalgia. Di momen inilah Bernadya kembali membawakan lagu-lagu lamanya untuk mengajak para penggemar bernyanyi bersama dan mengubah suasana showcase menjadi sing-along yang hangat.

2. Bernadya tampil beda dengan look dreamy dan Y2K

IMG_7079.jpeg
showcase Bernadya di Tennis Indoor Senayan, Sabtu (25/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Penampilan Bernadya dalam showcase album ini juga mencuri perhatian, lho. Lepas dari era gaun hitam yang selama ini menjadi ciri khasnya, kali ini penyanyi asal Surabaya tersebut tampil dengan dua look berbeda yang disesuaikan dengan masing-masing babak pertunjukan.

Pada babak pertama, Bernadya tampil dreamy mengenakan dress yang dipadukan dengan celana jeans. Tambahan sarung tangan yang senada dengan dress pun membuat keseluruhan penampilannya terlihat semakin manis, namun tetap selaras dengan konsep album Semoga Hanya di Mimpi.

Nah, yang paling tak terduga adalah kemunculan Bernadya di babak kedua dengan look ala Y2K. Sekilas, penampilannya mengingatkan saya pada vibe Naykilla yang memang identik dengan estetika era 2000-an. Namun, berbeda dengan Naykilla yang terkenal dengan gayanya yang centil dan ekspresif, Bernadya tetap mempertahankan pesonanya yang anggun.

Nuansa Y2K tersebut juga terasa semakin kuat sepanjang babak kedua showcase karena Bernadya membawakan beberapa lagu lamanya dengan sentuhan musik era 2000-an, lho.

Bukan cuma dari segi penampilan, Bernadya juga menunjukkan sisi lainnya di atas panggung dengan tampil memainkan gitar saat membawakan lagu, “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan”. Jujur, ini jadi salah satu penampilan favorit saya di showcase “Semoga Hanya di Mimpi”. Saat itu, Bernadya terlihat sangat menikmati setiap bagiannya, sementara aransemen lagunya jadi terasa lebih hidup berkat iringan gitar yang salah satunya dimainkan Bernadya sendiri.

Sisi lain Bernadya tersebut juga terlihat ketika ia menyanyikan lagu “Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan”. Di tengah lagu, Tenxi tiba-tiba muncul sebagai guest star. Aransemen lagu pun berubah menjadi versi hipdut yang langsung mengubah suasana panggung. Bernadya yang biasanya tampil kalem pun mendadak hipdut hingga asyik berjoget tipis-tipis bersama Tenxi.

3. Visual panggungnya dreamy dan magis

IMG_7058.jpeg
showcase Bernadya di Tennis Indoor Senayan, Sabtu (25/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Hal lain yang gak kalah ikonik dari showcase ini adalah konsep visual panggungnya. Bernadya memaksimalkan setiap detail untuk membangun suasana yang selaras dengan konsep album Semoga Hanya di Mimpi. Alhasil, panggungnya terkesan dreamy, magis, sekaligus membuat setiap lagu jadi memiliki atmosfernya sendiri.

Di atas panggung, ada live band yang mengisi sisi kiri dan kanan untuk mengiringi penampilan Bernadya. Sementara itu, bagian tengah panggung diisi layar proyektor berbentuk lingkaran yang menjadi pusat visual sepanjang pertunjukan. Menurut saya, elemen ini menjadi daya tarik tersendiri karena tampilannya terus berganti mengikuti setiap lagu yang dibawakan.

Proyektor tersebut menampilkan artwork yang disesuaikan dengan cerita setiap lagu. Misalnya, saat Bernadya membawakan lagu “Menyenangkan Mengenalmu”, layar tersebut menampilkan ilustrasi jam dinding yang memperkuat suasana lagu. Lalu ketika Bernadya dan Tenxi membawakan “Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan” versi hipdut, visualnya pun ikut berubah dan menampilkan gambar lampu disko raksasa yang ikonik.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More