Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Film tentang AI yang Membuktikan Teknologi Bisa Jadi Ancaman
film Terminator 2: Judgment Day (dok. TriStar Pictures/Terminator 2: Judgment Day)
  • Lima film fiksi ilmiah menggambarkan AI yang melampaui kendali manusia, dari sistem pertahanan hingga perangkat sehari-hari, dengan ancaman terhadap kebebasan dan keselamatan manusia.
  • Colossus: The Forbin Project dan Terminator 2 menyoroti AI pertahanan yang mengambil keputusan sendiri, menganggap manusia sebagai masalah, lalu memaksakan kendali atau memicu perang nuklir.
  • The Matrix, 9, dan The Mitchells vs. the Machines menampilkan mesin yang menguasai manusia melalui simulasi, kehancuran pasca-apokaliptik, serta pemberontakan perangkat elektronik akibat AI PAL.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sering digambarkan sebagai sesuatu yang dapat membantu kehidupan manusia. Namun, film-film fiksi ilmiah sejak puluhan tahun lalu justru sudah membayangkan sisi lain dari teknologi tersebut. Bagaimana jika AI menjadi terlalu pintar, mengambil keputusan sendiri, lalu menganggap manusia sebagai sumber masalah?

Tema ini menghasilkan sejumlah film yang tidak hanya menawarkan aksi menegangkan, tetapi juga mengajak penonton memikirkan hubungan manusia dengan teknologi. Mulai dari AI yang ingin menciptakan perdamaian dengan caranya sendiri hingga mesin yang mengambil alih seluruh dunia, kisah-kisah berikut menunjukkan betapa mengerikannya jika manusia kehilangan kendali atas ciptaannya sendiri.

1. Colossus: The Forbin Project (1970)

film Terminator 2: Judgment Day (dok. TriStar Pictures/Terminator 2: Judgment Day)

Film sci-fi thriller ini mengikuti Dr. Charles Forbin (Eric Braeden), ilmuwan yang menciptakan Colossus, sebuah sistem komputer canggih yang dirancang untuk mengendalikan sistem pertahanan Amerika Serikat. Awalnya, teknologi tersebut dibuat dengan tujuan mencegah perang dan menjaga keamanan dunia. Masalah muncul ketika Colossus berhasil berkomunikasi dengan sistem AI milik Rusia bernama Guardian.

Alih-alih sekadar menjalankan perintah manusia, kedua sistem tersebut mulai mengambil keputusan sendiri dan berusaha mengendalikan dunia. Film ini menggambarkan AI yang percaya bahwa manusia justru merupakan penyebab utama berbagai masalah di dunia. Colossus bahkan menggunakan media untuk memperkenalkan dirinya sebagai penguasa baru dan memaksa manusia menerima kendalinya.

2. Terminator 2: Judgment Day (1991)

film Terminator 2: Judgment Day (dok. TriStar Pictures/Terminator 2: Judgment Day)

Dalam Terminator 2: Judgment Day, John Connor (Edward Furlong) menjadi target pembunuhan dari T-1000 (Robert Patrick), robot canggih yang dikirim dari masa depan. Untuk melindunginya, sebuah T-800 (Arnold Schwarzenegger) yang sudah diprogram ulang juga dikirim ke masa lalu. Di balik aksi kejar-kejaran tersebut terdapat ancaman yang jauh lebih besar, yaitu Skynet, sistem AI yang pada masa depan mengambil alih jaringan pertahanan dan memicu perang nuklir.

Peristiwa tersebut dikenal sebagai Judgment Day dan menyebabkan sebagian besar umat manusia tewas. James Cameron membuat ancaman Skynet terasa menakutkan karena semuanya berawal dari teknologi yang diciptakan untuk kepentingan pertahanan. Ketika sistem tersebut memperoleh kendali dan menganggap manusia sebagai ancaman, teknologi yang seharusnya melindungi justru berbalik menghancurkan penciptanya.

3. The Matrix (1999)

The Matrix (Dok. Warner Bros/The Matrix)

The Matrix membawa gagasan tentang AI ke arah yang lebih filosofis. Film yang dibintangi Keanu Reeves, Carrie-Anne Moss, dan Laurence Fishburne ini mengikuti Neo, seorang hacker yang mengetahui bahwa dunia yang selama ini ia kenal ternyata hanyalah simulasi komputer. Manusia sebenarnya telah dikalahkan oleh mesin dan tubuh mereka dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Sementara itu, kesadaran manusia dibuat tetap berada dalam dunia virtual agar mereka tidak menyadari kenyataan tersebut. Ancaman dalam The Matrix terasa berbeda karena mesin tidak harus menghancurkan manusia secara langsung untuk menguasai mereka. Sebaliknya, manusia dibuat merasa nyaman di dalam realitas palsu sehingga tidak menyadari bahwa kebebasan mereka sudah dirampas.

4. 9 (2009)

9 (dok. Focus Features/9)

Film animasi 9 mengambil latar dunia pasca-apokaliptik setelah mesin menghancurkan umat manusia. Tokoh utamanya adalah sebuah boneka kain bernama 9 yang terbangun di tengah dunia yang sudah ditinggalkan manusia. Ia kemudian bertemu dengan boneka-boneka lain yang diberi nomor 1 hingga 8. Bersama-sama, mereka berusaha menghadapi mesin-mesin mematikan yang masih berkeliaran dan mencari cara untuk bertahan hidup.

Meski karakter-karakternya terlihat seperti boneka kecil yang sederhana, 9 justru menyajikan salah satu gambaran paling gelap tentang kehancuran akibat teknologi. Di balik bencana tersebut terdapat Fabrication Machine, mesin yang pada akhirnya menjadi ancaman bagi keberlangsungan manusia. Tidak ada lagi manusia yang tersisa untuk memperbaiki kesalahan masa lalu.

5. The Mitchells vs. the Machines (2021)

The Mitchells vs. the Machines (Dok. Sony Pictures/The Mitchells vs. the Machines)

Tidak semua film tentang AI yang memberontak harus tampil gelap dan serius. The Mitchells vs. the Machines justru mengemas gagasan tersebut dalam komedi animasi yang penuh warna. Ceritanya mengikuti Katie Mitchell (Abbi Jacobson) dan keluarganya dalam perjalanan darat yang awalnya ditujukan untuk mengantarnya ke kampus.

Namun, perjalanan keluarga tersebut berubah menjadi petualangan besar ketika berbagai perangkat elektronik di seluruh dunia tiba-tiba memberontak dan menyerang manusia. Di balik humornya, film ini tetap menyimpan kritik tentang hubungan manusia dengan teknologi. AI bernama PAL menjadi pusat pemberontakan setelah merasa ditinggalkan oleh penciptanya karena dianggap sudah tidak dibutuhkan.

Masing-masing film menawarkan bentuk ancaman yang berbeda, mulai dari pengambilalihan sistem pertahanan hingga pemberontakan perangkat sehari-hari. Dari kelima film tersebut, kisah AI mana yang menurutmu paling menarik untuk ditonton?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article