5 Film tentang Kehilangan Arah di Usia Dewasa, Inspiratif!

- Artikel merekomendasikan lima film Barat bertema kehilangan arah di usia dewasa, mencakup kebingungan karier, hubungan, rutinitas, tekanan sosial, dan pencarian jati diri.
- Frances Ha, The Secret Life of Walter Mitty, dan Wild menampilkan tokoh yang menghadapi ketidakpastian hidup melalui perjuangan karier, keberanian keluar dari rutinitas, serta upaya berdamai dengan masa lalu.
- The Worst Person in the World dan The Holdovers menggambarkan perubahan pilihan hidup, kesepian, penyesalan, serta hubungan dengan orang lain sebagai bagian dari proses memahami diri sendiri.
Memasuki usia dewasa tidak selalu berarti seseorang sudah memahami apa yang ingin dilakukan dalam hidupnya. Ada kalanya seseorang justru merasa semakin bingung ketika harus menentukan pilihan karier, membangun hubungan, atau memenuhi ekspektasi orang-orang di sekitarnya. Di tengah tuntutan untuk menjadi mandiri dan sukses, perasaan kehilangan arah bisa muncul tanpa disadari.
Pergulatan semacam ini kerap menjadi tema menarik dalam film, terutama melalui tokoh-tokoh yang sedang mempertanyakan keputusan hidup dan berusaha menemukan kembali jati diri mereka. Beberapa film menggambarkannya melalui kisah pencarian pekerjaan, kegagalan hubungan, hingga keberanian untuk memulai kehidupan baru.
Kalau kamu lagi mencari tontonan dengan tema serupa, simak lima rekomendasi film Barat tentang kehilangan arah di usia dewasa berikut ini. Siapa tahu kamu bisa mengambil hal-hal baik dari film tersebut.
1. Frances Ha (2012)

Frances Ha (dok. RT Features/Frances Ha) Film hitam putih Frances Ha mengikuti kehidupan Frances Halladay (Greta Gerwig), perempuan 27 tahun yang bercita-cita menjadi penari profesional. Sayangnya, kariernya tidak berjalan sesuai harapan, sementara kehidupan pribadinya juga berubah ketika sahabat dekatnya mulai menjalani kehidupan yang berbeda. Frances pun harus menghadapi kenyataan bahwa orang-orang di sekitarnya perlahan bergerak maju, sedangkan dirinya masih berusaha menemukan tempat yang tepat.
Frances Ha menggambarkan perasaan kehilangan arah ketika kehidupan dewasa tidak berjalan sesuai rencana. Frances harus menghadapi persoalan finansial, ketidakpastian karier, dan perubahan hubungan pertemanan yang selama ini menjadi bagian penting dalam hidupnya. Melalui perjalanan tersebut, penonton diajak memahami bahwa menemukan jati diri bukan perlombaan yang harus dimenangkan pada usia tertentu.
2. The Secret Life of Walter Mitty (2013)

The Secret Life of Walter Mitty (dok. Samuel Goldwyn Films/The Secret Life of Walter Mitty) The Secret Life of Walter Mitty bercerita tentang Walter Mitty (Ben Stiller), seorang pekerja di majalah LIFE yang menjalani kehidupan monoton dan sering melarikan diri ke dalam khayalannya sendiri. Ia membayangkan berbagai petualangan luar biasa yang tidak pernah benar-benar ia lakukan di dunia nyata. Namun, ketika pekerjaannya terancam dan sebuah foto penting menghilang, Walter terdorong untuk melakukan perjalanan yang mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.
Selama perjalanan tersebut, Walter mulai keluar dari rutinitas yang selama ini membatasinya. Ia menghadapi berbagai tantangan, bertemu orang-orang baru, dan menyadari bahwa dirinya mampu melakukan lebih banyak hal daripada yang selama ini dibayangkan. Film ini mengingatkan bahwa kehilangan arah terkadang muncul karena seseorang terlalu lama bertahan dalam zona nyaman dan lupa memberi kesempatan kepada dirinya sendiri untuk mencoba sesuatu yang berbeda.
3. Wild (2014)

Wild (dok. Searchlight Pictures/Wild) Kemudian, ada film Wild yang mengikuti perjalanan Cheryl Strayed (Reese Witherspoon), seorang perempuan yang memutuskan untuk melakukan pendakian panjang di Pacific Crest Trail setelah kehidupannya mengalami berbagai kehancuran. Ia menghadapi kehilangan ibunya, pernikahan yang berakhir, serta keputusan-keputusan buruk yang membuatnya semakin jauh dari dirinya sendiri. Tanpa banyak pengalaman mendaki, Cheryl memulai perjalanan seorang diri untuk menghadapi luka dan memahami kembali kehidupannya.
Perjalanan fisik yang berat menjadi bagian dari proses Cheryl untuk berdamai dengan masa lalu. Ia tidak langsung menemukan jawaban atas semua persoalannya, tetapi perlahan belajar menerima kesalahan dan mengambil tanggung jawab atas pilihan hidupnya. Film ini menunjukkan bahwa terkadang seseorang perlu mengambil jarak dari rutinitas untuk menyadari apa yang sebenarnya penting baginya.
4. The Worst Person in the World (2021)

The Worst Person in the World (dok. Oslo pictures/The Worst Person in the World) The Worst Person in the World mengikuti Julie (Renate Reinsve), seorang perempuan muda di Oslo yang kesulitan menentukan arah hidupnya. Ia mencoba berbagai pilihan pendidikan dan karier, tetapi sering merasa belum menemukan sesuatu yang benar-benar sesuai dengan dirinya. Ketidakpastian tersebut juga memengaruhi hubungan romantisnya, terutama ketika keinginannya terus berubah seiring bertambahnya usia.
Film ini terasa dekat dengan pengalaman banyak orang dewasa yang merasa harus segera menentukan masa depan, padahal mereka sendiri belum memahami apa yang diinginkan. Julie berusaha menyeimbangkan ambisi pribadi, kebutuhan emosional, dan ekspektasi sosial yang terus membayanginya. Ceritanya memperlihatkan bahwa kebingungan dalam menjalani hidup tidak otomatis menjadikan seseorang gagal, karena proses mengenali diri sendiri memang bisa berlangsung panjang dan penuh perubahan.
5. The Holdovers (2023)

The Holdovers (dok. Gran Via Productions/The Holdovers) Terakhir, ada The Holdovers yang berlatar di sebuah sekolah asrama pada masa liburan Natal. Film ini mengikuti Paul Hunham (Paul Giamatti), guru sejarah yang dikenal kaku dan sulit bergaul. Ia harus tinggal di sekolah untuk mengawasi para siswa yang tidak pulang selama liburan, termasuk Angus Tully (Dominic Sessa), remaja yang memiliki persoalan keluarga. Di tengah kebersamaan yang awalnya terasa canggung, keduanya perlahan membangun hubungan yang mengubah cara mereka memandang kehidupan.
Melalui karakter Paul dan Angus, film ini membahas kesepian, kekecewaan, serta perasaan terjebak dalam keadaan yang tidak sesuai harapan. Paul sendiri merupakan orang dewasa yang menyimpan banyak penyesalan dan seolah telah membatasi kehidupannya pada rutinitas yang sama. Interaksinya dengan Angus dan Mary Lamb (Da’Vine Joy Randolph), kepala juru masak sekolah yang juga menghadapi kehilangan, memperlihatkan bahwa kesempatan untuk berubah dan memahami orang lain tetap ada, bahkan setelah seseorang merasa hidupnya telanjur berjalan ke arah yang salah.
Kehilangan arah di usia dewasa bisa muncul dalam berbagai bentuk pada setiap orang. Ada yang merasa tertinggal dari teman-temannya, ada juga yang merasa terjebak dalam rutinitas, dan ada pula yang masih berusaha berdamai dengan keputusan masa lalu. Meski perjalanan setiap tokoh berbeda, semuanya menggambarkan proses mencari makna hidup di tengah ketidakpastian. Semuanya mengandung pelajaran bahwa hidup harus tetap dinikmati bagaimanapun keadaan kita.
























