5 Film yang Diangkat dari Kejahatan Nyata Paling Mengerikan

Film bertema true crime selalu punya daya tarik tersendiri. Bukan hanya karena ceritanya menegangkan, tetapi juga karena kita tahu bahwa semua itu benar-benar pernah terjadi. Ada rasa ngeri yang berbeda saat menyadari bahwa tragedi di layar bukan sekadar fiksi, melainkan bagian dari sejarah nyata yang meninggalkan luka mendalam.
Beberapa film bahkan tidak hanya mengisahkan satu korban atau satu pelaku, melainkan membongkar sistem, budaya, atau kebencian yang membuat kejahatan itu terjadi. Dari pembunuhan berantai hingga tragedi bermotif diskriminasi, inilah lima film yang diangkat dari kejahatan nyata paling mengerikan dan meninggalkan dampak emosional kuat bagi penontonnya.
1. Killers of the Flower Moon (2023)

Disutradarai oleh Martin Scorsese, film ini mengangkat kisah kelam pembunuhan terhadap anggota suku Osage di Oklahoma pada 1920-an. Suku Osage saat itu menjadi sangat kaya karena tanah mereka berada di atas cadangan minyak besar. Kekayaan tersebut justru memicu konspirasi mengerikan yang melibatkan pembunuhan demi merebut hak waris minyak mereka.
Dibintangi Leonardo DiCaprio dan Robert De Niro, film ini menampilkan bagaimana keserakahan bisa menghancurkan satu komunitas secara sistematis. Bukan hanya satu atau dua korban, melainkan jaringan kejahatan yang luas dan terorganisir. Atmosfernya pelan tapi mencekam, membuat penonton merasakan betapa dalamnya pengkhianatan yang terjadi pada masyarakat Osage.
2. Fruitvale Station (2013)

Film ini mengisahkan hari terakhir kehidupan Oscar Grant III sebelum ia ditembak mati oleh polisi di Oakland pada 2009. Alih-alih dibuat dramatis berlebihan, film ini justru terasa sangat intim dan manusiawi. Penonton diajak melihat sisi keseharian Oscar sebagai anak, pasangan, dan ayah, sehingga tragedinya terasa begitu dekat dan nyata.
Disutradarai oleh Ryan Coogler dan dibintangi Michael B. Jordan, film ini menjadi titik awal karier besar keduanya. Peristiwa aslinya sempat memicu kemarahan publik karena video penembakan beredar luas. “Fruitvale Station” tidak hanya menjadi film, tetapi juga pengingat pahit tentang ketidakadilan rasial yang masih terus terjadi.
3. Citizen X (1995)

Berbeda dari film serial killer yang biasanya berfokus pada Amerika, “Citizen X” mengangkat kasus Andrei Chikatilo, salah satu pembunuh berantai paling brutal dalam sejarah Uni Soviet. Ia didakwa membunuh lebih dari 50 orang pada 1970–1980-an. Kasus ini juga mematahkan mitos di Uni Soviet saat itu bahwa pembunuh berantai hanya ada di Barat.
Film produksi HBO ini tidak hanya menyorot kebrutalan sang pelaku, tetapi juga bagaimana birokrasi dan politik memperlambat penyelidikan. Dibintangi Stephen Rea dan Donald Sutherland, film ini terasa seperti thriller investigasi yang sunyi namun menghantui. Ketegangan datang bukan hanya dari si pembunuh, tetapi juga dari sistem yang gagal melindungi warganya.
4. Henry: Portrait of a Serial Killer (1986)

Film ini terinspirasi dari kejahatan Henry Lee Lucas dan Ottis Toole, dua pembunuh yang mengaku melakukan serangkaian pembunuhan pada 1970-an. Dibintangi Michael Rooker, film ini terasa sangat mentah dan tanpa glamorisasi. Tidak ada musik dramatis atau adegan heroik, hanya kekerasan yang ditampilkan secara dingin dan realistis.
Karena pendekatannya yang brutal dan tanpa kompromi, film ini sempat menuai kontroversi besar saat dirilis. Banyak yang menganggapnya terlalu mengganggu dan tidak nyaman untuk ditonton. Namun justru di situlah kekuatannya karena film ini memaksa penonton menghadapi sisi tergelap manusia tanpa filter.
5. Boys Don't Cry (1999)

Film ini diangkat dari kisah tragis Brandon Teena, seorang pria transgender yang diperkosa dan dibunuh pada 1993. Tragedi ini kemudian memicu diskusi luas tentang kejahatan berbasis kebencian terhadap komunitas LGBTQ+. Filmnya sendiri menampilkan sisi personal Brandon mulaii dari cintanya, harapannya, dan ketakutannya.
Diperankan oleh Hilary Swank yang memenangkan Oscar lewat peran ini, film ini dipuji karena empatinya yang kuat. Meski sempat menuai kritik soal pemilihan pemain, “Boys Don’t Cry” tetap dianggap penting karena berani menyorot kekerasan terhadap kelompok yang terpinggirkan. Hingga kini, kisahnya masih terasa relevan dan menyakitkan.
Film-film di atas membuktikan bahwa realitas kadang jauh lebih mengerikan daripada fiksi. Dengan pendekatan berbeda, semuanya mengingatkan kita bahwa kejahatan nyata meninggalkan dampak panjang bagi korban dan masyarakat. Dari kelima film ini, mana yang menurutmu paling mengguncang dan sulit dilupakan?

![[QUIZ] Member BTS yang Serasi Jadi Pasanganmu Berdasarkan Tipe Cowokmu](https://image.idntimes.com/post/20260226/1768358577_018e29584dc4673e7d43_89857d65-c02a-4f27-af66-487e2a086bfa.jpeg)
















