Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Berapa Bayaran Sabrina Carpenter Jadi Headliner Coachella 2026?

Berapa Bayaran Sabrina Carpenter Jadi Headliner Coachella 2026?
Sabrina Carpenter di Coachella 2026 (YouTube.com/Coachella)
Intinya Sih
  • Sabrina Carpenter resmi menjadi salah satu headliner Coachella 2026 bersama Justin Bieber dan Karol G, yang digelar di Empire Polo Club, Indio, California pada April mendatang.
  • Pihak penyelenggara Coachella, Goldenvoice, menerapkan kontrak eksklusivitas ketat dan tidak pernah mempublikasikan bayaran resmi para penampil untuk menjaga kerahasiaan serta daya tarik festival.
  • Sabrina diperkirakan menerima bayaran sekitar 5 juta dolar AS atau Rp85,7 miliar untuk dua kali tampil, menjadikannya salah satu headliner dengan honor tertinggi dalam sejarah Coachella.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bagi penikmat musik sejati, Coachella tentu sudah tidak asing lagi. Ia merupakan salah satu pentas musik terbesar di dunia yang digelar setiap musim semi di California, Amerika Serikat. Sama seperti tahun sebelumnya, Coachella 2026 kembali diselenggarakan di Empire Polo Club, Indio, selama dua akhir pekan pada bulan April.

Nama Sabrina Carpenter turut menjadi pembicaraan publik. Pasalnya, pelantun lagu "Espresso" ini didapuk sebagai salah satu headliner Coachella 2026 bersama Justin Bieber dan Karol G. Kehadiran mereka di pentas musik bergengsi tersebut membuat lineup Coachella edisi ke-25 semakin menarik perhatian dan antusiasme.

Sebagai superstar pop yang tengah bersinar, banyak pihak penasaran dengan besaran "gaji" yang diterima Sabrina sebagai headliner Coachella 2026. Ini prediksi bayaran Sabrina Carpenter saat jadi headliner Coachella 2026!

1. Musisi harus memenuhi persyaratan dari penyelenggara Coachella

ilustrasi tanda tangan kontrak
ilustrasi tanda tangan kontrak (pixabay.com/andibreit)

Tidak semua musisi bisa tampil di panggung Coachella. Mereka terlebih dahulu harus menandatangani kontrak dan mencapai kata sepakat dengan Goldenvoice selaku pihak penyelenggara. Salah satu aturan yang cukup ketat ialah klausul eksklusivitas yang membatasi musisi untuk tampil di festival lain dalam radius sekitar 1.500 mil selama kurang lebih 90 hari di sekitar jadwal Coachella.

Kebijakan eksklusivitas ini diterapkan untuk menjaga daya tarik Coachella sebagai pentas musik berskala global. Melalui pembatasan tersebut, para pencinta musik yang berada dalam radius 1.500 mil akan berbondong-bondong datang untuk menyaksikan penampilan idolanya secara langsung. Tak hanya menguntungkan penyelenggara, Coachella juga menjadi momen penting bagi para musisi veteran maupun pendatang untuk meningkatkan eksposur mereka.

2. Informasi bayaran penampil Coachella biasanya bersifat perkiraan

ilustrasi
ilustrasi menghitung uang (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Kebanyakan pentas musik, termasuk Coachella, tidak pernah mempublikasikan informasi mengenai besaran bayaran. Sejak pertama kali digelar pada 1999, Goldenvoice diketahui menjaga kerahasiaan honor para penampil. Hal ini dianggap sebagai bagian dari kesepakatan antara pihak penyelenggara, manajemen musisi, dan label rekaman.

Bayaran yang diterima para penampil Coachella umumnya bersifat variatif. Demi mencegah potensi konflik, pihak Goldenvoice pun memutuskan untuk tidak membocorkan informasi ini ke publik. Oleh sebab itu, inforrmasi mengenai bayaran penampil di Coachella yang beredar di internet biasanya berupa perkiraan atau hasil analisis dari pengamat industri musik.

3. Sabrina diestimasi meraih sekitar Rp85,7 miliar dari Coachella 2026

Sabrina Carpenter di Coachella 2026
Sabrina Carpenter di Coachella 2026 (YouTube.com/Coachella)

Lantas, berapa kira-kira bayaran yang diterima Sabrina sebagai headliner di Coachella 2026? Menurut The Tab, penyanyi kelahiran 11 Mei 1999 ini dikabarkan menerima bayaran sekitar 5 juta dolar Amerika Serikat untuk dua kali penampilan. Jika dikonversi ke rupiah, Sabrina diperkirakan telah mengantongi Rp85,7 miliar, lho!

Angka tersebut menempatkan Sabrina sebagai salah satu headliner dengan bayaran tertinggi sepanjang sejarah Coachella. Dia bahkan melampaui Paul McCartney yang menerima sekitar 4 juta dolar Amerika Serikat (Rp68,5 miliar) serta Lady Gaga yang berada di kisaran 3—4 juta dolar Amerika Serikat (Rp51,3 miliar—Rp68,5 miliar). Sebagai perbandingan, Justin Bieber yang juga menjadi headliner Coachella 2026 disebut memperoleh bayaran yang lebih fantastis, yaitu 10 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp171,4 miliar, sebagaimana dilansir Rolling Stone.

4. Statusnya sebagai superstar membuat Sabrina layak menerima bayaran mahal

Sabrina Carpenter dalam video musik "Espresso"
Sabrina Carpenter dalam video musik "Espresso" (YouTube.com/Sabrina Carpenter)

Besarnya bayaran yang diterima penyanyi pop muda ini bukan tanpa alasan. Salah satu faktornya adalah dia tampil sebagai headliner Coachella 2026, salah satu posisi paling bergengsi di pentas tersebut. Hanya musisi dengan popularitas dan pengaruh besar yang dapat terpilih untuk mengisi peran headliner di festival musik yang digelar di California ini.

Popularitas Carpenter terlihat dari perjalanan karier Sabrina yang telah lama malang melintang di dunia musik dan membangun nama melalui deretan lagu hits. Lagu-lagunya bahkan diputar lebih dari 23 miliar kali di Spotify. "Espresso" dan "Please Please Please" dari album Short n' Sweet (2024) menjadi dua lagu karya Sabrina terpopuler dengan masing-masing mencatat lebih dari 2,91 miliar dan 1,83 miliar streaming hingga saat artikel ini ditulis.

Terpilihnya Sabrina Carpenter sebagai headliner Coachella 2026 menandai kenaikan statusnya sebagai musisi A-list yang diakui di dunia. Melihat estimasi bayarannya yang begitu fantastis, tidak mengherankan jika Goldenvoice menunjuknya sebagai penampil utama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Hype

See More