11 Film yang Mengubah Pandangan Masyarakat, Ada Jaws!

- Artikel membahas sebelas film yang secara tak terduga mengubah pandangan masyarakat, mulai dari isu sosial, lingkungan, hingga budaya populer di berbagai negara.
- Beberapa film seperti The Birth of a Nation, Bambi, dan Jaws menunjukkan bagaimana penggambaran karakter atau hewan dapat memicu perubahan besar dalam perilaku publik.
- Karya lain seperti Philadelphia, An Inconvenient Truth, dan Blackfish memperlihatkan kekuatan sinema dalam menumbuhkan empati serta mendorong kesadaran terhadap isu kemanusiaan dan lingkungan.
Industri film dianggap sebagai bagian dari bisnis hiburan. Jadi, film hanya dianggap sebagai pelarian semata, dan acap kali terpisah dari masalah di dunia nyata. Sering kali, memang demikian. Namun, baik disengaja maupun tidak, untuk kebaikan maupun keburukan, sebuah film justru bisa mengubah suatu pandangan dalam masyarakat.
Seperti sebuah cerita menarik pada isu sosial tertentu yang sebelumnya gak disadari banyak orang, dan menjadikan film ini bahan pembicaraan. Ada juga seorang aktor yang membuat tren baru dan diikuti banyak orang. Atau sayangnya, mungkin penggambaran negatif terhadap seseorang atau sesuatu yang akhirnya melanggengkan stereotip negatif dan membuat masalah di dunia nyata.
Beberapa dampaknya kecil, tetapi ada juga yang berdampak besar. Beberapa di antaranya bersifat sementara dan ada yang bertahan lama. Namun, semuanya layak untuk diperhatikan. Apa saja film-film yang bisa mengubah suatu pandangan di masyarakat?
1. The Birth of a Nation (1915)

Dilansir History, kelompok supremasi kulit putih yang dikenal sebagai KKK terbentuk gak lama setelah Perang Sipil di Amerika. Kelompok ini sempat berjaya di akhir tahun 1800-an. Namun, pada 1915, kelompok ini hampir sepenuhnya lenyap dan hanya ada di beberapa lokasi terpencil di wilayah tertentu.
Kemudian, film The Birth of a Nation dirilis, yang menggambarkan KKK sebagai pahlawan pemberani, karena melindungi perempuan kulit putih yang gak bersalah dari penjahat berkulit gelap (yang sebenarnya adalah aktor kulit putih yang dirias agar berkulit hitam). Gak lama setelah itu, pendaftaran di KKK meroket. KKK pun terlahir kembali sebagai gerakan nasional.
Pada 1946, KKK muncul dalam acara radio Superman sebagai penjahat dalam 16 episode yang disebut "Clan of the Fiery Cross". Nah, dengan bantuan seorang aktivis bernama Stetson Kennedy, yang telah menyusup ke KKK, para penulis Superman menggambarkan KKK sebagai kelompok yang menebar kebencian untuk pertama kalinya dalam karya hiburan populer Amerika. Hal ini pun menghancurkan sebagian besar mitos yang pernah mengelilingi dan memberdayakan mereka.
2. Bambi (1942)

Film animasi klasik Bambi menceritakan kisah seekor anak rusa kecil yang dibesarkan oleh ibunya. Ibunya adalah sosok yang bijaksana dan penuh kasih. Film ini sangat berkesan bagi penonton karena berbagai alasan.
Nah, alasan utamanya adalah karena film ini membuat siapa saja yang menontonnya bisa menangis sesegukan. Dalam adegan yang paling terkenal dalam film ini, ibu Bambi ditembak dan dibunuh oleh seorang pemburu yang gak disebutkan namanya. Adegan ini merupakan momen yang sangat berkesan dalam sejarah perfilman. AFI bahkan menobatkan pemburu ini sebagai penjahat terhebat ke-20 dalam daftar 100 penjahat film terhebat sepanjang masa.
Film Bambi juga menyentuh hati para penonton ketika pertama kali dirilis pada tahun 1942. Sebab, Bambi sering dianggap sebagai penyebab munculnya sentimen antiperburuan di kalangan masyarakat umum dan secara signifikan mengurangi popularitas olahraga tersebut.
Salah satu contoh spesifik yang banyak dikaitkan langsung dengan dampak film Bambi terjadi setahun kemudian, yaitu pada tahun 1943, ketika sekelompok pemburu di Wisconsin berburu rusa betina untuk mengendalikan populasi rusa yang saat itu di luar kendali. Langkah ini menuai protes publik, jauh lebih besar daripada yang pernah dialami para pemburu di masa lalu ketika melakukan langkah-langkah serupa. Jadi, upaya untuk menambah musim berburu ditolak.
3. Jaws (1975)

Sama seperti ketika satu film bisa membuat seluruh generasi jatuh cinta pada rusa. Nah, ada juga film yang membuat generasi membenci hiu seumur hidup mereka. Jaws dianggap punya pengaruh karena berbagai alasan.
Jaws mengukuhkan Steven Spielberg sebagai nama yang dikenal luas. Sutradara ini mampu membuat film horor dengan anggaran terbatas, dan menjadikan film Jaws sebagai film blockbuster yang susah dilupakan dari generasi ke generasi. Penggambaran hiu dalam Jaws sebagai monster pemakan manusia yang ganas menciptakan ketakutan yang gak berdasar terhadap hiu di benak masyarakat. Dan hal ini berlanjut hingga sekarang.
Namun, ketakutan akan hiu sangat kental terasa pada musim panas 1975, ketika Jaws pertama kali dirilis. Jumlah pengunjung pantai menurun tajam pada musim panas itu, dan laporan palsu tentang serangan hiu meningkat drastis. Jaws juga dianggap bertanggung jawab atas meningkatnya popularitas perburuan hiu yang akhirnya menyebabkan penurunan populasi hiu.
Sebagai respons terhadap konsekuensi negatif yang gak terduga dari film tersebut, Peter Benchley, penulis novel asli yang menjadi inspirasi film Jaws, kemudian menyadari betapa kelirunya penggambaran hiu dalam novelnya. Ia mendedikasikan hidupnya untuk upaya konservasi hiu.
4. Top Gun (1986)

Top Gun menampilkan pertempuran udara paling mendebarkan yang pernah direkam dalam film. Digarap oleh sutradara Tony Scott yang menampilkan kemampuan terbaiknya dan bintang Tom Cruise yang juga menampilkan akting terbaiknya, bisa dibilang gak ada film yang lebih keren ketimbang Top Gun. Gak ada pula pahlawan yang lebih keren daripada Pete Mitchell, seorang pilot tempur pemberani yang dijuluki "Maverick."
Top Gun dibuat bekerja sama dengan Angkatan Laut AS. Sebagai imbalan atas penyediaan sumber daya kepada para pembuat filmnya, Angkatan Laut mensyaratkan persetujuan akhir atas naskah dan melakukan banyak perubahan pada film tersebut sebelum dirilis. Menurut buku Operation Hollywood: How the Pentagon Shapes and Censors the Movies, setelah film tersebut dirilis, jumlah pemuda yang mendaftar ke Angkatan Laut AS meningkat hingga 500 persen.
5. Philadelphia (1993)

Pada 1993, tertular AIDS merupakan sebuah hukuman mati. Pada saat itu, penyakit tersebut telah membunuh lebih dari 200.000 warga Amerika. Meskipun demikian, ketakutan dan kebencian yang meluas terhadap kaum homoseksual—kelompok yang paling terdampak penyakit ini—gak menjadi prioritas utama bagi sebagian besar politisi di AS.
Nah, karena masalah inilah, sutradara Jonathan Demme merilis drama yang memilukan berjudul Philadelphia. Film ini menceritakan kisah Andrew Beckett, seorang pengacara sukses yang diam-diam merupakan seorang homoseksual dan juga penderita AIDS. Di awal film, para mitra di firma hukumnya mengetahui rahasianya itu, dan langsung memecatnya. Kemudian terjadilah pertempuran hukum yang sengit saat Andrew menuntut mantan bosnya atas pemecatan yang tidak adil. Meskipun Andrew memenangkan kasus tersebut, tapi ia meninggal gak lama kemudian, karena AIDS merenggut nyawanya.
Jika dilihat dari kacamata standar modern, Philadelphia merupakan film yang cukup konvensional dan sangat sensitif untuk dikomentari. Tapi gak bisa dipungkiri betapa luar biasanya film ini untuk sebuah rilis teater besar pada saat itu. Philadelphia dianggap sebagai bagian penting dalam menghilangkan stigma AIDS dan membantu masyarakat Amerika untuk lebih peduli terhadap penderitaan kaum homoseksual dan penyakit AIDS yang merenggut nyawa mereka.
6. Sideways (2004)

Alexander Payne adalah seorang penulis sekaligus sutradara yang sudah membuat banyak film. Banyak film yang dibuatnya berbalut cita rasa komedi gelap yang berbeda tentang laki-laki paruh baya yang galau, seperti film About Schmidt, The Descendants, dan Nebraska. Nah, filmnya yang paling terkenal, tentang laki-laki paruh baya yang paling galau adalah Sideways.
Sideways menceritakan kisah Miles dan Jack, dua teman pecandu alkohol yang sudah lanjut usia. Mereka mencicipi berbagai anggur selama seminggu di Lembah Santa Ynez. Film ini sukses besar baik secara komersial maupun ulasan kritikus film. Hebatnya, film ini memenangkan Academy Award untuk Skenario Adaptasi Terbaik. Nah, salah satu dampak yang sangat berpengaruh dari film ini adalah mengubah industri anggur.
Miles bilang kalau anggur favoritnya adalah pinot noir. Tapi ia gak suka merlot, bahkan gak mau meminumnya. Rupanya, banyak penikmat anggur yang menanggapi preferensi Miles dengan serius. Sebab, gak lama setelah Sideways dirilis, penjualan pinot noir meningkat sebesar 16 persen, sementara penjualan merlot turun beberapa persen.
Salah satu perubahan yang lebih besar karena film tersebut adalah lonjakan masyarakat AS dalam konsumsi anggur dan wisata anggur. Banyak lokasi ikonik dari film tersebut, seperti The Hitching Post, kini menjadi destinasi yang wajib dikunjungi bagi wisatawan yang datang ke daerah penghasil anggur California. Ada pula banyak situs web yang menawarkan panduan bagi wisatawan yang ingin meniru perjalanan Miles dan Jack di daerah penghasil anggur.
7. Super Size Me (2004)

Kamu mungkin tahu kalau terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji itu gak baik untuk kesehatan. Yap, film dokumenter terkenal berjudul Super Size Me, dibuat untuk menjawab satu pertanyaan: "Seberapa buruknya makanan cepat saji?" Pembuat film ini, Morgan Spurlock, menjadikan dirinya kelinci percobaan selama sebulan penuh ketika ia hanya makan McDonald's tiga kali sehari. Ia pun mendokumentasikan efeknya pada kesehatan fisik dan mentalnya.
Yap, selama berjalannya satu bulan itu, kesehatannya mulai memburuk. Banyak dokter mendesaknya untuk menghentikan makanan tersebut, tetapi Spurlock tetap bertahan. Pada akhir percobaan, berat badannya naik sekitar 13 kilogram. Ia juga kehilangan banyak massa otot dan menderita sakit kepala, depresi, serta disfungsi seksual.
Kendati begitu, tubuh Morgan Spurlock mampu pulih dari efek negatif pembuatan film ini. Namun, dampaknya pada industri makanan cepat saji bersifat permanen. Pasalnya, 6 minggu setelah perilisan Super Size Me, McDonald's menghapus Super Size dari menunya. Mungkin karena McDonald's ingin mengubah citra dirinya sebagai perusahaan yang lebih berorientasi pada kesehatan. Di sisi lain, frasa "Super Size" tercemar karena hubungannya dengan film ini.
8. An Inconvenient Truth (2006)

An Inconvenient Truth adalah sebuah karya yang sangat unik. Ini adalah film yang mendokumentasikan presentasi slide edukatif oleh mantan Wakil Presiden Al Gore. Film ini awalnya bukanlah kandidat yang digadang-gadang akan sukses di bioskop. Namun, film ini justru menjadi salah satu film dokumenter paling sukses sepanjang masa, lho.
Kebenaran yang gak menyenangkan di inti film ini adalah fakta bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia itu nyata, dan merupakan ancaman signifikan bagi semua kehidupan di planet ini. Tujuan Gore dalam membuat film ini, bersama dengan sutradara Davis Guggenheim, adalah untuk menjabarkan realitas situasi ini dengan jelas, dan menguraikan solusi untuk masalah ini. Seperti yang dikatakan Gore sendiri, "Kita memiliki semua yang kita butuhkan untuk memulai, kecuali mungkin kemauan untuk bertindak. Itu adalah sumber daya terbarukan. Mari kita perbarui."
Sebuah studi oleh Nielsen Company dan Universitas Oxford menemukan bahwa An Inconvenient Truth punya pengaruh yang signifikan pada mereka yang telah menontonnya. Banyak penonton yang akhirnya sadar tentang isu-isu perubahan iklim dan mengubah kebiasaan serta gaya hidup mereka. Makalah lain menemukan bahwa dalam waktu 2 bulan setelah An Inconvenient Truth dirilis, jumlah karbon di daerah tempat film dokumenter tersebut diputar menurun secara signifikan.
Ada banyak cara lain film ini memberikan dampak, seperti menginspirasi konser amal 2007 yang disebut Live Earth. Demi masa depan seluruh umat manusia, semoga film ini, dan film-film serupa lainnya, terus memberikan dampak untuk mengubah pandangan masyarakat.
9. Bernie (2011)

Dalam film Bernie, komedian Jack Black mengambil peran yang sangat gelap dalam penggambaran Bernie Tiede, seorang petugas kamar mayat yang dihukum karena pembunuhan temannya yang berusia 80 tahun, Marjorie Nugent. Dengan proyek ini, pembuat film Richard Linklater membawa konsep berdasarkan kisah nyata dengan cara yang baru. Sebab, film tersebut menampilkan orang-orang nyata yang mengenal Tiede dan Nugent dalam peran kecil dan penampilan cameo.
Ada kemungkinan untuk menafsirkan peristiwa dalam film tersebut sehingga keputusan Bernie untuk membunuh temannya sejujurnya bisa dibenarkan. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor dan keadaan di luar kendalinya. Jadi, beberapa orang yang menonton film tersebut justru terpengaruh oleh pesona Bernie.
Film ini menginspirasi para pengacara dan hakim untuk memeriksa kembali beberapa faktor yang meringankan kasus Bernie Tiede, termasuk sejarah panjang pelecehan yang diderita sepanjang hidupnya, baik sebagai anak kecil maupun di tangan Nugent. Hakim Distrik Negara Bagian Diane DeVasto memerintahkan pembebasan Tiede, dengan syarat yang gak biasa, yaitu ia harus tinggal di sebuah apartemen di garasi Richard Linklater, sebuah syarat yang disetujui Linklater. Namun, gak semua orang suka dengan hasil ini. Shanna Nugent, cucu perempuan Marjorie Nugent, mengklaim bahwa film Bernie adalah dramatisasi untuk membela Tiede, bukan fakta sebenarnya dari kasus tersebut.
10. Blackfish (2013)

Film dokumenter berjudul Blackfish menceritakan kisah nyata tragis Tilikum, seekor paus orca milik SeaWorld yang membunuh tiga orang. Inti dari film ini adalah, bagi makhluk sekuat dan secerdas paus orca, hidup di penangkaran di taman hiburan bisa membuatnya traumatis.
Blackfish tentu saja gak menyalahkan paus orca atas tindakan mereka. Sebaliknya, film ini menyalahkan lembaga-lembaga yang menampung mereka, seperti SeaWorld. Di sisi lain, pengunjung yang selalu memadati SeaWorld tentu membuat bisnis ini menguntungkan.
Jadi, segera setelah Blackfish dirilis, jumlah pengunjung di SeaWorld menurun tajam. Hancurnya reputasi perusahaan itu sangat parah. Jadi, selama tahun berikutnya, saham SeaWorld turun 50 persen. Meskipun SeaWorld berupaya memperbaiki masalah itu untuk sementara waktu, dengan merilis bantahan poin demi poin terhadap banyak tuduhan dalam film dokumenter tersebut, SeaWorld akhirnya menyerah.
11. Spectre (2015)

Film James Bond berjudul Spectre, dibuka dengan salah satu adegan aksi paling berkesan dalam sejarah franchise ini. Adegan tersebut menampilkan James Bond yang berusaha menghentikan pemboman teroris di Mexico City selama parade Día de Muertos (Hari Orang Mati). Lengkap dengan kendaraan hias raksasa, band musik, dan ratusan orang yang berpakaian seperti kerangka.
Adegan ini bekerja sama dengan pemerintah Meksiko, yang menawarkan insentif pajak kepada Sony sebagai imbalan untuk menggambarkan Meksiko sebagai tujuan wisata yang indah dan eksotis. Rencana ini berhasil, karena wisatawan dari seluruh dunia memang berbondong-bondong ke Mexico City pada tahun berikutnya untuk melihat tradisi Meksiko kuno ini. Tapi, ada satu masalah—parade yang digambarkan dalam film tersebut sebenarnya belum ada.
Sebab, hingga tahun 2015, Día de Muertos hanya dirayakan di Meksiko sebagai acara keluarga. Namun, setelah perilisan film Spectre, dan untuk memenuhi harapan wisatawan asing, pemerintah Meksiko menciptakan parade Hari Orang Mati yang megah. Acara ini pun secara langsung terinspirasi pada parade yang muncul di Spectre.
Reaksi dari masyarakat Meksiko beragam. Namun, banyak yang melihatnya sebagai aksi murahan ketimbang tradisi baru yang disambut baik. Claudio Lomnitz, profesor studi Meksiko di Universitas Columbia, bilang, "Ada unsur yang dapat kita sebut 'narsisisme nasional,' imajinasi nasional yang mencintai citranya sendiri, yang tercermin dalam cermin Hollywood."
Kisah-kisah yang dibuat dalam film yang sudah kita bahas di atas memang gak hanya menghibur, tetapi juga menyadarkan kita bahwa keyakinan di masyarakat terkadang dibentuk oleh media, seperti film. Nah, kira-kira film apa lagi nih, yang punya dampak dan mengubah pandangan masyarakat?


















