Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Di Balik Musik Nuh… Sederhana, Suka Dengerin Bing Slamet hingga P. Ramlee

Di Balik Musik Nuh… Sederhana, Suka Dengerin Bing Slamet hingga P. Ramlee
potret Nuh… di kantor IDN, Jakarta, Kamis (23/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Setuju gak kalau selera musik seseorang terkadang tumbuh dari apa yang sering didengarnya sejak kecil? Hal tersebut ternyata juga dialami oleh Nuh…, lho.

Musisi asal Medan, Sumatra Utara, yang dikenal lewat lagu “Teruntuk Mia” itu mengaku identitas warna musiknya yang bersahaja tidak lahir begitu saja. Dalam wawancara eksklusif bersama IDN Times, Nuh… menyebut warna musik tersebut tumbuh dari kebiasaannya mendengarkan lagu-lagu favorit orangtuanya sejak kecil.

1. Musik bersahaja Nuh…, ternyata berakar dari lagu-lagu favorit orangtuanya

IMG_6884.jpeg
potret Nuh… di kantor IDN, Jakarta, Kamis (23/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dalam sesi wawancara eksklusif di kantor IDN, Jakarta, Kamis (23/7/2026), Nuh mengungkapkan, warna musik yang selama ini melekat pada karya-karyanya tidak hadir begitu saja. Ketertarikannya pada musik yang terdengar bersahaja tumbuh dari kebiasaan mendengarkan lagu-lagu favorit orangtuanya sejak kecil.

“Karena emang dari awal suka dengar-dengarin yang kayak gitu (musik bersahaja),” ujar Nuh.

Karena tumbuh dengan lagu-lagu yang kerap diputar oleh orangtuanya, terutama saat menikmati perjalanan bersama keluarga, Nuh… pun mengungkap, referensi musiknya tak lepas dari karya-karya musisi legendaris, seperti Bing Slamet, P. Ramlee, hingga Dian Pramana Putra.

“Dari referensi musik juga, aku suka Bing Slamet, aku suka P. Ramlee, aku suka Dian Pramana Putra. Karena itu emang sehari-hari dulu didengerin sama orangtua, di perjalanan sering dengerin kayak gitu.”

Pengalaman inilah yang kemudian membentuk selera bermusik Nuh… hingga saat ini.

2. Selalu tertarik menciptakan lagu yang simple tapi enak didengar

IMG_6882.jpeg
potret Nuh… di kantor IDN, Jakarta, Kamis (23/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Pengaruh musik yang didengarnya sejak kecil pun turut membentuk cara Nuh… dalam menciptakan karya. Musisi yang juga bekerja sebagai ASN tersebut mengaku selalu tertarik menghadirkan lagu-lagu yang sederhana, tetapi tetap nyaman dan mudah dinikmati oleh pendengar.

“Jadi emang tertarik buat lagu yang simpel tapi enak didengar,” ungkap Nuh.

Ketertarikannya itu pun menjadi salah satu ciri khas warna musiknya yang bersahaja. Bagi Nuh…, musik tidak harus terdengar rumit untuk dapat meninggalkan kesan. Justru, kesederhanaan dalam sebuah lagu mampu menghadirkan kehangatan dan membuatnya lebih dekat dengan para pendengar.

3. Kembali dengan album kedua bertajuk Sarapan di Hari Minggu

IMG_6880.jpeg
potret Nuh… di kantor IDN, Jakarta, Kamis (23/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Setelah konsisten memperkenalkan warna musiknya yang bersahaja, kini Nuh… kembali menyapa para pendengarnya lewat album kedua bertajuk Sarapan di Hari Minggu. Album yang resmi dirilis pada 3 Juli 2026 tersebut memuat sembilan lagu dengan satu lagu kolaborasi bersama Basboi berjudul “Yank... (Bersama Basboi)”.

Selain itu, meski sudah lebih dulu dirilis, lagu “Teruntuk Mia” dan “Simpan Dulu Rindu” juga menjadi bagian dari album yang kental dengan nuansa hangat dan bersahaja khas Nuh….

Berikut daftar lagu di album Sarapan di Hari Minggu.

  • Niat Baik
  • Sarapan di Hari Minggu
  • Bahkan Jika
  • Teringat
  • Teruntuk Mia
  • Cinta Tanpa Tapi
  • Yank… (Bersama Basboi)
  • Simpan Dulu Rindu
  • Seadanya Kita

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More