YouTuber Bayu Skak baru-baru ini berhasil menunjukan film karyanya ke hadapan publik. Film berjudul Yowis Ben ini merupakan film berbahasa jawa dan merupakan film komedi yang berlatar cerita masa SMA di Kota Malang. Tidak hanya kocak dengan dialog dan adegan yang berada dalam film, berikut merupakan pelajaran berharga yang dapat diambil dari film tersebut.
Gak Cuma Kocak, Ini Pelajaran Berharga di Film Yowis Ben!

1. Sukses itu tidak gampang, butuh kerja keras yang berkesinambungan, jangan menyerah
Sukses itu tidak gampang dan instan. Kamu perlu melakukan usaha dan perjuangan secara terus menerus. Di dunia ini, meraih sesuatu yang disukai itu tidak mudah, kuncinya 'jangan menyerah'.
Perjuangan ini juga dialami Bayu dan kawan-kawan di dalam film yang menceritakan perjuangan mereka mengenalkan karya mereka agar diakui sebagai sebuah band. Mereka harus menyewa studio setiap hari, latihan setiap hari dan akhirnya harus patungan untuk membeli kamera untuk mengunggah video mereka di YouTube. Jika kamu benar-benar ingin sukses, selalu ada banyak jalan.
2. Jangan pernah meninggalkan mereka yang menemanimu dari kamu belum menjadi siapa-siapa
Mereka yang menemanimu adalah mereka yang menerimamu apa adanya, tidak memperolok kekuranganmu, namun selalu mendorongmu untuk maju. Mereka yang setia padamu, keluarga maupun sahabat, tidak pantas dihianati demi keegoisanmu.
Salah satu adegan dalam film ini menunjukan sikap pemeran utama yaitu Bayu yang berubah dalam menggapai mimpinya karena sudah mulai meraih popularitas dan mendapatkan cintanya, Susan. Hal ini membuat konsentrasinya terpecah dan membuat grup tidak kompak lagi. Alhasil, band yang semula dibentuk susah payah sempat bubar. Yang bisa mempertahankan suksesmu adalah sikap dan hatimu, jangan pernah berubah kecuali jika kamu berubah untuk menjadi lebih baik.
3. Sayangi dan hormati orang tua apa pun keadaannya
Di film ini Bayu Skak mencontohkan betapa ia menghormati dan menyayangi orang tua lewat tokoh Bayu yang rela membantu ibunya berjualan pecel sehingga dijuluki 'pecel boys'. Meski berada dalam keadaan yang bisa dibilang 'kurang uang' namun ia tetap memiliki mimpi.
Di salah satu adegan juga mengisahkan bahwa Doni (Joshua Suherman) yang meski merasa tidak diperhatikan oleh orangtuanya, namun berambisi untuk membuat orang tuanya bangga dan membuktikan bahwa ia bisa sukses. Ini merupakan hal yang pantas dicontoh, bagaimanapun orang tua adalah 'rumah' bagi kita untuk selalu kembali, sayangi mereka selagi masih ada.
4. Karya lebih penting daripada 'tampang'
Karya itu lebih penting daripada tampang. Hal ini diungkapkan oleh tokoh Nando (Brandon Salim) yang merasa ingin dikenal lebih karena karyanya, bukan karena wajahnya yang tampan. Di salah satu adegan, Nando kecewa ketika band mereka mengunggah video di youtube dan mendapati komentar netizen hanya sebatas mengomentari ketampanan dirinya, ia ingin mendapat komentar mengenai karya band-nya.
Hal ini mengajarkan bahwa tidak masalah kamu ganteng, cantik atau biasa saja, kamu akan lebih berharga jika terus menunjukan perjuanganmu dan menghasilkan karya yang berkualitas.
5. Cinta itu selalu ada, asal kamu menjadi diri sendiri
Bagaimanapun kamu, akan selalu ada yang benci dan suka kepadamu. Jadi, asal kamu menjadi diri sendiri, kamu juga selalu akan menemukan cinta. Adegan dalam film dimana Susan (Cut Meyriska) menyatukan kembali 'Yowis Ben' yang sempat bubar serta Bayu yang hatinya tidak berubah untuk Susan membuktikan bahwa, jika kamu tulus, kamu selalu akan mendapatkan yang terbaik.
Kamu udah nonton film ini belum? Masih tayang di bioskop lho.