Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Hal Tidak Masuk Akal di Upin & Ipin yang Jarang Disadari
Rajoo punya kemampuan bicara dengan binatang (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin: Geng Pengembaraan Bermula)
  • Upin dan Ipin beberapa kali digambarkan mengalami mimpi yang sama secara bersamaan, meski mimpi disebut bersifat personal dan acak.
  • Murid Tadika Mesra mendapat tugas serta materi seperti membuat miniatur rumah, perkalian, pelangi, dan sistem pencernaan yang dinilai terlalu sulit untuk usia mereka.
  • Rajoo diperlihatkan mampu berkomunikasi dua arah dengan binatang, termasuk Sapy dan Opet, melalui respons serta percakapan verbal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Siapa yang tidak tahu Upin & Ipin? Kartun asal Malaysia ini sudah menemani masa kecil anak-anak kelahiran akhir tahun 90-an hingga awal tahun 2000-an selama bertahun-tahun. Menampilkan cerita sehari-hari yang sederhana tapi menghibur di Kampung Durian Runtuh, kartun ini masih eksis sampai sekarang dan menjadi tontonan lintas generasi.

Karena digambarkan berlatar di dunia manusia, kehidupan yang dijalani para karakternya pun terasa dekat dengan dunia kita. Meski terlihat realistis, ternyata kalau ditonton dengan jeli, ada beberapa kejanggalan yang jika dipikir secara logika, sebenarnya tidak masuk akal terjadi. Kita semua tahu kalau dunia Upin & Ipin itu memang sebatas kartun, jadi hal-hal janggal seperti itu wajar saja terjadi. Namun, rasanya tetap saja menarik untuk dibahas.

1. Upin dan Ipin punya mimpi yang sama di waktu bersamaan

Upin dan Ipin diperlihatkan sering punya mimpi yang sama di waktu bersamaan (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Rasanya tidak heran jika Upin dan Ipin punya banyak kesamaan dan ikatan yang kuat mengingat keduanya memang terlahir kembar. Namun, di beberapa episode, ikatan mereka diperlihatkan sampai ke level yang jika dipikir-pikir rasanya tidak masuk akal, terutama ketika punya mimpi yang sama. Bukan sekali dua kali, Upin dan Ipin terbilang sering memimpikan hal yang sama, bahkan di waktu yang bersamaan pula. Misalnya, mimpi bertemu Mak dan Abah, berubah jadi kecil, jadi pesulap, jadi tanaman, sampai tumbuh rambut.

Upin dan Ipin selalu bersama dan hampir mengalami kejadian yang sama setiap hari. Dari kejadian serupa yang mereka alami, mungkin saja mereka memikirkan hal tersebut hingga terbawa ke dalam mimpi. Namun, secara logika, mimpi adalah sesuatu yang sangat personal dan acak. Hampir mustahil dua orang bisa mengalami mimpi yang sepenuhnya sama di waktu bersamaan, bahkan untuk anak kembar sekalipun. Jadi, rasanya mungkin masih wajar jika mimpi Upin dan Ipin hanya sebatas mirip, tidak dengan detail dan alur yang sama.

2. Tugas dan materi sekolah yang terlalu sulit untuk anak-anak Tadika Mesra

Cikgu Melati menjelaskan proses pencernaan makanan pada manusia di depan murid-muridnya (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Kamu mungkin masih ingat dengan beberapa kegiatan atau tugas sewaktu duduk di bangku taman kanak-kanak. Anak yang duduk di kelas tersebut, biasanya baru diperkenalkan dengan huruf, angka, warna, cara mengeja, belajar berhitung, atau kegiatan seru, seperti menggambar, mewarnai, dan menari.

Sebagian besar pengalamanmu sewaktu duduk di taman kanak-kanak mungkin juga kamu lihat pada apa yang dipelajari Upin dan Ipin di sekolah. Pada beberapa momen, mereka diperlihatkan belajar membaca dan mendapat tugas hitungan dasar. Namun, di luar itu, Upin dan Ipin menerima lebih banyak dari apa yang kita pelajari saat TK dulu.

Ada beberapa episode yang pernah menampilkan materi dan tugas sekolah Upin dan Ipin, yang mana jika dipikir-pikir, sulit diterima anak-anak seusia mereka. Misalnya, pada episode "Rumah Hijau Opah", mereka ditugaskan membuat miniatur rumah, yang bahkan harus dikumpulkan keesokan harinya. Di sekolah, mereka juga sudah dikenalkan dengan perkalian, proses terbentuknya pelangi, hingga sistem pencernaan manusia, yang mana materi tersebut biasanya baru diterima ketika duduk di bangku sekolah dasar.

3. Rajoo bisa bicara dengan binatang

Rajoo punya kemampuan bicara dengan binatang (dok. Les' Copaque Production/Geng Pengembaraan Bermula)

Kalau bicara karakter Upin & Ipin yang bisa berkomunikasi dengan binatang, siapa lagi jawabannya kalau bukan Rajoo. Meski jadi karakternya jarang muncul, Rajoo yang merupakan anak Uncle Muthu ini digambarkan memiliki kelebihan yang unik dan langka. Seperti yang kita tahu, keluarga Uncle Muthu memelihara seekor sapi kesayangan bernama Sapy. Nah, melalui Sapy lah kita bisa melihat kemampuan Rajoo ini.

Pada film Geng Pengembaraan Bermula, kamu bisa melihat Sapy yang berlari begitu diperintah Rajoo. Ia juga mengangguk seakan mengerti ucapan Rajoo begitu bocah tersebut berbisik di telinganya. Sapy mampu merespons dengan anggukan, ekspresi, bahkan tingkah yang seolah-olah ia benar-benar paham. Selain itu, Rajoo juga memahami ucapan Opet, binatang yang ia temui di dalam hutan, begitu pula sebaliknya.

Di dunia nyata, binatang tidak bisa berkomunikasi dua arah dengan manusia. Pasalnya, binatang tidak menggunakan bahasa dengan struktur kosakata atau kalimat seperti kita. Begitu juga dengan manusia yang tidak bisa memahami apa yang keluar dari mulut binatang. Namun, Rajoo justru diperlihatkan mampu bertukar kata secara verbal. Jadi, kalau punya kemampuan yang sama dengan Rajoo, apakah binatang peliharaanmu akan kamu jadikan sebagai teman curhat atau bahkan kamu mintai pendapat?

Mungkin, karena terlalu asyik dengan ceritanya, hal-hal tidak masuk akal di Upin & Ipin menjadi jarang kita perhatikan. Namun, kejanggalan-kejanggalan seperti inilah yang justru membuat ceritanya lebih seru dan penuh imajinasi. Terkadang, kita memang perlu mengesampingkan logika ketika menonton kartun demi cerita yang lebih menghibur. Kalau menurutmu, kejanggalan apalagi yang pernah kamu temukan di Upin & Ipin?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article