Comscore Tracker

6 Film Animasi yang Bukan dari Disney yang Mendapatkan Piala Oscar

film-film animasi non Disney atau Pixar yang raih Oscar

Pada Academy Awards 2023, ada salah satu film Netflix yang dinominasikan untuk kategori Film Animasi Terbaik, film tersebut adalah Guillermo del Toro's Pinocchio (2022) atau bisa juga disebut Pinocchio versi Netlix. Film tersebut mendapatkan pujian dari para kritikus. Jika film tersebut mendapatkan penghargaan di ajang Piala Oscar, maka Pinocchio versi Netflix ini akan menjadi film animasi ketujuh yang bukan buatan Disney atau Pixar yang mendapatkan Piala Oscar untuk Film Animasi Terbaik.

Katagori Film Animasi Terbaik di ajang Academy Awards dimulai pertama kali pada 2001 dan para pemenangnya didominasi oleh animasi yang diproduksi Disney dan Pixar. Tercatat, sejauh ini hanya 6 film animasi yang bukan dari Disney atau Pixar yang berhasil mendapatkan penghargaan tersebut. Apa saja ya?

Baca Juga: 15 Film Animasi Disney Dirilis Walt Disney Animation Studios, Keren!

1. Shrek (2001)

6 Film Animasi yang Bukan dari Disney yang Mendapatkan Piala Oscarcuplikan film Shrek (2001) (dok. Dreamworks Animation/Sherk)

Film yang diproduksi oleh Dreamworks Animation ini menjadi film animasi panjang pertama yang memenangkan penghargaan Film Animasi Terbaik di Piala Oscar. Film ini disutaradai oleh Andrew Adamson dan Vicky Jenson.

Sherk menceritakan seorang Ogre yang harus menyelamatkan seorang putri bernama Fiona untuk bisa mengembalikan tempat rawanya yang dipenuhi dengan makhluk ajaib. Shrek ditemani oleh Donkey si keledai dalam petualangannya. Film ini dulu juga menjadi salah satu film animasi yang sering diputar di televisi ketika musim liburan tiba.

2. Spirited Away (2001)

6 Film Animasi yang Bukan dari Disney yang Mendapatkan Piala Oscarcuplikan film Spirited Away (2001) (dok. Studio Ghibli/Spirited Away)

Sebuah maharkarya dari Hayao Miyazki dan kini menjadi film terbaik yang pernah dihasilkan oleh Studio Ghibli. Spirited Away juga menjadi satu-satunya film animasi dari luar Amerika Sertikat yang memenangkan Film Animasi Terbaik di ajang Piala Oscar alias Academy Awards di tahun 2002.

Film ini bercerita tentang seorang anak perempuan bernama Chihiro yang tersesat di dunia yang diisi dengan makhluk-makhluk supranatural, setelah dia dan keluarganya tiba di sebuah tempat aneh ketika menempuh perjalanan untuk pindah rumah. Petualangan besar pun dilalui oleh Chihiro agar bisa kembali ke dunia yang normal.

Baca Juga: 13 Film Animasi Terbaik Oscar Ini Bisa Ditonton di Disney+ Hotstar

3. Wallace & Gromit: The Curse of the Were-Rabbit (2005)

6 Film Animasi yang Bukan dari Disney yang Mendapatkan Piala Oscarcuplikan film Wallace & Gromit: The Curse of the Were-Rabbit (2005) (dok. Aardman Animation/Wallace & Gromit: The Curse of the Were-Rabbit)

Hanya sedikit film animasi yang diproduksi pada 2005, sehingga yang masuk dalam nominasi Film Animasi Terbaik di Academy Awards 2006 hanya tiga judul saja termask Wallace & Gromit: The Curse of the Were-Rabbit yang keluar sebagai pemenang. Dua judul lainnya adalah Howl's Moving Castle dan Corpse Bride.

Dibandingkan dengan film animasi lainnya,  film yang diproduksi oleh Aardman Animations dan Dreamworks Animation ini memang kurang populer, namun memiliki cerita cukup menarik. Yaitu tentang persahabatan seorang manusia bernama Wallace dan anjingnya, Gromit sebagai penyedia jasa pengendali hama.

4. Happy Feet (2006)

6 Film Animasi yang Bukan dari Disney yang Mendapatkan Piala Oscarcuplikan film Happy Feet (2006) (dok. Warner Bros. Pictures/Happy Feet)

Film animasi yang diproduksi oleh Warner Bros. Pictures ini memenangkan penghargaan Film Animasi Terbaik pada Academy Awards 2007. Happy Feet mengalahkan dua film animasi lainnya yang menjadi nominasi saat itu, Cars dan Monster House.

Happy Feet mengisahkan seekor anak penguin kaisar bernama Mumble yang dikucilkan dan terusir dari kawanannya karena dianggap aneh, Mumble tidak bernyanyi seperti penguin lainnya dan malah berbakat dalam menari. Mumble pun menempuh petualangan besar yang bisa menjadikan kehidupan kawanan penguin di kutub selatan menjadi lebih baik.

5. Rango (2011)

6 Film Animasi yang Bukan dari Disney yang Mendapatkan Piala Oscarcuplikan film Rango (2011) (dok. Nickelodeon Movies/ Rango)

Film ini diproduksi oleh Nickeloden Movies ini turut dibintangi oleh Johnny Depp sebagai voice actor sang tokoh utama. Rango menang dalam ajang Academy Awards 2012 sebagai Film Animasi Terbaik, mengalahkan 4 film animasi lainnya yang ada di nominasi.

Film ini bercerita tentang Rango, seekor bunglon yang berambisi menjadi pahlawan. Dia tiba di suatu kota yang gersang dan dikuasai oleh bandit-bandit. Rango kemudian memutuskan untuk melawan para bandit itu dan melindungi warga kota.

6. Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018)

6 Film Animasi yang Bukan dari Disney yang Mendapatkan Piala Oscarcuplikan film Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018) (dok. Sony Pictures Animation/Spider-Man: Into the Spider-Verse)

Spider-Man: Into the Spider-Verse adalah film yang diproduksi oleh Sony Pictures Animation, dan mendapatkan pujian yang luar biasa karena jalan cerita dan kualitas animasi yang memanjakan mata. Film ini mengalahkan empat film animasi lainnya di Academy Awards 2019, termasuk Incredibles 2 dari Pixar Animation Studios.

Film ini berfokus pada Miles Morales, seorang pelajar pengagum Spider-Man yang kemudian harus melintasi dunia pararel dan dirinya sendiri juga menjadi Spider-Man lalu bertemu dengan Spider-Man lainnnya di dimensi lain.

Mesikpun film animasi yang keren itu didominasi oleh Disney dan Pixar, namun kini studio animasi lainnya mulai mampu bersaing untuk bisa menang di Academy Awards. Bagaimana, apakah kamu sudah pernah menonton film-film animasi yang disebutkan di atas?

Baca Juga: 6 Rekomendasi Film Reimagined Disney di Disney+ Hotstar, Wajib Tonton!

Hilman Azis Photo Verified Writer Hilman Azis

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Diana Hasna

Berita Terkini Lainnya