Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Hukuman bagi Murid di Sekolah BoBoiBoy, Disuruh Ngapain?
daftar hukuman yang diberlakukan bagi para murid di sekolah BoBoiBoy (youtube.com/Monsta Universe)
  • BoBoiBoy, Gopal, dan Fang dihukum membersihkan lingkungan SD Pulau Rintis setelah berada di koridor terlarang tanpa izin.
  • BoBoiBoy dan Fang pernah berdiri di atas meja sambil mengangkat kursi serta ember setelah terus beradu mulut di kelas.
  • Gopal menerima pukulan sekali dengan rotan dari Papa Zola atas permintaan ayahnya, setelah mendapat nilai matematika dadakan terendah hingga negatif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di sekolah, kita pastinya sudah akrab dengan bermacam-macam hukuman yang diberikan oleh guru kita. Bila datang terlambat upacara mesti berdiri di barisan khusus yang terpisah dari teman kelas lainnya, bila lupa mengerjakan PR bakal disuruh berdiri di depan kelas sampai pelajaran selesai, bagi siswa laki-laki yang rambutnya panjang atau jauh dari kesan rapi bakal digunting secara serampangan, bagi siswa yang membawa barang terlarang, macam ponsel, makeup, atau barang elektronik lainnya, bakal disita dan baru dikembalikan menjelang lulus.

Pokoknya, ada bermacam-macam hukuman spesifik yang kita sendiri pun tak semuanya ingat, karena kini sudah jadi alumni. Nah, di sekolah SD tempat BoBoiBoy dan kawan-kawannya mengenyam pendidikan, peraturan dan hukuman juga menjadi hal yang diberlakukan di lingkungan mereka. Setidaknya, ada tiga hukuman yang pernah terlihat jelas diterapkan di SD Pulau Rintis, bahkan BoBoiBoy sendiri juga pernah mendapatkannya. Coba cek, apakah hukuman ini juga turut diberlakukan di sekolahmu dulu?

1. Membersihkan lingkungan sekolah

BoBoiBoy, Gopal, dan Fang dihukum membersihkan kawasan sekolah, usai melanggar peraturan (youtube.com/Monsta Universe)

Pada episode "Lambat ke Sekolah" musim 2, BoBoiBoy, Gopal, dan Fang tiba di SD Pulau Rintis agak sedikit terlambat karena di perjalanan mereka sempat diserang oleh kucing sewel saat melewati Lorong Pak Senin Koboi. Namun, meski sudah berhasil masuk ke gedung sekolah, bukannya langsung pergi ke kelas, mereka malah mampir dulu di ruang koridor sekolah karena ingin melihat daftar pencapaian Yaya yang terpajang di dinding.

Di sinilah mereka akhirnya harus sekali lagi berurusan dengan Yaya yang merupakan teman sekelas sekaligus pengurus berbagai hal di sekolah mereka. Yaya memergoki BoBoiBoy, Gopal, dan Fang berada di ruang koridor yang seharusnya tak boleh dimasuki murid-murid biasa tanpa jabatan seperti mereka. Akhirnya, sebagai hukuman, nama mereka bertiga pun dicatat di notebook Yaya dan mereka dihukum untuk membersihkan kawasan sekolah, mulai dari mencabuti rumput sampai memungut sampah yang berserakan.

2. Berdiri di atas meja sambil mengangkat kursi

Fang dan BoBoiBoy mendapat hukuman disuruh berdiri di atas meja sambil mengangkat kursi berisi tumpukan ember di atas kepala mereka (youtube.com/Monsta Universe)

Bahkan, tindakan seperti berantem di kelas, meski tanpa adu fisik sama sekali, juga turut memiliki hukuman tersendiri di SD Pulau Rintis. Yaya yang jengah melihat Fang dan BoBoiBoy terus beradu mulut perihal asal-usul kekuatan yang diberikan Ochobot akhirnya memutuskan untuk melerai dengan mencatat nama kedua rekan sekelasnya itu. Tak cuma dicatat, mereka juga dihukum dengan disuruh berdiri di atas meja sambil menggotong kursi, lengkap dengan tumpukan ember yang berada di atasnya.

Entah berapa lama Yaya menetapkan hukuman untuk kedua temannya itu. Namun, baru sebentar BoBoiBoy dan Fang menjalani hukuman, mereka sudah mulai bergaduh lagi, bahkan sampai saling menendang satu sama lain. Keduanya pun akhirnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke bawah setelah terkena efek gelombang dahsyat dari senjata milik Adu Du.

3. Dipukul dengan rotan

Gopal menerima hukuman berupa hantaman rotan keinsafan dari Papa Zola atas perintah ayahnya di rumah (youtube.com/Monsta)

Untuk hukuman terakhir ini bukan Yaya yang memberikannya, melainkan Papa Zola sendiri sebagai pengajar di kelas BoBoiBoy. Pada episode "Probe Dalam Ingatan" musim 3, akhirnya tibalah hari di mana diumumkannya nilai ujian matematika dadakan yang sempat membuat seisi kelas gempar dan panik beberapa waktu lalu. Rupanya, Gopal mendapat nilai ujian terendah, sampai-sampai mencapai angka negatif.

Gopal pun jadi risau bagaimana harus memberitahukan nilai ujiannya yang rendah itu pada ayahnya. Tak disangka, baru saja ia mengeluh, Papa Zola ternyata sudah menyampaikan perihal kegundahan muridnya itu kepada ayahnya. Pakcik Kumar selaku orangtua Gopal akhirnya meminta Papa Zola untuk memberikan sedikit hukuman kepada Gopal dengan memukulnya menggunakan rotan kayu keinsafan. Gopal pun sempat terdengar menjerit kesakitan, meski cuma dihantam rotan sekali saja.

Bahkan, hal spesifik seperti hukuman sekolah pun turut diperlihatkan di serial BoBoiBoy. Menonton adegan-adegan di atas bikin kita jadi nostalgia dengan kenangan semasa masih menjadi pelajar dahulu. Ada segelintir momen ketika kita turut dikenai hukuman, meski hukuman yang kita terima mungkin tak sepenuhnya sama dengan hukuman yang diterapkan di SD tempat BoBoiBoy menempuh pendidikan. Tapi, secara umum, hukuman di sekolah memang ada yang tingkatannya ringan sampai yang cukup berat. Coba ingat-ingat lagi, kamu dulu pernah dihukum karena melanggar aturan apa?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article