Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

J-Rocks Doa Bareng dan Ajak Peduli Krisis Sekitar di Synchronize 2026

4 min read
J-Rocks Doa Bareng dan Ajak Peduli Krisis Sekitar di Synchronize 2026
potret J-Rocks di Synchronize Fest 2026 (dok. IDN Times/Rani Asnurida
  • J-Rocks tampil enerjik di Synchronize Fest 2026, sambil mengajak penonton peduli terhadap bencana, karhutla, demo, dan kerusuhan yang terjadi di tengah kondisi sulit.

  • Iman dan Wima menyerukan doa untuk pemulihan wilayah terdampak, penindakan pihak pembakar hutan, serta pemangku kebijakan yang bertanggung jawab dan berempati.

  • Band ini mengajak generasi muda menanamkan kebaikan, menolak korupsi dan sikap mementingkan keuntungan, lalu berdoa lintas agama untuk kedamaian Indonesia dan dunia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - J-Rocks tak hanya sukses membakar semangat penonton lewat penampilan enerjik di Synchronize Fest 2026. Di tengah riuhnya District Stage pada Minggu (18/10/2026) malam, band yang digawangi Iman Taufik Rachman tersebut juga menyampaikan pesan tentang pentingnya kepedulian, empati, dan menjaga bumi di tengah situasi yang sedang tidak baik-baik saja.

Saat tiba di District Stage sekitar pukul 18.20 WIB, saya melihat penonton sudah memadati area panggung. J-Rocks pun sudah membuka penampilan mereka dengan energi yang menggebrak. Namun, sebelum melanjutkan penampilan, Iman mengajak penonton untuk sejenak menaruh perhatian pada berbagai persoalan yang saat ini sedang terjadi di Indonesia.

“Tentunya kita tahu saat ini kondisi lagi gak baik-baik saja. Lagi banyak yang terdampak, ada bencana alam, ada demo, kerusuhan juga di beberapa negara. Jadi, tempat kita di Indonesia ini lagi karhutla, segala macam. Tentunya ini menjadi masalah kita bersama dan juga concern kita bersama. Karena kalau bukan kita yang jaga bumi ini, siapa lagi?” kata Iman di atas panggung.

Sang vokalis kemudian mengajak para penonton untuk bersama-sama mendoakan agar situasi tersebut segera membaik, kebakaran hutan dan lahan bisa berakhir, serta wilayah terdampak kembali pulih.

“Mari kita sama-sama berdoa. Karena mudah-mudahan karhutla ini cepat beres. Cepat turun hujan juga. Dan juga cepat pulih seperti sedia kala. Dan mungkin bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab sama hal ini bisa cepat ditindak,” lanjutnya.

Seruan itu disambut dengan pernyataan tegas oleh Wima, bassist J-Rocks, dengan mengatakan, “Hukum mereka yang membakar!.” Penonton pun kemudian bersorak riuh. Merespons pernyataan rekannya, Iman pun mengajak penonton untuk sama-sama mendoakan para pemangku kebijakan agar menjadi pribadi yang saleh dan takut kepada Tuhan dalam menjalankan tanggung jawab mereka.

“Juga kita doakan bersama para pemangku kebijakan dijadikan orang-orang soleh yang takut sama Tuhan. Karena yang penting itu takut sama Tuhan. Di dunia ini cuma sebentar doang kok. Cuma sampai berpuluh tahun, yang lama itu nanti di akhirat sana.”

Vokalis J-Rocks itu juga mengajak generasi muda untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anak mereka kelak. Ia mengingatkan pentingnya mendidik generasi penerus agar tidak menjadi koruptor dan tumbuh sebagai pribadi yang tidak hanya mementingkan keuntungan diri sendiri.

“Kita ajarin jangan jadi koruptor. Dan kita ajarin bahwa jangan jadi yang suka mengambil keuntungan aja,” serunya.

Menurut Wima, penting bagi semua orang untuk meningkatkan empati dan simpati di tengah situasi sulit seperti saat ini. Ia mengingatkan masyarakat, khususnya para pejabat, untuk lebih peka terhadap kondisi orang lain dan berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan agar tidak menambah beban bagi mereka yang sedang terdampak.

“Tingkatkan empati dan simpati kalian dan kita semua. Jangan kayak mereka semua yang kasih pernyataan yang tidak lucu, terutama pejabat-pejabat. Jika orang merasa stres dan tahu bagaimana daerahnya terdampak, tolonglah, jangan kasih pernyataan yang gak lucu kayak gitu.”

Sebelum melanjutkan penampilan, J-Rocks juga mengajak penonton untuk berdoa bersama agar Indonesia dan seluruh dunia senantiasa diberi kedamaian, ketenteraman, kebaikan, serta keberkahan di tengah situasi yang sedang terjadi. Penonton Muslim diminta untuk membaca Al-Fatihah, sementara yang memeluk agama lain dipersilakan untuk berdoa sesuai keyakinan masing-masing.

Momen inipun menghadirkan suasana berbeda di tengah festival musik yang dipenuhi energi dan sorak-sorai penonton. Untuk sesaat, perhatian semua orang tertuju pada doa dan harapan agar keadaan di Indonesia maupun belahan dunia lainnya segera membaik.

Setelahnya, J-Rocks pun kembali melanjutkan penampilan dengan lagu-lagu andalan mereka. Saat “Fallin’ in Love” dimainkan, penonton kompak bernyanyi bersama. Energi semakin memuncak ketika “Lepaskan Diriku” mengalun. Saat itu, banyak penonton melompat antusias bersama mengikuti dentuman musik rock yang enerjik. Saking meriahnya, saya sempat merasa District Stage berguncang sejenak.

Bagi saya, penampilan J-Rocks pada malam itu bukan hanya menghadirkan pertunjukan yang memacu adrenalin, tetapi juga meninggalkan kesan hangat lewat pesan yang mereka sampaikan. Di tengah situasi yang sedang tidak baik-baik saja, ada pengingat sederhana bahwa kita masih bisa saling menguatkan, menumbuhkan empati, dan menjaga bumi bersama-sama. Sebelumnya, Iman juga mengungkapkan bahwa J-Rocks sempat mengirimkan masker untuk teman-teman yang terdampak sebagai bentuk kepedulian mereka.

    Share Article
    Editorial Team

    Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

    Related Articles

    See More