Jarwo Kwat: Pemain-Kru Agak Laen: Menyala Pantiku! Dapat Bonus 200 Persen

Agak Laen: Menyala Pantiku! sempat menjadi sorotan luas karena kesuksesannya di box office Indonesia. Dirilis di bioskop pada 27 November 2025, film produksi Imajinari ini berhasil mengungguli para pesaingnya hingga menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa. Berdasarkan data Cinepoint, pada akhir masa penayangannya, Agak Laen: Menyala Pantiku! sukses mengumpulkan lebih dari 11 juta penonton. Gokil!
Nah, di balik fenomena tersebut, ternyata para pemain dan kru juga mendapatkan bonus sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian luar biasa film itu. Gak tanggung-tanggung, bonus tersebut sampai mencapai 200 persen. Hal ini diungkap langsung oleh Jarwo Kwat saat menjadi bintang tamu di Podcast Warung Kopi (PWK) yang videonya diunggah pada Sabtu (11/7/2026).
1. Jarwo Kwat sebut pemain dan kru Agak Laen: Menyala Pantiku! terima bonus 200 persen

Jarwo Kwat baru-baru ini hadir di Podcast Warung Kopi (PWK) yang dipandu oleh Gofar Hilman. Dalam obrolan mereka, aktor sekaligus komedian senior tersebut membagikan berbagai pengalamannya di balik syuting film Agak Laen: Menyala Pantiku!.
Tak hanya mengenang suasana syuting yang menurutnya menyenangkan, Jarwo Kwat juga menyebut bahwa seluruh pemain dan kru menerima bonus hingga 200 persen setelah film tersebut meraih 11 juta penonton, lho. Gokil!
“Alhamdulillah 11 juta penonton dan dapat bonus. Pemain dan kru semua 200 persen dari honor,” kata Jarwo Kwat.
Pernyataan Jarwo Kwat tersebut pun membuat Gofar Hilman terkejut hingga kembali memastikan nominal bonus yang diterima para pemain dan kru. Menanggapi hal itu, Jarwo Kwat membenarkan bahwa bonus yang diberikan memang mencapai 200 persen dari honor awal yang mereka terima.
“Misalkan honor lo sejuta. Jadi (terima) dua juta lagi,” lanjutnya.
2. Ungkap fasilitas syuting yang nyaman, banyak makanan

Selain menerima bonus 200 persen, Jarwo Kwat juga menceritakan pengalaman syuting film Agak Laen: Menyala Pantiku!. Menurutnya, proses syuting yang berlangsung di sebuah panti jompo di kawasan Tangerang itu didukung dengan fasilitas yang sangat lengkap, terutama untuk kebutuhan konsumsi para pemain dan kru. Bahkan, ada barista yang melayani.
“itu di panti jompo di daerah Tangerang syutingnya. Tapi hebat loh fasilitasnya. Makannya gak ada henti-hentinya. Ada tempat khusus. Mau kopi, ngopi apa aja ada. Baristanya ada. Makannya apa aja ada. Lengkap keren. Terjamin yang namanya makannya. Gak ada nasi box tuh gak ada,” ungkapnya.
3. Merasakan suasana syuting yang menyenangkan

Di samping itu, Jarwo Kwat juga memuji suasana syuting yang menurutnya menyenangkan. Pemeran karakter Karni tersebut menceritakan, seluruh pemain dan kru tetap bekerja dengan penuh semangat meski proses syuting berlangsung hingga pukul 04.00 pagi tanpa adanya ketegangan di lokasi.
“Suasana syuting juga gak ada yang bete-bete gitu. Menyenangkan semua dan kru-krunya juga begitu happy, syuting sampai jam 04.00 pagi, gak ada yang namanya emosi,” lanjutnya.
Meski begitu, Jarwo mengaku sempat sekali meluapkan keluh kesah, karena harus menunggu pengambilan adegan hingga pukul 02.00 dini hari. Menurutnya, di usianya saat ini, syuting hingga larut malam cukup menguras energi. Ia pun menyampaikannya kepada tim hingga akhirnya Ernest Prakasa segera mengambil adegan yang melibatkannya.
“Cuman gue doang sekali emosi, karena jam 02.00 malam belum di-take. Maksud gue begini, kita kan usia udah gak muda lagi. Maksudnya jam 00.00 udah. Sampai jam 02.00 ngomel aja, terus Koh Ernest udah gak enak juga, akhirnya di-take,” tambahnya.



















