Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

JKT48 Rilis REVOICE Seesaw Game Penuh Air Mata Versi Keroncong

4 min read
JKT48 Rilis REVOICE Seesaw Game Penuh Air Mata Versi Keroncong
Lulu, Oniel, Freya, dan Eli JKT48 (youtube.com/jkt48)
  • JKT48 merilis REVOICE untuk "Seesaw Game Penuh Air Mata", dibawakan Freya, Eli, Oniel, dan Lulu dengan aransemen keroncong serta penampilan berkebaya.
  • Versi ini menyisipkan monolog Jawa sebelum reff terakhir, sementara lirik dari reff terakhir hingga akhir lagu turut diubah ke bahasa Jawa.
  • Lagu menggambarkan cinta yang tak seimbang, kesulitan mengucapkan perpisahan, serta kenangan mantan yang tetap menyakitkan meski hubungan telah berakhir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

REVOICE JKT48 kembali hadir menyajikan lagu lawas dalam balutan aransemen baru. Kali ini, giliran lagu "Seesaw Game Penuh Air Mata" yang dibawakan dengan begitu manis oleh Freya, Eli, Oniel, dan Lulu.

Kali ini, JKT48 menjajal aransemen musik keroncong untuk lagu galau andalan para penggemar tersebut. Tak hanya itu, sebagian liriknya pun turut diubah ke dalam bahasa Jawa, loh! Yuk, simak lirik sekaligus makna lagu "Seesaw Game Penuh Air Mata" versi REVOICE JKT48!

  1. 1. Lirik lagu Seesaw Game Penuh Air Mata versi REVOICE JKT48

    Seesaw game yang penuh air mata
    Tentu saja diriku yang pasti akan kalah
    Sekarang meskipun aku ingin tersenyum
    Kelopak mata pun terasa perih

    Seesaw game yang penuh air mata
    Walau inilah pertaruhan terakhirku
    Air yang mengalir di pipiku ini
    Hanya sebuah gertakan

    Di kala ku merasa sedih pun kamu di sebelahku
    Tanpa lelah menopang semangatku, seperti pohon yang kokoh
    Terik mentari musim panas pun, hujan deras sekalipun
    Dahan yang kamu rentangkan itu selalu melindungiku

    Walau hatiku (walau hatiku)
    Telah bersiap (telah bersiap)
    'Kan jalan kita yang berbeda ini
    Tetapi saat bertemu
    'Tak bisa kubilang selamat tinggal

    Rasa sayang yang aku miliki ini
    Tampaknya lebih dalam dari yang kamu rasa
    Rasa galau yang masih terus menyerang
    Membuat segalanya terlihat kabur

    Rasa sayang yang aku miliki ini
    Walaupun pada awalnya terasa ringan
    Yang melukai hati ini adalah
    Serpihan kenanganmu

    Pada saatnya musim berganti
    Daun pun berguguran
    Meskipun angin datang menerpa
    Aku tak akan lupa

    Jika kubisa (jika kubisa)
    Diriku ingin (diriku ingin)
    Berjalan sambil memunggungi kamu
    Tapi pada akhirnya kumemandangmu
    Dan mulai berjalan

    Seesaw game yang penuh air mata
    Tentu saja diriku yang pasti akan kalah
    Sekarang meskipun aku ingin tersenyum
    Kelopak mata pun terasa perih

    Seesaw game yang penuh air mata
    Walau inilah pertaruhan terakhirku
    Air yang mengalir di pipiku ini
    Hanya sebuah gertakan

    "Duh Gusti,
    Aku wis rak paham meneh
    Jarene nek tresna kudu wani ngomong
    Tak nyatakke, wah jebul beda keyakinan
    Aku yakin, dhe'e sing rak yakin
    Piye to iki?"

    Ah tresna kuwi
    Ah kok mesthi wae
    Sing salah sijine
    Sengaja ngrusak keseimbangane

    Rasa tresnaku sing tak duweni iki
    Sajake luwih jero timbang rasa atimu
    Rasa galau sing isih terus mbayangi
    Gawe sakabehe katone slamur

    Rasa tresnaku sing tak duweni iki
    Senajan awale rasane entheng wae
    Sing nggarahi atiku ajur-ajuran
    Pecahane sliramu
    Pecahane sliramu

  2. 2. Makna lagu Seesaw Game Penuh Air Mata JKT48

    Freya, Lulu, Eli, dan Oniel JKT48
    Freya, Lulu, Eli, dan Oniel JKT48 (youtube.com/jkt48)

    Konsep seesaw game atau permainan jungkat-jungkit dalam lagu ini merujuk pada perasaan cinta yang tidak seimbang di antara sepasang kekasih. Karena merasa hubungan tersebut sudah terlalu berat sebelah, mereka harus menerima kenyataan untuk berpisah. Namun, saat momen pertemuan terakhir tiba, sang perempuan justru tak sanggup mengucapkan selamat tinggal meski sudah mempersiapkan diri.

    Ingatannya kembali memutar kebaikan sang kekasih yang selalu setia menemani dan membantunya dalam kondisi apa pun. Ia baru menyadari jika perasaannya dulu terasa begitu ringan, tetapi seiring waktu, rasa cintanya ternyata tumbuh jauh lebih dalam dari yang disadari pasangannya. Pemandangan di sekitarnya pun mulai terlihat kabur karena matanya sudah berkaca-kaca menatap perpisahan yang ada di depan mata.

    Pada momen tersebut, ia sebenarnya berniat untuk melangkah pergi lebih dulu, tetapi sang mantan justru mendahuluinya pergi sehingga ia hanya bisa menatap punggungnya lalu berjalan pulang perlahan. Meski waktu terus berjalan, ia sadar tidak akan bisa melupakan sosok di masa lalunya itu dengan mudah. Padahal, yang paling membuat hatinya terasa sakit justru ketika mengingat kembali berbagai kenangan saat mereka masih bersama.

  3. 3. Freya, Eli, Oniel, dan Lulu tampil manis berkebaya dengan iringan musik keroncong

    Oniel, Lulu, Freya, dan Eli JKT48
    Oniel, Lulu, Freya, dan Eli JKT48 (youtube.com/jkt48)

    Sejak teaser REVOICE keenam dirilis, penggemar langsung dibuat terpukau oleh bocoran penampilan para member memakai kebaya meski wajah mereka tidak diperlihatkan. Banyak yang menebak JKT48 akan membawakan lagu "Dirimu Melody" pada proyek vokal kali ini, mengingat konsep kebaya memang sangat lekat dengan lagu tersebut.

    Namun di luar dugaan, Freya, Eli, Oniel, dan Lulu justru tampil anggun berkebaya menyanyikan lagu "Seesaw Game Penuh Air Mata" dengan alunan musik keroncong. Sebagai kejutan tambahan, JKT48 turut menyisipkan monolog bahasa Jawa sebelum masuk ke reff terakhir yang diucapkan bergantian oleh Freya dan Oniel. Lirik di reff terakhir hingga lagu selesai pun juga diubah ke bahasa Jawa, kreatif banget, ya!

    JKT48 seakan tak pernah kehabisan ide untuk menyuguhkan karya kreatif. Meski sudah membawakan 6 lagu lawas dalam proyek REVOICE, semuanya sukses memikat penggemar lewat daya tarik yang berbeda-beda. Jangan lupa streaming, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More