Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Jurus Anime dengan Latihan yang Menembus Batas Tubuh
Hyakushiki Kannon (dok. Madhouse/Hunter x Hunter)
  • Hyakushiki Kannon milik Isaac Netero membutuhkan latihan sepuluh ribu pukulan setiap hari selama bertahun-tahun.

  • Hachimon Tonkou milik Might Guy dan Rock Lee mengandalkan latihan fisik ekstrem untuk meningkatkan kekuatan serta kecepatan.

  • Total Concentration Breathing Constant milik Tanjiro Kamado membutuhkan latihan pernapasan intensif agar bisa dipertahankan sepanjang waktu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemampuan luar biasa para tokoh dalam cerita laga sering kali diasosiasikan dengan anugerah bakat lahir atau keajaiban garis keturunan istimewa. Namun, narasi animasi modern kerap menyuguhkan perspektif berbeda dengan memperlihatkan bahwa daya tempur sejati dapat lahir dari disiplin tubuh yang sangat ketat. Melalui penderitaan raga dan repetisi gerakan tanpa henti, seorang petarung mampu mendobrak batas biologis manusia demi menciptakan teknik serangan yang efektif.

Gambaran proses latihan berat ini memberikan bobot tersendiri bagi perkembangan jalan cerita maupun kedalaman penokohan para karakter. Alih-alih memperoleh kekuatan secara instan lewat jalan pintas, para pendekar ini harus melewati tempaan fisik yang sangat keras hingga membahayakan keselamatan nyawa mereka sendiri. Menyorot bentuk dedikasi yang menguji ketahanan jasmani tersebut, berikut lima jurus dalam anime yang menuntut proses latihan fisik paling tidak masuk akal.

1. Hyakushiki Kannon (Isaac Netero—Hunter x Hunter)

Hyakushiki Kannon (dok. Madhouse/Hunter x Hunter)

Hyakushiki Kannon merupakan perwujudan teknik bela diri tingkat tinggi yang mengalirkan energi kehidupan menjadi wujud patung dewa raksasa dengan kecepatan serang melampaui kecepatan suara. Serangan bertubi-tubi ini menuntut koordinasi sempurna antara ketenangan spiritual pikiran dan refleks fisik tubuh dalam hitungan sepersekian detik. Kekuatan dahsyat tersebut bukan berasal dari berkah garis keturunan istimewa, melainkan buah dari rutinitas pertapaan yang menguras seluruh daya hidup manusia.

Isaac Netero mengasingkan diri seorang diri di puncak pegunungan terpencil selama bertahun-tahun demi mencapai puncak kematangan bela diri. Setiap hari, tanpa terkecuali, ia melancarkan sepuluh ribu pukulan lurus ke udara yang selalu diawali dengan gerakan tangan merapal doa rasa syukur. Pada masa awal latihannya, rutinitas ini menghabiskan waktu hingga 18 jam sehari sampai otot tangannya mati rasa dan tubuhnya pingsan akibat kelelahan luar biasa.

2. Hachimon Tonkou (Might Guy dan Rock Lee—Naruto)

Hachimon Tonkou (dok. Studio Pierrot/Naruto)

Hachimon Tonkou merupakan teknik terlarang yang bekerja dengan cara membuka paksa delapan gerbang pembatas aliran energi di dalam tubuh manusia. Ketika gerbang dibuka, pengguna akan memperoleh lonjakan tenaga fisik dan kecepatan gerak berkali-kali lipat melebihi batas wajar kemampuan ninja pada umumnya. Namun, peningkatan daya tempur ini menuntut harga yang sangat mahal berupa kerusakan jaringan otot, kerapuhan tulang, hingga risiko kematian jika seluruh gerbang dibuka.

Might Guy dan Rock Lee yang menyadari keterbatasan bakat magis mereka mengompensasi kekurangan tersebut lewat latihan ketahanan fisik harian yang sangat menyiksa. Keduanya mengitari desa dengan berjalan menggunakan kedua tangan, melakukan ribuan kali tendangan pada batang kayu, dan mengenakan beban besi berbobot puluhan kilogram di kaki sepanjang hari. Pengkondisian raga yang brutal ini dilakukan tanpa henti agar serat otot mereka tidak langsung robek saat menerima gelombang tenaga dari pelepasan gerbang cakra.

3. Total Concentration Breathing Constant (Tanjiro Kamado—Kimetsu no Yaiba)

Total Concentration Breathing Constant (dok. Ufotable/Kimetsu no Yaiba)

Teknik pernapasan konsentrasi penuh merupakan fondasi utama bagi para pemburu iblis untuk melipatgandakan pasokan oksigen dalam aliran darah mereka. Penyerapan oksigen secara maksimal membuat denyut jantung berdetak lebih cepat sehingga kekuatan fisik manusia biasa mampu menandingi kecepatan regenerasi makhluk gaib. Mempertahankan ritme pernapasan ini secara konstan sepanjang waktu menjadi prasyarat mutlak bagi siapa pun yang ingin melangkah ke jenjang pendekar pedang tingkat tinggi.

Proses penguasaan teknik ini memaksa Tanjiro Kamado melatih kekuatan rongga paru-parunya melalui metode tiupan labu tanah liat khusus yang sangat tebal. Ia harus mengembuskan udara dengan tekanan ekstrem secara berulang hingga labu tersebut retak dan meledak berkeping-keping menggunakan kekuatan pernapasan murni. Latihan ini dijalani sembari melakukan aktivitas fisik berat pada siang hari dan tetap menjaga ritme napas saat tertidur pulas hingga dada sering kali terasa terbakar hebat.

4. Dempsey Roll (Ippo Makunouchi—Hajime no Ippo)

Dempsey Roll (dok. Madhouse/Hajime no Ippo)

Dempsey Roll merupakan rangkaian pukulan kombinasi agresif yang mengandalkan ayunan kepala dan badan membentuk pola angka delapan secara cepat serta ritmis. Momentum ayunan tersebut menghasilkan daya hantam yang sangat destruktif dari sudut buta pandangan lawan di atas ring tinju. Walau tampak mematikan, teknik ini menciptakan gaya sentrifugal raksasa yang memberikan tekanan luar biasa pada persendian lutut dan otot pinggang penggunanya.

Ippo Makunouchi harus membangun fondasi fisik yang kokoh dengan cara menjalani latihan beban tradisional yang sangat menguras tenaga di luar sasananya. Ia menarik batang pohon gelondongan yang tertanam di lumpur pantai, mendaki bukit terjal menggunakan rompi pemberat, dan melakukan latihan bayangan ribuan kali di sudut ruangan. Seluruh siksaan fisik ini wajib ditempuh guna memastikan sendi kakinya sanggup mengunci pijakan saat tubuhnya berputar kencang tanpa mengalami cedera patah tulang.

5. Kamehameha (Son Goku dan Krillin—Dragon Ball)

Kamehameha (dok. Toei Animation/Dragon Ball)

Kamehameha merupakan jurus pelepasan energi spiritual tubuh yang dipadatkan menjadi berkas tembakan gelombang daya hancur berdaya ledak tinggi. Jurus legendaris ini membutuhkan fondasi stamina yang luar biasa padat agar wadah jasmani penggunanya tidak hancur saat menampung akumulasi tenaga dalam jumlah besar. Penguasaan jurus tersebut menuntut kapasitas fisik yang dibangun melalui latihan pembentukan ketahanan tubuh tingkat dasar yang tidak biasa.

Master Roshi melatih fisik Son Goku dan Krillin bukan melalui adu pukulan biasa di arena latihan, melainkan melalui kerja fisik berat yang berlangsung dari fajar hingga senja. Kedua bocah ini diwajibkan mengantar susu dengan menaiki ribuan anak tangga curam, membajak lahan pertanian luas menggunakan tangan kosong, dan berenang di danau berarus deras. Seluruh rangkaian pekerjaan kasar tersebut dilakukan sambil menggendong tempurung kura-kura seberat puluhan kilogram hingga tubuh mereka terbiasa bergerak lincah dalam kondisi tertekan.

Kelima jurus anime di atas membuktikan bahwa kemampuan tempur yang luar biasa tidak selalu datang dari keajaiban takdir semata. Setiap pukulan mematikan, kecepatan gerak tinggi, maupun daya ledak energi selalu dibayar lunas dengan cucuran keringat dan rasa sakit yang mendera fisik para penggunanya. Cerita-cerita ini memberikan pesan moral yang jelas bagi penonton bahwa pencapaian tertinggi manusia dalam bidang apa pun selalu lahir dari keteguhan hati, kerja keras, dan pantang menyerah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article