Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Karakter Termuda yang Punya Bounty di One Piece, Gak Hanya Luffy

4 min read
7 Karakter Termuda yang Punya Bounty di One Piece, Gak Hanya Luffy
Robin kecil (dok. Toei Animation/One Piece)
  • Big Mom menjadi karakter termuda yang mendapat bounty: 50.000.000 berries pada usia 6 tahun, setelah kekuatan fisiknya membuat Marine menganggapnya ancaman besar.

  • Nico Robin diburu pada usia 8 tahun dengan bounty 79.000.000 berries karena mampu membaca poneglyph, sementara Jewelry Bonney bernilai 140.000.000 berries saat berusia 10 tahun.

  • Kaido mendapat bounty 70.000.000 berries pada usia 13 tahun; Chopper, Miss Goldenweek, dan Luffy juga menerima bounty pertama masing-masing pada usia 15, 16, dan 17 tahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sistem bounty dalam seri One Piece biasanya menjadi tolok ukur tingkat ancaman seorang bajak laut veteran. Namun siapa sangka, mahakarya fiksi ciptaan Oda Sensei ini juga menampilkan deretan karakter luar biasa yang sudah mendapat status buronan sejak usia anak-anak.

Mendapatkan nilai bounty di usia sangat belia membuktikan bahwa mereka memiliki kekuatan tempur mengerikan atau menyimpan rahasia gelap yang sangat ditakuti oleh World Government. Buat kamu yang penasaran siapa saja anak-anak ajaib ini, mari langsung scroll ke bawah dan simak daftar lengkapnya!

  1. 1. Big Mom mendapat bounty di usia sangat belia

    Big Mom sewaktu kecil
    Big Mom sewaktu kecil (dok. Toei Animation/One Piece)

    Charlotte Linlin atau Big Mom memegang rekor sebagai karakter termuda yang mendapat bounty di semesta karya Oda Sensei ini. Dia mendapatkan nilai buronan sebesar 50.000.000 berries pada usia 6 tahun karena kekuatannya yang di luar nalar.

    Kekuatan tempur Big Mom sudah sangat mengerikan sejak kecil bahkan sebelum dia memakan Buah Iblis. Dia sanggup mengalahkan raksasa legendaris di Elbaf dengan mudah sehingga Marine langsung menganggapnya sebagai ancaman besar.

  2. 2. Nico Robin si anak iblis dari Ohara

    Robin kecil
    Robin kecil (dok. Toei Animation/One Piece)

    Nico Robin menempati posisi kedua karena sudah menjadi buronan dengan nilai 79.000.000 berries pada usia 8 tahun. Berbeda dengan bajak laut lain yang diburu karena kekuatan fisik, Robin diincar karena kecerdasan dan pengetahuannya.

    Dia menjadi satu-satunya korban selamat dari insiden mengerikan di Pulau Ohara. Kemampuannya membaca poneglyph, membuat World Government sangat ketakutan karena Robin berpotensi membongkar semua rahasia gelap abad kekosongan.

  3. 3. Jewelry Bonney sang bajak laut generasi terburuk termuda

    Kuma dan Bonney
    Kuma dan Bonney (dok. Toei Animation/One Piece)

    Jewelry Bonney sempat membuat kamu dan banyak penggemar terkecoh karena wujud fisiknya yang terlihat seperti wanita dewasa. Fakta mengejutkan baru terungkap di arc Egghead bahwa dia sebenarnya baru berusia 12 tahun.

    Ini berarti saat Bonney pertama kali muncul sebelum timeskip dan mendapat bounty sebesar 140.000.000 berries, dia baru berusia 10 tahun. Kekuatan memanipulasi usia miliknya sukses menipu World Government sekaligus menjadikannya salah satu ancaman termuda.

  4. 4. Kaido sang makhluk terkuat di dunia

    Kaido muda
    Kaido muda (dok. Toei Animation/One Piece)

    Mantan penguasa Wano ini ternyata sudah memiliki rekam jejak kriminal yang luar biasa sejak masih remaja. Kaido mendapatkan bounty pertamanya sebesar 70.000.000 berries pada usia 13 tahun.

    Reputasi menakutkan ini dia peroleh setelah berulang kali sengaja ditangkap lalu kabur dari penjara Marine sesuka hati. Hal yang paling luar biasa adalah semua kekacauan ini dia lakukan jauh sebelum memakan Buah Iblis tipe mythical zoan.

  5. 5. Tony Tony Chopper sang dokter kapal peliharaan

    Chopper
    Chopper (dok. Toei Animation/One Piece)

    Tony Tony Chopper bergabung dengan kru Topi Jerami dan mendapatkan bounty pertamanya pada usia 15 tahun. Sayangnya nilai buronan yang dia dapatkan sangat kecil yaitu hanya 50 berries pasca insiden besar di Enies Lobby.

    Meskipun Chopper sukses mengalahkan agen kuat menggunakan wujud monster point, Marine rupanya salah paham. Mereka menganggap dokter kapal ini hanya sekadar hewan peliharaan kru, sehingga nilai buronannya terus menjadi lelucon hingga sekarang.

  6. 6. Miss Goldenweek agen termuda Baroque Works

    Miss Goldenweek melawan Luffy
    Miss Goldenweek melawan Luffy (dok. Toei Animation/One Piece)

    Miss Goldenweek adalah salah satu antagonis yang sempat merepotkan kru Topi Jerami saat mereka singgah di Pulau Little Garden. Anggota termuda dari organisasi Baroque Works ini sudah berstatus kriminal di usia 16 tahun.

    Keahliannya memanipulasi emosi lawan lewat seni lukis, membuat dia diganjar bounty sebesar 29.000.000 berries. Nilai buronan ini sangat sepadan dengan bahaya yang dia timbulkan meski angkanya tidak pernah diperbarui lagi seiring berjalannya cerita.

  7. 7. Monkey D Luffy sang kapten kru Topi Jerami

    Luffy
    Luffy (dok. Toei Animation/One Piece)

    Karakter utama kesayangan yang selalu kamu ikuti perjalanannya ini mendapat bounty pertama pada usia 17 tahun. Monkey D Luffy langsung diganjar nilai buronan sebesar 30.000.000 berries setelah membuat kekacauan besar di kawasan East Blue.

    Bounty ini diberikan setelah Luffy sukses menumbangkan Arlong yang saat itu menjadi bajak laut paling ditakuti di sana. Momen inilah yang membuat Marine mulai serius mengawasi pergerakan kru Topi Jerami di lautan luas.

    Deretan karakter termuda yang punya bounty di semesta One Piece ini, menjadi bukti nyata betapa kerasnya ancaman World Government sejak usia dini. Kepiawaian Oda Sensei meracik masa lalu para buronan cilik tersebut sukses membuat setiap angkanya terasa sangat masuk akal meski diberikan kepada anak-anak. Keren banget, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More