Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kejanggalan Film Batman Versi Tim Burton yang Gak Pernah Terjawab

Batman.
film Batman (dok. Warner Bros/Batman)
Intinya sih...
  • GCPD terlalu mudah mengandalkan Batman
  • Para kriminal langsung tunduk pada gimmick Joker
  • Sikap Batman yang santai soal membunuh
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Film Batman (1989) dan Batman Returns (1992) karya Tim Burton punya tempat spesial di hati penggemar. Gaya visual gotik, atmosfer gelap, dan pendekatan karakter yang eksentrik membuat versinya terasa berbeda dari adaptasi Batman lain. Michael Keaton, Jack Nicholson, dan Danny DeVito juga memberi penampilan yang sangat ikonik.

Namun kalau ditonton ulang dengan kacamata logika cerita, ada beberapa bagian yang terasa janggal. Beberapa keputusan karakter dan alur plot tampak keren secara dramatis, tapi sulit dijelaskan secara masuk akal. Berikut lima hal di Batman versi Tim Burton yang sampai sekarang masih sering dipertanyakan penonton.

1. GCPD terlalu mudah mengandalkan Batman

Batman.
film Batman (dok. Warner Bros/Batman)

Dalam banyak versi cerita Batman, kerja sama antara Batman dan Komisaris Gordon biasanya digambarkan sebagai terpaksa tapi perlu. Polisi Gotham sadar Batman adalah vigilante, tapi kejahatan sudah terlalu parah untuk ditangani sendiri.

Masalahnya, di versi Tim Burton, keputusan GCPD mengandalkan Batman terasa jauh lebih nekat dari biasanya. Di akhir film pertama, Bat-Signal diperkenalkan sebagai tanda resmi bahwa polisi akan memanggil Batman. Padahal sepanjang film, Batman versi Keaton menyebabkan banyak korban tewas saat menghadapi penjahat.

Secara realistis, sulit membayangkan polisi kota besar justru mengandalkan sosok yang metode kerjanya sangat mematikan. Aliansi ini terasa lebih seperti kebutuhan plot daripada keputusan masuk akal.

2. Para kriminal langsung tunduk pada gimmick Joker

Batman.
film Batman (dok. Warner Bros/Batman)

Penampilan Joker versi Jack Nicholson memang legendaris dan penuh karisma. Setelah berubah dari Jack Napier menjadi Joker, dia langsung mengambil alih dunia kriminal Gotham dengan gaya teatrikalnya. Semua anak buahnya ikut berdandan nyentrik dan mengikuti tema sirkus kriminal yang dia bangun.

Yang jadi pertanyaan, kenapa para kriminal kelas kakap mau begitu saja ikut gaya aneh tersebut? Secara logika, para gangster biasanya pragmatis dan haus kuasa. Harusnya akan ada perebutan posisi atau penolakan, bukan kepatuhan total pada sosok yang baru berubah dan terlihat tidak stabil. Transisi kekuasaan Joker terasa terlalu mulus untuk dunia kriminal sekeras Gotham.

3. Sikap Batman yang santai soal membunuh

Batman Returns.
film Batman Returns (dok. Warner Bros/Batman Returns)

Salah satu perdebatan terbesar dari Batman versi Tim Burton adalah soal jumlah korban di tangan Batman. Dalam dua film itu, Batman beberapa kali membunuh penjahat secara langsung maupun tidak langsung. Yang membuat janggal, dia melakukannya tanpa konflik batin yang jelas di layar.

Padahal trauma masa kecil Bruce Wayne karena pembunuhan orang tuanya biasanya menjadi alasan kuat kenapa dia anti membunuh. Di versi ini, latar belakang traumatis tetap ada, tapi tidak diikuti kode moral yang konsisten. Akibatnya, karakter Batman terasa bertentangan dengan motivasi dasarnya sendiri. Secara psikologis, sikapnya terasa kurang nyambung.

4. Asal-usul Penguin yang sulit masuk akal

Batman Returns.
film Batman Returns (dok. Warner Bros/Batman Returns)

Di Batman Returns, Penguin digambarkan sebagai bayi dengan kelainan fisik yang dibuang orang tuanya dan kemudian dibesarkan oleh kawanan penguin di selokan. Secara visual dan simbolik, ide ini sangat khas Tim Burton yang gelap, aneh, dan tragis. Danny DeVito juga memerankannya dengan total.

Masalahnya muncul saat Penguin dewasa tampil sangat fasih bicara dan mampu menjalankan strategi sosial tingkat tinggi. Jika benar-benar dibesarkan oleh hewan sejak bayi, kemampuan bahasa dan pemahaman sosialnya seharusnya sangat terbatas. Film tidak pernah benar-benar menjelaskan celah ini, sehingga asal-usulnya terasa seperti dongeng tanpa logika pendukung.

5. Identitas Bruce Wayne terlalu mudah terbongkar

Batman.
film Batman (dok. Warner Bros/Batman)

Bruce Wayne versi Michael Keaton digambarkan sebagai miliarder eksentrik dengan rumah penuh teknologi dan senjata. Ia juga sangat tertutup secara personal, tapi aktif secara publik. Kombinasi ini sebenarnya cukup mencurigakan untuk ukuran jurnalis atau aparat cerdas di Gotham.

Di film pertama, Vicki Vale bisa menemukan identitas rahasianya relatif cepat lewat investigasi. Kalau seorang reporter bisa sedekat itu pada kebenaran, seharusnya orang lain juga bisa. Sulit dipercaya tidak ada penyelidikan serius sebelumnya terhadap Bruce Wayne. Kerahasiaannya terasa aman bukan karena rencana hebat, tapi karena plot melindunginya.

Versi Batman karya Tim Burton tetap menjadi tonggak penting dalam sejarah film superhero. Meski begitu, beberapa elemen ceritanya memang terasa aneh kalau dibedah secara logika. Dari semua kejanggalan di Batman Tim Burton ini, bagian mana yang paling mengganggu menurutmu saat ditonton ulang?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More

Pangeran Mateen dan Anisha Rosnah Umumkan Kelahiran Anak Pertama

12 Feb 2026, 10:00 WIBHype