5 Kejanggalan Stranger Things 5 Finale yang Tampak seperti Plot Hole

Episode terakhir Stranger Things Season 5 resmi menutup perjalanan panjang serial orisinal Netflix ini. Sejak tayang pertama kali pada 2015, kisah Hawkins dan dunia Upside Down berhasil mencuri perhatian penonton lewat cerita penuh misteri, persahabatan, dan ketegangan.
Meski menjadi penutup yang emosional, Stranger Things Finale rupanya masih menyisakan sejumlah kejanggalan yang memicu perdebatan di kalangan penggemar. Beberapa di antaranya bahkan dianggap sebagai plot hole, karena tidak mendapat penjelasan yang memadai. Lantas, apa saja kejanggalan tersebut? Berikut rangkumannya.
1. Kenapa tidak ada Demogorgon, Demodog, dan Demobat di Upside Down maupun The Abyss?

Sepanjang Stranger Things Finale, perhatian cerita sepenuhnya tertuju pada Vecna atau Henry Creel (Jamie Campbell Bower) sebagai ancaman utama. Namun, absennya makhluk-makhluk ikonik seperti Demogorgon, Demodog, dan Demobat justru memunculkan tanda tanya. Padahal, entitas tersebut sebelumnya menjadi representasi nyata bahaya Upside Down dan muncul hampir di setiap musim, termasuk di episode awal season 5.
Bahkan, makhluk-makhluk tersebut juga tidak muncul di The Abyss, lokasi pertempuran akhir geng Hawkins dalam melawan Vecna dan Mind Flayer. Padahal, dimensi itu adalah habitat asli Demogorgon, Demodog, dan Demobat.
Serial ini tidak memberikan penjelasan apakah para makhluk tersebut telah musnah, dikendalikan sepenuhnya oleh Vecna, atau memang sengaja disingkirkan demi memusatkan konflik pada satu antagonis utama. Ketiadaan mereka pun terasa janggal, mengingat peran besar yang pernah dimainkan dalam membangun atmosfer teror di semesta Stranger Things.
2. Kenapa Vecna tidak menggunakan kekuatan telekinesisnya kepada Holly maupun anak lain saat mereka kabur?

Henry Creel dikenal sebagai sosok villain dengan kekuatan telekinesis yang sangat kuat, bahkan mampu melumpuhkan lawan hanya dengan pikirannya. Bahkan, ia bisa menggunakannya kepada Eleven (Millie Bobby Brown) dan Will Byers (Noah Schnapp) di episode terakhir musim kelima.
Namun, muncul kejanggalan ketika ia tidak menggunakan kemampuan tersebut untuk menghentikan Holly (Nell Fisher) dan anak-anak lain yang berusaha melarikan diri. Bahkan ada adegan di mana Henry menarik kaki Holly di depan gua dengan tangan monsternya, tapi justru kalah dengan tenaga Derek (Jake Conelly). Padahal dengan kekuatannya yang besar, ia harusnya bisa mencegah mereka pergi dengan "melumpuhkannya" di tempat.
Tidak ada penjelasan apakah saat itu ia berada dalam kondisi lemah, terdistraksi, atau sengaja membiarkan mereka pergi demi rencana yang lebih besar. Inkonsistensi ini pun memunculkan kesan plot hole, mengingat kekuatan telekinesis Vecna sebelumnya digambarkan sebagai salah satu senjata paling mematikan yang ia miliki.
3. Kenapa tidak ada warga Hawkins yang buka suara mengenai serangan para monster maupun kejadian lain yang berkaitan dengan Vecna?

Sepanjang Stranger Things Finale, serangan monster dan kekacauan akibat Vecna digambarkan terjadi secara masif dan berdampak luas. Sebut saja ketika Demogorgon menculik anak-anak kecil satu per satu, lalu ada pula Demodog yang membuat keributan di rumah sakit. Namun, kejanggalan muncul ketika hampir tidak ada warga Hawkins yang secara terbuka membicarakan atau mempertanyakan rangkaian kejadian tersebut.
Serial ini tidak menjelaskan apakah pemerintah kembali menutup-nutupi kebenaran, para warga bungkam karena trauma, atau justru ada narasi resmi yang sengaja dibentuk untuk meredam kepanikan publik. Minimnya suara dari warga Hawkins pun terasa janggal, mengingat skala ancaman yang seharusnya sulit diabaikan dan berpotensi memicu perhatian lebih luas di luar kota tersebut.
4. Mind Flayer yang seharusnya punya kekuatan sangat besar bisa kalah dengan cepat

Mind Flayer selama ini digambarkan sebagai entitas dengan kekuatan luar biasa dan pengaruh luas di Upside Down. Ia mampu mengendalikan makhluk lain dan memanipulasi manusia, termasuk Henry Creel.
Sayangnya, yang bikin janggal di Stranger Things Finale, sosok sebesar dan sekuat Mind Flayer justru dapat dikalahkan dalam waktu relatif singkat. Bahkan, geng Hawkins melumpuhkannya hanya dengan senjata-senjata sederhana, seperti pistol, flare, hingga tombak. Pertarungan yang terjadi pun terbilang singkat jika dibandingkan serial dengan villain kuat lainnya.
Serial ini tidak memberikan penjelasan memadai mengenai mengapa kekuatannya seolah melemah, apakah karena keterkaitannya dengan Vecna, perubahan struktur Upside Down, atau faktor lain yang memengaruhi eksistensinya. Alhasil, kekalahan Mind Flayer terasa kurang seimbang dengan ancaman besar yang sebelumnya ia bangun sehingga memunculkan kesan kejanggalan dalam penutup cerita.
5. Kenapa Will Byers tidak terdampak saat Vecna dan Mind Flayer dibunuh, padahal mereka terkoneksi dengan hive mind?

Sejak musim-musim awal, Will Byers memiliki keterkaitan kuat dengan Vecna, Demogorgon, hingga Mind Flayer. Koneksi melalui hive mind ini terbangun setelah dirinya diculik ke Upside Down. Keterhubungan ini bahkan sempat membuat Will merasakan kehadiran ancaman dari dunia tersebut secara fisik dan emosional.
Bukan hanya itu, koneksi hive mind yang terbentuk dengan Will juga membuatnya ikut merasa sakit saat Vecna terluka. Sebaliknya, ia juga bisa melihat, berbicara, dan bahkan menyakiti Vecna serta Demogorgon dalam jarak dekat.
Namun, di Stranger Things Finale, muncul kejanggalan ketika Vecna dan Mind Flayer berhasil dibunuh tanpa menunjukkan dampak berarti di diri Will. Serial ini tidak menjelaskan apakah koneksi tersebut telah terputus sepenuhnya atau justru Will berhasil pulih tanpa konsekuensi lanjutan. Ketidakjelasan ini pun memicu pertanyaan, mengingat keterkaitan hive mind seharusnya memberikan efek yang signifikan terhadap Will.
Meski menyisakan sejumlah kejanggalan yang terasa seperti plot hole, Stranger Things Finale tetap menjadi penutup yang signifikan bagi perjalanan panjang geng Hawkins. Ending-nya yang dinilai fair mampu memberikan dampak emosional bagi para penonton.


















