Endeavour menyiksa Shoto. (dok. Bones/My Hero Academia)
Tidak diragukan lagi jika keluarga Todoroki adalah salah satu keluarga paling disfungsional yang pernah ada dalam anime. Enji Todoroki alias Endeavour sangat terobsesi untuk melampaui All Might. Dirinya menikahi Rei bukan karena mencintai Rei, tetapi hanya untuk mewujudkan ambisi egoisnya.
Pada awalnya, Toya Todoroki alias Dabi dipercaya sebagai anak yang akan mewujudkan impian Endeavour. Pasalnya, Toya memiliki api yang bahkan lebih panas dari Endeavour. Namun, Endeavour mulai mengabaikan Toya setelah mengetahui bahwa Toya tidak kebal terhadap api sendiri.
Ditambah, Quirk yang diinginkan oleh Endeavour akhirnya terwujud lewat Shoto Todoroki. Sejak Shoto lahir, semua perhatian Endeavour hanya tertuju pada Shoto. Endeavour bahkan tidak menyadari bahwa Toya terus mencoba melampaui batas hingga berakhir membakar tubuh sendiri.
Saat Shoto masih kecil, Endeavour menyiksa Shoto dengan pelatihan yang sangat keras. Sementara itu, Endeavour menelantarkan keluarganya karena terlalu sibuk dengan Shoto. Hal ini yang membuat Rei mengalami depresi sehingga dirinya tanpa sadar menyiram air panas pada Shoto karena wajah Shoto mirip Endeavour.
Pada akhir seri, Endeavour mencoba membangun kembali keluarganya dan mencoba menebus semua kesalahannya. Namun, tampaknya semuanya sudah terlambat. Anak-anak Endeavour sudah telanjur membenci ayahnya sehingga Endeavour tetap mendapatkan penolakan dari anak-anaknya.
Kelima keluarga di atas telah gagal dalam menciptakan rumah yang nyaman bagi anak-anak mereka. Alih-alih saling mendukung satu sama lain, mereka malah menciptakan konflik yang membuat rumah menjadi seperti neraka. Jadi, bagaimana pendapatmu tentang kelima keluarga dalam My Hero Academia di atas?