Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Penjahat My Hero Academia dengan Masalah Mental, Siapa Saja?

Himiko menenangkan Twice.
Himiko menenangkan Twice. (dok. Bones/My Hero Academia)
Intinya sih...
  • Sebagian penjahat My Hero Academia terbentuk dari trauma masa kecil dan penolakan sosial, bukan semata-mata niat jahat.
  • Masalah mental mereka muncul dalam bentuk berbeda, seperti krisis identitas, obsesi ekstrem, hingga god complex.
  • Kurangnya dukungan dan empati dari lingkungan menjadi faktor besar yang mendorong mereka jatuh ke jalan kejahatan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap penjahat dalam anime tentu memiliki alasan dan tujuan mereka sendiri. Beberapa penjahat memang hanya suka menjadi jahat, sementara sebagiannya lagi didorong oleh motif tertentu. Tak jarang juga, motif para penjahat bukan untuk mencapai suatu tujuan, melainkan hanya karena memiliki masalah mental.

Hal ini juga berlaku bagi penjahat dalam seri My Hero Academia. Tanpa disadari, ada beberapa penjahat dalam seri My Hero Academia yang memiliki kecenderungan masalah mental. Siapa saja karakternya? Yuk, simak ulasan berikut!

1. Tomura Shigaraki

Tenko Shimura
Tenko Shimura (dok. Bones/My Hero Academia)

Tomura Shigaraki dikenal sebagai penjahat yang sangat membenci pahlawan dan masyarakat. Shigaraki tidak ingin menguasai dunia, tetapi dirinya ingin menghancurkan segalanya. Bukan tanpa sebab, kebencian Shigaraki lahir dari trauma akan masa kecilnya.

Sebagai Tenko Shimura, Shigaraki tumbuh dalam keluarga yang sangat represif. Tenko sebenarnya ingin menjadi pahlawan. Namun, ayah Tenko, Kotaro Shimura, justru sangat membenci pahlawan. Trauma Shigaraki akhirnya memuncak ketika Decay bangkit dan dirinya tidak sengaja membunuh keluarganya.

Kebencian Shigaraki akhirnya lahir ketika tidak ada masyarakat, bahkan pahlawan, yang datang untuk menolongnya. Shigaraki tumbuh sebagai penjahat dengan mental yang tidak stabil karena dirinya terus menolak ingatan tentang masa kecilnya. Di balik kejahatannya, Shigaraki sebenarnya hanya membutuhkan seseorang yang mau mengulurkan tangan.

2. Twice

Twice
Twice (dok. Bones/My Hero Academia)

Dari semua anggota Liga Penjahat, Twice merupakan penjahat dengan mental yang paling tidak stabil. Twice sendiri mengalami depresi dan krisis identitas setelah dirinya dikeluarkan dari pekerjaannya. Memiliki Quirk yang bisa menggandakan tubuhnya sendiri, Twice bahkan tidak tahu siapa Twice yang asli.

Ketidakstabilan mental Twice justru menjadi hal yang membuat Twice sangat berbahaya. Pada puncak ketidakstabilan mentalnya, Twice bahkan dapat memenuhi seisi kota dengan salinannya sendiri. Di samping itu, Twice sebenarnya merupakan orang yang empatik. Dirinya hanya membutuhkan tempat yang dapat menerimanya.

3. Dabi

Dabi membakar tubuhnya sendiri.
Dabi membakar tubuhnya sendiri. (dok. Bones/My Hero Academia)

Terlahir sebagai Toya Todoroki, Dabi adalah anak pertama dari Endeavour. Memiliki api yang lebih panas dari ayahnya sendiri, Dabi diharapkan akan menjadi orang yang dapat melampaui All Might. Namun, semuanya berubah setelah Dabi ternyata tidak bisa menahan apinya sendiri dan Shoto Todoroki lahir.

Setelah semua perhatian Endeavour beralih pada Shoto, Dabi mulai menekan dirinya sendiri hingga melewati batas. Dabi mulai memperlihatkan perilaku merusak dirinya sendiri hanya untuk membuktikan bahwa dirinya mampu melampaui All Might. Alhasil, Dabi malah berakhir membakar tubuhnya. Meski begitu, ia berhasil diselamatkan oleh Dr. Kyudai Garaki.

Trauma yang dialami Dabi ketika dirinya masih kecil menggiringnya pada keinginan untuk balas dendam terhadap ayahnya. Perilaku menyakiti diri sendiri Dabi justru semakin memburuk seiring kebenciannya yang terus membesar pada Endeavour. Terbukti, pada pertarungan terakhir, Dabi sengaja membakar dirinya sendiri untuk membawa keluarganya mati bersamanya.

4. Himiko Toga

Himiko meminum darah burung.
Himiko meminum darah burung. (dok. Bones/My Hero Academia)

Memiliki Quirk yang berkaitan dengan darah, Himiko Toga sudah memperlihatkan perilaku yang menyimpang sejak dirinya kecil. Himiko sangat terobsesi pada darah sehingga dirinya merasa senang ketika sesuatu yang ia sukai bersimbah darah. Namun, alih-alih mendapatkan bantuan, Himiko justru dipaksa untuk menjadi anak normal oleh orangtuanya.

Alhasil, Himiko tumbuh dengan pengertian cinta yang menyimpang. Himiko mendefinisikan cinta sebagai obsesi yang berlebihan dan darah. Terbukti, ketika orang yang ia sukai, Saito, bersimbah darah karena sebuah perkelahian, Himiko malah menusuk Saito. Himiko lantas meminum darah Saito sebagai bukti cinta Himiko pada Saito.

5. All For One

All For One
All For One (dok. Bones/My Hero Academia)

Sebagai pemilik nama asli Zen Shigaraki, masalah mental All For One sedikit berbeda dengan keempat karakter di atas. Pada dasarnya, All For One adalah penjahat dengan god complex. All For One menjadi penjahat karena dirinya berpikir bahwa semua hal yang ada di dunia ini adalah miliknya.

Tentunya, masalah mental All For One jauh lebih berbahaya dari keempat karakter di atas. Pasalnya, All For One akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. All For One selalu menganggap bahwa adiknya, Yoichi Shigaraki, adalah miliknya. Karena itu, All For One selalu memburu semua pemilik One For All agar dirinya bisa bersatu kembali dengan adiknya.

Kelima karakter di atas mungkin tidak ditakdirkan untuk menjadi penjahat. Mereka hanya didorong oleh kondisi mental yang tidak stabil. Jika seseorang bisa membantu mereka keluar dari masalah mental mereka, kelima karakter di atas mungkin tidak akan menjadi penjahat. Jadi, bagaimana menurutmu tentang kelima karakter My Hero Academia di atas?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Hype

See More

7 Potret Cinta Laura Lalui 7 Hari Terakhir 2025 Meditasi di Thailand

02 Jan 2026, 00:07 WIBHype