potret Rio Saputra, Co-Director Para Pencari Tuhan Jilid 19 (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Kalian sadar gak kalau dalam beberapa musim terakhir, tampilan visual sinetron Para Pencari Tuhan terasa lebih sinematik? Mulai dari pengambilan gambar yang lebih dinamis, komposisi frame yang tertata rapi, hingga tone warna yang terasa lebih hangat dan konsisten, semuanya terasa sangat berbeda dari visual sinetron pada umumnya.
Rio Saputra, Co-Director Para Pencari Tuhan Jilid 19, menjelaskan bahwa visual sinetron tersebut memang digarap seserius itu dengan eksekusi ala produksi layar lebar.
“Kita serius, bikinnya seperti bikin film, atau bikin series, dan segala macem. Bukan seperti bikin sinetron. Makanya packaging kita beda dari sinetron-sinetron lainnya,” kata Rio saat dijumpai IDN Times di tengah suasana syuting sore itu.
Gak cuma dari segi visual dan sinematografi, Rio juga menjelaskan bahwa pendekatan produksi ala film ini juga diterapkan pada proses syuting. Mereka membatasi jumlah adegan yang diambil setiap hari agar pengambilan gambar bisa dikerjakan dengan maksimal.
“Di film kan kita dapet materi yang hanya di mana satu hari paling banyak delapan scene atau tujuh scene. Ya, karena menurut aku, lo bikin barang bagus, tapi lo harus dengan materi yang banyak, terus kita harus cepat-cepat? Gak ada yang cepat. Bagus itu butuh waktu” lanjutnya.
Itu dia beberapa alasan kenapa Para Pencari Tuhan tetap menjadi primadona tontonan Ramadan. Dari cerita yang dekat dengan kehidupan, syiar agama yang dikemas dengan cara yang menarik, hingga kualitas visual ala film, gak heran kalau sinetron ini tetap dicintai oleh penonton.
Kalau kamu sendiri sebagai penonton setia, hal apa yang membuat kamu tertarik untuk terus menyaksikan sinetron ini?