Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Snape Membenci Harry Potter? Ada Trauma Masa Lalu

5 min read
Kenapa Snape Membenci Harry Potter? Ada Trauma Masa Lalu
Snape dan Harry (dok. Warner Bros. Pictures/Harry Potter and the Prisoner of Azkaban)
  • Snape membenci Harry karena wajah dan sikapnya mengingatkan pada James Potter, rival sekolah yang kerap merundung dan mempermalukannya di Hogwarts.
  • Mata hijau Harry juga mengingatkan Snape pada Lily Evans, sahabat masa kecil yang dicintainya hingga dewasa, tetapi hubungan mereka berakhir setelah Snape menghina Lily.
  • Sebagai mantan Pelahap Maut, Snape memberi Voldemort informasi yang berujung pada kematian James dan Lily; Harry yang selamat menjadi pengingat trauma serta rasa bersalahnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Profesor Severus Snape (diperankan mendiang Alan Rickman) adalah manusia yang selalu terlihat sinis. Yap, mirip guru killer di sekolah kamu, kan. Tapi jangan salah, Snape adalah penyihir brilian, Guru Ramuan yang gak bisa ditandingi, dan karakter yang tentunya gak bisa dilupakan oleh generasi milenial yang masa kecilnya ditemani dengan film-film Harry Potter. Meskipun begitu, Snape juga dikenal sebagai orang yang angkuh, dan terlihat sangat membenci Harry, si Bocah yang Selamat atau The Boy Who Lived.

Sejak Harry Potter (diperankan Daniel Radcliffe) masuk ke Sekolah Sihir Hogwarts, dia sering mendapat kecaman dari profesor Snape. Snape kelihatan banget gak menyukai Harry selama kelas Ramuan pertamanya. Snape juga sering menghukum Harry tanpa alasan yang jelas. Pertanyaannya, kenapa Snape membenci bocah tersebut?

Jawaban singkatnya adalah, Harry menyimpan semua kegagalan Snape dalam hidupnya. Harry mewakili rival lama dan mantan kekasihnya. Dan yang terburuk, Harry mewakili keputusan paling fatal sang Profesor Ramuan. Keputusan itu juga mengubah segalanya. Jadi, inilah alasan sebenarnya kenapa Snape sangat membenci Harry.

  1. 1. Harry Potter sangat mirip dengan ayahnya, yang sekaligus musuh bebuyutan Snape saat mereka bersekolah di Hogwarts

    James Potter dan Snape kecil di Hogwarts
    James Potter dan Snape kecil di Hogwarts (dok. Warner Bros. Pictures/Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2)

    Jauh sebelum Snape menjadi profesor di Hogwarts, ia pernah bersekolah di Hogwarts sebagai salah satu muridnya. Yap, bisa dibilang Snape itu alumni Hogwarts. Namun, selama bersekolah di Hogwarts, Snape sering dirundung oleh James Potter (diperankan Adrian Rawlins) dalam film, yang kelak menjadi ayah Harry Potter.

    Nah, Snape sendiri berada di Asrama Slytherin dan James di Asrama Gryffindor. Di samping itu, Hogwarts punya sejarah kelam terkait segregasi ideologis. Contohnya, Slytherin dan Gryffindor gak akan pernah bisa menjadi kesatuan yang utuh. Itulah sebabnya, keduanya gak akan pernah menjadi teman dekat. Snape dan James pun saling membenci. Kebencian Snape terutama dipicu karena kecemburuan. James adalah pemain Quidditch yang handal dan disukai oleh kebanyakan orang karena sifatnya yang menawan sekaligus ugal-ugalan.

    Permusuhan mereka berawal dari perjalanan pertama mereka di Hogwarts Express. Dalam film Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2 (2011), ketika itu, Snape (diperankan Benedict Clarke) dan James (diperankan Alfie McIlwain) berdebat tentang kehebatan Asrama Hogwarts pilihan mereka dan siapa yang termasuk di dalamnya. Perdebatan itu dipicu oleh Snape, tapi James memperkeruhnya.

    Dalam pertikaian selanjutnya, James gak menunggu Snape melakukan kesalahan, melainkan memilih untuk mempermalukan Snape di depan kerumunan orang. Yap, Snape adalah seorang supremasi darah murni (pure-blood), yang berarti Snape terlahir tanpa campuran darah Muggle (non-sihir), Squib, atau kelahiran Muggle. Di samping itu, James adalah seorang perundung yang haus perhatian.

    Jadi, beranjak ke masa ketika Harry tiba di Hogwarts, Snape adalah seorang laki-laki dewasa berusia 31 tahun. Ketika Snape pertama kali mendengar desas-desus Harry Potter dan bertemu langsung dengan anak ini, Snape pun menganggapnya seperti saingannya dulu. Baik buku maupun film berusaha keras untuk menekankan betapa miripnya Harry dengan ayahnya. Dalam diri Harry, Snape memperlakukannya seperti sampah.

  2. 2. Ibu Harry Potter adalah pujaan hati Snape semasa sekolah dan obsesinya hingga dewasa

    Lily dan Snape kecil
    Lily dan Snape kecil (dok. Warner Bros. Pictures/Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2)

    Saat kecil, Snape hanya punya satu teman. Temannya itu adalah Lily Evans (diperankan Ellie Darcey-Alden) dalam film, yang kelak menjadi ibu Harry Potter. Persahabatan mereka terjadi karena mereka tinggal berdekatan. Di samping itu, Lily adalah sosok yang baik dan ramah. Ia bisa berteman dengan siapa saja.

    Adapun, sebelum berkenalan dengan Lily, Snape rupanya suka memata-matai Lily. Bahkan sejak awal, Snape menunjukkan tanda-tanda posesif dan elitis (merasa lebih unggul). Nah, sifat-sifat inilah yang memisahkan keduanya saat mereka bersekolah di Hogwarts.

    Namun, perpisahan itu bukanlah perpisahan biasa, melainkan perang dingin yang berlangsung hampir lima tahun. Dalam film Harry Potter and the Order of the Phoenix (2007), persahabatan mereka berakhir ketika Snape remaja (diperankan Alec Hopkins) menghina Lily (diperankan Susie Shinner) di depan umum, karena sebelumnya Lily membela Snape dari perundungan yang dilakukan James Potter (diperankan Robbie Jarvis). Gak mengherankan, Lily pun berpikir kalau pertemanan dia dengan Snape itu toxic. Kendati begitu, Snape sempat meminta maaf kepada Lily meskipun Lily tetap gak tertarik untuk berteman lagi dengan Snape.

    Bisa dibilang, Lily awalnya menganggap Snape sebagai temannya, tetapi Snape justru menganggap Lily sebagai objek obsesinya. Kenapa "objek"? Sebab, Snape gak pernah menganggap Lily sebagai manusia seutuhnya, terutama soal pikiran dan perasaannya.

    Namun, alih-alih melepaskan Lily, Snape justru memegang erat kehilangan itu seolah-olah kehilangan Lily adalah satu-satunya jangkar yang mengikatnya pada kenyataan. Snape pun gak pernah move on sampai hembusan napasnya yang terakhir. Jadi, ketika Harry bersekolah di Hogwarts dengan mata hijau yang mirip Lily, Snape seperti melihat perempuan yang sudah hilang darinya bertahun-tahun yang lalu. Hal itu menjadi rasa sakit sekaligus rasa gembira untuknya.

  3. 3. Harry Potter mengingatkan Snape dengan trauma terburuk Snape

    cuplikan adegan Severus Snape mendekap jenazah Lily Potter dalam film Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2
    cuplikan adegan Severus Snape mendekap jenazah Lily Potter dalam film Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2 (dok. Warner Bros. Pictures/Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2)

    Kecenderungan Snape dengan mempersulit hidupnya sendiri membuatnya menjadi Death Eater atau Pelahap Maut dalam sekte penyihir Lord Voldemort (diperankan Ralph Fiennes) dalam film. Mungkin juga ada hubungannya dengan fakta kalau gak ada orang lain yang ingin berteman dengan Snape. Tapi itu murni kesalahan Snape sendiri, sih.

    Dalam melayani tuannya, Snape menjadi mata-mata. Ia mengumpulkan informasi dari mana pun yang dia ketahui. Dan tugas inilah yang menghantui Snape sepanjang hidupnya. Sebab, selama salah satu misi mata-mata tersebut, Snape ngasih informasi kepada Lord Voldemort yang secara langsung menyebabkan pembunuhan James Potter dan Lily Evans (diperankan Geraldine Sommerville).

    Nah, yang lebih mengejutkannya lagi adalah, Lord Voldemort hanya bisa membunuh James dan Lily, dan gagal membunuh bayi mereka (Harry). Yap, karena Snape gak pernah belajar bagaimana mengatur emosinya, Snape justru menyalahkan anak yang selamat itu atas kematian Lily. Namun, bukan berarti snape gak menyalahkan Lord Voldemort dan dirinya sendiri.

    Jadi, Snape membenci Harry dengan cara yang menyedihkan dan gak sehat. Perlu diingat juga kalau Harry Potter menuruni sifat ayahnya. Harry memang bukan seorang perundung seperti ayahnya, tapi itu bukan berarti dia orang suci. Dia anak yang keras kepala dan suka melanggar aturan. Namun, gak ada satu pun pelanggaran kecil yang dilakukan Harry pantas untuk dibenci bahkan dihukum Snape, kan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More