Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Tepe Gak Ada di Poster Film Harusnya Horror? Ini Kata Reza Arap
Content Day Harusnya Horor di SCTV Tower, Rabu (1/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
  • Reza Arap menjelaskan absennya Tepe di poster film Harusnya Horror sebagai bagian dari konsep interaktif, di mana penggemar bisa menempelkan sendiri foto Tepe pada file poster yang dibagikan.
  • Sebagai sutradara, Reza Arap mengaku proses mengarahkan Yukatheo cs berjalan lancar karena semangat belajar tinggi para member AAA Clan serta adanya penampilan spesial dari Yoshua Marcellos alias Botak TikTok.
  • Reza Arap menyebut pencapaian terbesarnya bukan sekadar debut penyutradaraan, melainkan melihat teman-temannya berkembang di dunia akting berkat kebebasan kreatif penuh dari Essjay Pictures dalam produksi film ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tim produksi resmi merilis poster film Harusnya Horror menjelang penayangannya di bioskop pada 20 Agustus 2026. Poster tersebut langsung mencuri perhatian penggemar karena tidak menampilkan gambar Tepe, padahal ia turut membintangi film tersebut bersama Yukatheo cs.

Nah, dalam sesi Content Day bersama awak media di SCTV Tower, Jakarta, Rabu (1/7/2026), Reza Arap akhirnya menjawab rasa penasaran tersebut. Sutradara sekaligus pemeran utama Harusnya Horror itu menjelaskan bahwa absennya Tepe dari poster bukanlah sebuah kekeliruan, melainkan keputusan yang memang sengaja dibuat sebagai bagian dari konsep poster itu sendiri. Lantas, konsep seperti apa yang dimaksud Reza Arap? Berikut penjelasannya!

1. Reza Arap ungkap alasan absennya Tepe di poster film Harusnya Horror: Bagian dari konsep

Content Day Harusnya Horor di SCTV Tower, Rabu (1/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Awalnya, Reza Arap sempat melontarkan jawaban bernada bercanda saat ditanya alasan Tepe tak muncul di poster film Harusnya Horror. Ia bahkan berseloroh bahwa Tepe memang tidak perlu tampil di poster film tersebut.

Namun, Reza Arap kemudian meluruskan bahwa absennya Tepe di poster Harusnya Horror sebenarnya bukan tanpa alasan. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari konsep poster yang sengaja dibuat agar nantinya penggemar bisa menempelkan sendiri foto Tepe melalui file poster yang akan dibagikan.

“Kayaknya gak perlu ada di poster menurut gue. Gak, gak. Jawaban aslinya adalah ini sengaja, ada teknik poster supaya nanti, kita akan kasih file-nya, file posternya, terus nanti kalian yang nempelin sendiri foto Tepe di mana. Kalian yang taro sendiri foto Tepe di mana gitu,” kata Reza Arap di hadapan awak media yang hadir.

2. Ungkap pengalaman mengarahkan Yukatheo cs hingga penampilan spesial Yoshua Marcellos

Content Day Harusnya Horor di SCTV Tower, Rabu (1/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dalam kesempatan yang sama, Reza Arap juga menceritakan pengalamannya mengarahkan para member AAA Clan yang sebagian besar baru pertama kali menjajal dunia akting melalui film Harusnya Horror. Alih-alih mengalami kesulitan, ia justru mengaku proses penyutradaraan berjalan lebih mudah dari yang dibayangkan.

Menurut Reza Arap, Garry Ang cs memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka tak segan bertanya, memiliki semangat untuk terus belajar, serta selalu terbuka terhadap setiap arahan yang diberikan selama proses syuting.

“Karena ini kan kanvas kosong. Jadi mereka kayak nanya terus. Pengin cari tahu terus. Ya udah jadinya nge-direct-nya lebih mudah sih. Padahal, sebelumnya saya juga belum pernah nge-direct, selain video klip,” lanjutnya.

Di samping member AAA Clan dan mendiang Lula Lahfah, Reza Arap mengungkap bahwa Harusnya Horror juga akan menghadirkan penampilan spesial dari Yoshua Marcellos atau yang selama ini dikenal sebagai Botak TikTok.

3. Bukan debut sutradara, Reza Arap ungkap pencapaian utamanya di film ini adalah bisa melihat teman-temannya berkembang di dunia akting

Content Day Harusnya Horor di SCTV Tower, Rabu (1/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Di sisi lain, Arap mengaku pencapaian terbesar yang ia rasakan dari film Harusnya Horror bukan semata karena ia berhasil menyutradarai film layar lebar pertamanya, melainkan bisa melihat teman-temannya mengembangkan karier mereka di dunia akting.

“Buat gue, pencapaian utama gue, pencapaian tertinggi gue adalah anak-anak tuh bisa main film dan akting secara serius. Itu tuh gue senangnya, senang banget,” ungkapnya.

Reza Arap juga mengaku bersyukur mendapat kepercayaan penuh dari Essjay Pictures untuk mengeksekusi berbagai ide kreatif tanpa banyak batasan. Berkat kebebasan tersebut, ia menyebut Harusnya Horror bisa tampil berbeda dengan pendekatan yang berani keluar dari pakem, mulai dari teknik pengambilan gambar hingga ide-ide spontan selama proses produksi.

“Gue dapet chance yang sangat sangat besar dari Essjay Pictures dan juga dikasih kebebasan yang sebebas-bebasnya yang kalau kalian nonton ini bukan spoiler. Itu akan menabrak semua rules film yang ada dari segi pengambilan gambar, dari segi ide on the spot, dari apapun, itu benar-benar nabrak rules banget.”

Editorial Team

Related Article