Cerita Shireen Sungkar Tentang Anak Ketiganya Didiagonis Autisme

- Shireen Sungkar mengungkapkan bahwa anak ketiganya, Shafiyah, telah didiagnosis autisme sejak usia 2,8 bulan dan baru pertama kali dibagikan ke publik melalui unggahan Instagram.
- Sejak diagnosis tersebut, Shireen dan Teuku Wisnu rutin membawa Shafiyah menjalani berbagai terapi, termasuk terapi stem cell dan sempat menetap sementara di Solo demi pengobatan intensif.
- Dukungan penuh dari keluarga menjadi kekuatan utama bagi Shireen dan Shafiyah untuk terus berjuang, bersyukur, serta menumbuhkan semangat dalam setiap proses tumbuh kembangnya.
Shireen Sungkar baru saja membagikan curahan hati soal anak ketiganya, Shafiyah. Saat menghabiskan waktu liburannya bersama keluarga di Lombok, sang aktris mengambil waktu sejenak untuk menceritakan kondisi Shafiyah yang didiagnosis autisme.
Dengan penuh perasaan kasih sayang, Shireen menceritakan bahwa anaknya tersebut didiagnosis autisme sudah sejak memasuki usia tiga bulan. Sejak saat itu, Shireen dan Teuku Wisnu selalu mengupayakan yang terbaik seperti melakukan terapi di berbagai tempat.
1. Shafiyah didiagnosa autisme sejak usia 2,8 bulan

Pada Rabu (1/7/2026), Shireen Sungkar membuat unggahan di Instagram spesial memperkenalkan dan menceritakan tentang Shafiyah. Dalam unggahan itu, Shireen mengungkapkan kalau anak ketiganya itu telah didiagnosa autisme sejak usia 2,8 bulan. Cerita ini belum pernah Shireen maupun Teuku Wisnu angkat ke publik sebelumnya.
"Hai, assalamualaikum. Aku Shafiyah. Aku umur 8. Sejak 2,8 bulanaku didiagnosa autism. Hobi aku gambar dan membentuk clay," tulis Shireen sambil mengunggah sederet potret anak perempuannya itu.
2. Telah lakukan banyak terapi, dari yang dekat sampai yang jauh

Kondisi spesial dari kesehatan Shafiyah gak membuat Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu mau menyerah. Ia menceritakan kalau selama ini rutin membawa Shafiyah untuk melakukan terapi di beberapa tempat, bahkan hingga sempat menetap sementara selama beberapa waktu di Solo. Selama menjalani terapi tersebut, Shafiyah disebut sudah berjuang karena harus rutin disuntik.
"Alhamdulillah Allah selalu kasih kekuatan untuk terapi hampir setiap hari untuk stemcell walaupun aku nangis karena disuntik. Tapi gak apa-apa itu kan ikhtiar buat aku. Terapi makan ke sana kemari, sampai pernah lama tinggal sementara di Solo sama mami," lanjut Shireen.
3. Keluarga selalu jadi support system nomor 1

Meski keadaannya mungkin tidak seperti yang diharapkan, namun Shireen Sungkar selalu bersyukur. Apalagi ia menceritakan kalau seluruh keluarga selalu mendukung setiap proses yang sedang dijalani Syafiyah. Dari dukungan itu, Shafiyah maupun Shireen jadi lebih semangat untuk terus berusaha dan berdoa mengharapkan hasil yang terbaik.
"Mami, Abi, Abang, Kakak semua keluarga sayang sama aku. Support aku terus. Setiap kata yang akhirnya bisa aku ucapkan, setiap langkah dan target yang bisa aku capai membuat orangtuaku lebih paham dan tahu arti syukur," tulis Shireen.
Shireen Sungkar senantiasa memberikan semangat kepada Shafiyah dan gak sabar menantikan anaknya untuk tumbuh kembang menjadi orang dewasa.



















