Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Keputusan Oda Sensei yang Bikin Fans One Piece Paling Kecewa!
Carrot (dok. Toei Animation/One Piece)
  • Sejumlah momen emosional dinilai kehilangan dampak karena penyelesaian plot, termasuk Kinemon selamat dari serangan Kaido dan luka Gerd akibat Imu yang mudah dipulihkan Chopper.

  • Harapan penggemar terhadap perkembangan karakter meredup setelah Yamato tidak bergabung dengan Topi Jerami, Carrot tersisih di Wano, serta Sabo dianggap lama berada dalam bayang-bayang Ace.

  • Cerita modern dikritik karena minim interaksi santai kru, reputasi Kaido kurang teruji di layar, dan silsilah Zoro baru diungkap melalui kolom SBS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengikuti petualangan One Piece selama puluhan tahun, pastinya menghadirkan ekspektasi tinggi. Namun, karya agung Oda Sensei nyatanya tidak selalu kebal dari kritik para fans. Di balik rentetan alur cerita epik, beberapa keputusan mendadak justru terasa meleset dari harapan.

Sejumlah penyelesaian plot yang seharusnya menjadi sejarah baru, malah memicu perdebatan panas akibat eksekusi yang dinilai kurang pas. Penasaran momen kontroversial apa saja yang paling memicu kekecewaan? Mari langsung bongkar daftar lengkapnya di bawah ini untuk kamu nilai sendiri.

1. Kinemon selamat dari tebasan maut Kaido

Kinemon melawan Kaido (dok. Shueisha/One Piece)

Pengorbanan heroik Kinemon menahan serangan fatal Kaido demi Momonosuke awalnya terasa sangat emosional dan dramatis. Sayangnya, momen epik ini dirusak oleh alasan bertahan hidup yang dipaksakan, yakni tubuhnya belum tersambung utuh sejak dipotong Law di Punk Hazard. Adegan sedih tersebut seketika berubah menjadi lelucon aneh saat kaki Kinemon berlarian dan berkomunikasi lewat kentut.

2. Yamato batal bergabung dengan kelompok Topi Jerami

Yamato (dok. Toei Animation/One Piece)

Sejak awal kemunculannya, Yamato selalu menggemakan tekad kuat untuk berlayar bersama Luffy demi meneruskan jejak Kozuki Oden. Harapan kamu dan banyak penggemar lainnya pasti sudah melambung tinggi, melihat kecocokannya dengan kru bajak laut tersebut. Namun, keputusan mengejutkan dari Oda Sensei yang membiarkan Yamato menetap di Wano, membuat seluruh pembangunan karakternya terasa antiklimaks.

3. Peran Carrot yang tersingkirkan di Wano

Carrot (dok. Toei Animation/One Piece)

Carrot sempat digadang-gadang memiliki masa depan cerah sebagai anggota bajak laut berkat kebersamaannya sejak arc Whole Cake Island. Kekecewaan memuncak ketika dia bahkan tidak mendapat porsi pertarungan yang layak di Wano untuk membalaskan dendam kematian Pedro. Jatah pertarungan melawan Perospero justru diserahkan kepada Nekomamushi, membuat potensi karakter Carrot terbuang percuma.

4. Ancaman mematikan Imu terasa berkurang

Gerd One Piece (dok. Shueisha/One Piece)

Kekejaman Imu sempat ditunjukkan lewat adegan sadis saat dia memotong jari raksasa Gerd tanpa ampun. Luka fisik ini seharusnya mempertegas bahaya besar dari sosok antagonis utama penguasa dunia tersebut. Sayangnya, kesan mengerikan ini langsung pudar karena Chopper bisa menyambung kembali jari tersebut dengan sangat mudah, membuat tindakan brutal Imu kehilangan beban emosionalnya.

5. Karakter Sabo terasa seperti pengganti Ace

Sabo (dok. Toei Animation/One Piece)

Kemunculan tiba-tiba Sabo dengan latar belakang hilang ingatan sering memicu kritik bahwa dia hanya diciptakan sebagai sosok pengganti Ace. Mewarisi kekuatan api yang sama persis, membuat posisinya di mata sebagian penggemar terasa kurang orisinal. Butuh waktu yang sangat lama bagi Sabo untuk bisa melepaskan bayang-bayang Ace dan berdiri dengan pesonanya sendiri sebagai petinggi Revolutionary Army.

6. Hilangnya interaksi santai antar kru di Thousand Sunny

Thousand Sunny (dok. Toei Animation/One Piece)

Salah satu daya tarik utama cerita One Piece pada masa awal adalah interaksi hangat dan komedi ringan antar anggota kru saat berlayar. Seiring berjalannya waktu, alur cerita modern terlalu berfokus pada urgensi pertempuran besar melawan musuh kuat. Keputusan ini membuat kamu hampir tidak pernah lagi melihat momen keakraban santai mereka di atas kapal Thousand Sunny.

7. Reputasi Kaido tidak terbukti secara screen time

Kaido (dok. Toei Animation/One Piece)

Menjabat gelar sebagai makhluk terkuat di dunia, mengharuskan Kaido tampil sebagai petarung yang tidak tertandingi. Masalahnya, dia tidak pernah benar-benar diperlihatkan mengalahkan petarung kelas atas lainnya lewat duel adil. Bentrokannya melawan Big Mom berakhir seri, sementara kemenangan masa lalunya melawan Kozuki Oden harus dicapai lewat campur tangan licik pihak lain.

8. Silsilah keluarga Zoro hanya diungkap lewat kolom SBS

keluarga Zoro di SBS (dok. Shueisha/One Piece)

Misteri latar belakang garis keturunan Zoro yang terhubung dengan klan Shimotsuki dan samurai legendaris Ryuma sebenarnya sangat menarik untuk diangkat. Alih-alih merangkainya menjadi porsi cerita epik saat arc Wano berlangsung, Oda Sensei justru membeberkan informasi penting ini hanya melalui kolom tanya jawab SBS. Keputusan ini tentu saja sangat mengecewakan penggemar sang pendekar pedang.

Rasa kecewa terhadap deretan keputusan Eiichiro Oda tersebut merupakan dinamika wajar bagi para penggemar setia One Piece. Ekspektasi yang patah di tengah jalan justru menjadi bukti betapa besarnya rasa peduli kamu terhadap perkembangan karakter dan arah cerita manga ini. Apakah menurut kamu deretan di atas valid?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article