5 Kisah Creepypasta yang Layak Jadi Film selain The Backrooms

- Film The Backrooms (2026) sukses besar dengan pendapatan lebih dari 135 juta dolar AS, menandai rekor baru bagi film horor orisinal produksi A24.
- Artikel membahas lima kisah creepypasta populer—Abandoned by Disney, Correspondence, Annora Petrova, Anansi’s Goatman, dan Penpal—yang dinilai potensial diadaptasi menjadi film layar lebar.
- Kesuksesan The Backrooms menunjukkan potensi besar sineas muda dan tren adaptasi cerita horor internet ke industri perfilman modern.
The Backrooms (2026) menggemparkan dunia perfilman. The Backrooms menjadi film A24 pertama yang menghasilkan lebih dari 135 juta dolar AS atau setara dengan Rp2,4 triliun di dalam negeri (Amerika Serikat) dan mencatatkan pembukaan terbesar sepanjang masa untuk film horor orisinal.
Namun, meskipun angka box office-nya mencengangkan, kesuksesan film The Backrooms bukanlah hal yang mengejutkan. Creepypasta, istilah untuk legenda horor yang populer di internet, memang populer dan punya banyak pengikut dalam beberapa tahun terakhir ini.
Nah, kisah The Backrooms bukan satu-satunya cerita creepypasta, lho. Kira-kira, kisah creepypasta apa saja yang cocok untuk diangkat ke layar lebar? Berikut ini lima kisah creepypasta yang layak diangkat menjadi film.
1. Abandoned by Disney

Film horor tentang taman Disney yang terbengkalai bisa menjadi ide yang cukup menarik untuk dibuat. Kisah creepypasta Abandoned by Disney menceritakan seorang penjelajah yang ingin menemukan atraksi Disney yang dikenal sebagai Istana Mowgli.
Konon, Istana Mowgli menjadi kota hantu. Adapun, ia menemukan banyak hal menyeramkan, seperti tengkorak di dalam kepala maskot dan kata-kata "ABANDONED BY GOD" yang terpampang di dinding. Ada pula foto Mickey Mouse yang bergerak sendiri.
Apalagi, penjelajahan kota di taman Disney yang terbengkalai di dunia nyata, seperti Disney's Discovery Island, populer banget karena angker. Jadi, sangat mungkin dibikin filmnya. Tapi, bagian tersulit dari adaptasi ini adalah mendapatkan hak atas kekayaan intelektual Disney.
2. Correspondence

Ditulis oleh Redditor u/bloodstains, Correspondence berkisah tentang percakapan lewat email dari dua orang teman. Semuanya tampak normal sampai salah satu teman pergi ke pesta dan bertemu dengan seorang perempuan tua yang menyeramkan di perjalanan pulang. Email-emailnya berubah menjadi mengkhawatirkan. Salah satunya mengaku gak bisa lagi mengendalikan apa yang diketiknya. Segera setelah itu, gak ada yang bisa menghubunginya.
Kisah ini cukup mengganggu dan menyeramkan karena diceritakan lewat email. Kita dibuat seolah-olah menjadi bagian dari cerita misterius ini. Kita juga gak pernah dikasih gambaran lengkapnya sampai semuanya terlambat.
Ada beberapa film layar komputer yang bagus dalam beberapa tahun terakhir, seperti Searching (2018) dan Host (2020). Nah, Correspondence juga sangat cocok dengan gaya pembuatan film yang semakin populer ini, yang dikenal sebagai screenlife.
Semua cerita diceritakan dari sudut pandang salah satu layar komputer temannya, jadi kita hanya melihat dia mengirim pesan kepada temannya. Rekaman video CCTV juga bisa dimasukkan ketika salah satu teman mencoba mencari tahu apa yang terjadi.
3. Annora Petrova

Creepypasta yang menakutkan ini bisa menjadi thriller horor psikologis yang fantastis, mirip dengan film garapan Darren Aronofsky berjudul Black Swan (2010). Ceritanya tentang seorang atlet seluncur es bernama Annora Petrova yang menemukan halaman Wikipedia tentang dirinya.
Namun, halaman web tersebut berisi detail tentang hidupnya yang belum terjadi. Nah, menariknya, kejadian-kejadian yang tertulis dalam web tersebut satu per satu mulai dialaminya. Ada beberapa momen di masa depan yang disukainya dan ada pula yang gak disukainya. Ketika ia mencoba mengubahnya, sesuatu yang lebih buruk justru terjadi.
Annora Petrova mirip dengan versi modern dan daring dari tragedi Yunani Kuno Oedipus Rex. Kisah tentang orang-orang yang mencoba mengubah nasib mereka, tapi dengan konsekuensi yang mengerikan. Seperti Correspondence, kisah ini diceritakan lewat pesan yang dikirim oleh tokoh utama kepada mantan temannya bernama Bree. Di tangan sineas yang tepat, kisah ini bisa saja menjadi film creepypasta yang sukses.
4. Anansi's Goatman

Creepypasta berjudul Anansi's Goatman berkisah tentang sekelompok remaja yang pergi berkemah di daerah terpencil. Saat menikmati api unggun, mereka mendengar legenda tentang manusia kambing, yaitu seorang laki-laki berkepala kambing yang bisa berubah bentuk menjadi siapa saja.
Nah, di tengah cerita tersebut, mereka menyadari bahwa ada satu orang di antara mereka yang merupakan manusia kambing tersebut. Apalagi banyak dari mereka yang gak saling mengenal dengan baik. Cerita mulai menegangkan ketika satu per satu remaja tersebut menghilang. Mereka pun yakin kalau manusia kambing memang ada di antara mereka.
Kisahnya sangat mengerikan dan bikin paranoia, mirip seperti The Thing, film horor fiksi ilmiah terbaik sepanjang masa. Nah, adaptasi Anansi's Goatman bisa menekankan aspek psikologisnya. Tentu, film ini tetap bisa dibuat sebagai film monster biasa, tetapi hal itu bisa merusak materi sumbernya yang bisa dibilang sangat mengerikan.
5. Penpal

Creepypasta Penpal, yang berasal dari subreddit r/nosleep, sudah bertransisi ke media lain. Kisah ini telah dikompilasi menjadi sebuah novel oleh penulis aslinya, Dathan Auerbach, yang berhasil menyusun cerita nonlinier tentang seseorang yang menyadari bahwa semua kejadian menyeramkan yang dialaminya saat kecil adalah akibat dari seorang penguntit. Misalnya, ada insiden dari masa kecil narator ketika ia terbangun di hutan. Saat mereka pulang, ibu mereka khawatir karena mereka meninggalkan catatan yang mengatakan bahwa mereka melarikan diri. Anehnya, mereka gak menulis catatan itu.
Semua adegan masa kecil yang menyeramkan ini bisa diselingi dengan adegan dari masa dewasa tokoh utama ketika mereka mencoba menyatukan semua potongan teka-teki. Yap, bisa saja mengambil pendekatan yang mirip dengan film thriller Christopher Nolan berjudul Memento (2000), seperti menggunakan format nonlinier untuk membuat penonton tetap waspada.
Fakta bahwa cerita ini sudah diadaptasi menjadi novel berarti sudah ada struktur yang solid untuk diangkat menjadi film yang potensial. Jadi, kisah ini bisa menjadi peluang besar bagi studio yang ingin ikut serta dalam tren creepypasta. Apalagi, kisah Penpal mengaburkan batas antara fiksi dan kenyataan, sama seperti cerita creepypasta The Backrooms.
Adapun film The Backrooms sendiri disutradarai oleh Kane Parsons, sutradara muda berusia 20 tahun. Ia membuat serial web video The Backrooms di YouTube sebelum menyutradarai film hits ini. Yap, sebenarnya memang ada banyak sineas hebat di luar sana yang mengasah keterampilan mereka di media sosial. Selain itu, banyak dari mereka yang terinspirasi dari cerita horor di internet.
Jika The Backrooms aja bisa sukses di box office, ada kemungkinan kisah creepypasta yang sudah kita bahas di poin sebelumnya juga bisa diadaptasi ke layar lebar. Creepypasta mana yang harus dijadikan film, nih?

















