Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kisah Magistus Miftah di Balik Koreografi Ghost in the Cell: Aku Bikin Sendiri!
Magistus Miftah, pemeran Novilham di film Ghost in the Cell (dok. Pribadi/Magistus Miftah)
  • Magistus Miftah menciptakan sendiri koreografi dan jargon Teteus Kedeus untuk karakter Novilham atas permintaan Joko Anwar, agar gerakannya terasa lebih personal dan autentik.
  • Seluruh cast dan extras baru mengetahui koreografi Teteus Kedeus saat hari syuting, membuat ekspresi mereka di adegan tersebut tampil natural dan spontan.
  • Miftah menjalani proses pencetakan tubuh untuk prostetik menggunakan bahan berbasis rumput laut, yang justru membuat kulitnya terasa halus setelah sesi panjang dari pagi hingga sore.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Perbincangan saya dan Magistus Miftah belum usai. Kali ini saya mengulik momen di belakang layar saat Miftah, panggilan akrab pemeran Novilham ini di lokasi syuting Ghost in the Cell (2026).

Miftah cukup identik dengan gerakan tarian berjargon Teteus Kedeus yang ia tampilkan di dalam film Ghost in the Cell (2026). Ternyata koreografi dan jargon tersebut diciptakan sendiri oleh aktor yang pernah menjadi costume designer saat masih aktif di teater.

Selain itu, Miftah juga berbagi pengalaman saat tubuhnya dicetak oleh tim prostetik dan melakoni adegan diteror hantu pendendam secara langsung. Simak wawancara khusus IDN Times bersama Magistus Miftah di program #COD (Cerita Orang Dalam)!

1. Ternyata koreografi dan jargon ini diciptakan oleh Magistus Miftah sendiri atas permintaan Joko Anwar

Magistus Miftah, pemeran Novilham di film Ghost in the Cell (dok. Pribadi/Magistus Miftah)

Sejak awal, Joko Anwar memang meminta Magistus Miftah sendiri yang membuat koreografi untuk tarian Novilham. Tujuannya, supaya koreografi tersebut benar-benar mengekspresikan apa yang Novilham rasakan.

"Jadi kalau koreografi memang request dari Bang Joko Anwar adalah aku bikin koreonya sendiri. Jadi abang waktu itu request gak perlu ada koreografer lain, supaya benar-benar ini adalah Novilham yang menarikan itu," ungkap Magistus Miftah yang tidak mengaku kesulitan, karena juga berprofesi sebagai guru dance.

Gak cuma itu, Miftah juga menciptakan jargon Teteus Kedeus yang digunakan untuk mendeskripsikan koreografi Novilham. Ternyata istilah-istilah tersebut memang setiap hari Miftah pakai saat mengajar dance agar murid-muridnya mudah paham dan ngerasa happy pas latihan.

"Jadi Miftah, ada gak istilah yang dipakai buat kamu nari di kelas yang emang dancey banget kata-katanya. Dan aku langsung kayak, 'Oh jelas ada lah bang'. Karena memang aku tuh lucunya beberapa tahun sebelum ini, pernah dinominasikan oleh gym sebagai coach terlucu," sambungnya sembari tertawa.

2. Cast dan extras baru pertama kali tahu gerakan dance-nya pas syuting

Magistus Miftah, pemeran Novilham di film Ghost in the Cell (dok. Pribadi/Magistus Miftah)

Kamu tahu gak sih, ternyata para karakter dan ekstras baru tahu koreografi Teteus Kedeus saat syuting dimulai, lho. Jadi ekspresi, gestur, dan perasaan yang mereka tampilkan di adegan tersebut natural.

"Jadi itu memang request juga dari Bang Jokan, bahwa semua orang yang ada di adegan itu, di film itu, tidak ada yang diajarin dan tidak tahu sama sekali koreografinya apa. Jadi, mereka benar-benar literally baru tahu (koreografi) hari itu juga. Supaya adegan itu benar-benar terasa real, because it's real," jelasnya yang sempat membuat saya terkejut.

Meski baru tahu koreografinya saat syuting dimulai, Miftah mengaku suasana syuting tetap kondusif. Pasalnya, para aktor yang ada di adegan tersebut cepat tanggap dan memiliki jam terbang tinggi.

"Kebetulan memang mereka skillful aja sih menurutku. Teman-teman aktor yang ini kan juga sudah lama akting. Jadi mereka sudah belajar ketubuhan. Mereka pintar-pintar banget narinya. Sumpah deh," lanjut Miftah yang juga berkata momen syuting itu seru dan lucu banget.

3. Magistus Miftah share pengalaman waktu tubuhnya dicetak untuk prostetik

Magistus Miftah, pemeran Novilham di film Ghost in the Cell (dok. Pribadi/Magistus Miftah)

Memerankan salah satu korban hantu pendendam, pada tahap pra produksi, Miftah sempat mencetak prostetik tubuhnya dulu, lho. Sebelum tubuhnya dicetak menggunakan silikon oleh tim prostetik. Miftah melakukan sesi foto seluruh badan di Come and See Pictures.

"Waktu itu seru banget, aku ngerasa kayak dapat hollywood experience ya di situ. Kayak, ya ampun ini hari pertama nih, seru banget, gua dapat experience kayak gitu. Karena belum tentu semua aktor pernah punya pengalaman badannya dicetak gitu jadi patung," jelasnya tampak excited saat bercerita.

Melakukan cast mold sejak pukul 9 pagi sampai 3 sore, Miftah berulang kali mandi, karena harus dicetak dari berbagai sisi dan posisi. Fakta uniknya, setelah cast mold, kulit Miftah justru menjadi mulus, karena bahan prostetiknya mengandung rumput laut.

"Si bahan mold-nya itu terbuat dari rumput laut something, aku lupa gitu. Pokoknya terbuat dari rumput laut. Jadi begitu itu lepas dari kulit kita, kulit aku mulus. Jadi kayak pakai skincare," tuturnya yang mengaku terharu saat prostetik tersebut sudah jadi.

4. Pas adegan diteror hantu, Miftah sebenarnya takut beneran, tapi dia juga terkesima sama hasil macabre-nya

Magistus Miftah, pemeran Novilham di film Ghost in the Cell (dok. Pribadi/Magistus Miftah)

Gak cuma penonton, ternyata Miftah yang melakoni adegan saat diteror hantu pendendam juga merasa ngeri. Meski begitu, ia menegaskan proses syuting sangat aman bagi para aktor.

"Pas adegan seram-seram itu seram beneran, (karena) itu pertama kali, ya. Dan takut lho, takut beneran, takut patah, ya. Meski pun di sana amannya luar biasa. Dijaga amannya itu keren banget. Cuma tetap aja, namanya kita harus memerankan adegan yang mengerikan," ujar Miftah yang sempat membuat saya bergidik ngeri.

Selain itu, Miftah juga sempat melihat instalasi macabre karakter Novilham di lokasi syuting secara langsung. Hasilnya tampak nyata, sehingga aktor yang juga berprofesi sebagai tarot reader ini juga ngerasa ngilu saat melihat langsung.

"Seberapa pun aku sering nonton film gore, tapi tetap kayak gitu, apa sih agak cringe (ngeri), kayak ngilu, ngelihatnya tetap seram. Pada saat syuting juga aku sempat ngintip, kayak aku mau lihat dong gimana sih. Itu juga ngilu banget, takut banget," lanjutnya.

5. Baju yang dipakai Miftah untuk promosi ternyata sama kayak kostumnya pas syuting

Magistus Miftah, pemeran Novilham di film Ghost in the Cell (Instagram.com/magistus_tarot)

Kamu sering kan ngelihat cast Ghost in the Cell (2026) promosi memakai outfit berwarna kuning mustard ala para narapidana? Ternyata, pakaian berbahan linen crinkle itu sama seperti yang mereka pakai saat syuting, lho.

"Iya banget nih, masih ada yang kancingnya copot bahkan. Ini sama banget, sama yang dipakai syuting. Persis yang ini dan dikasih, dibawain ke rumah kayak, 'Simpan ya, kalau dibutuhin pakai buat promo'. Katanya gitu," ucap Miftah dengan nada yang ceria dan bersemangat.

Miftah juga sempat spill, kalau tim wardrobe Ghost in the Cell (2026) menggunakan teknik aging (penuaan) dan weathering (pelapukan), agar baju narapidana terlihat usang, sehingga tampak nyata. Siapa yang auto hafal koreografi dan jargon Teteus Kedeus ala Novilham setelah menonton Ghost in the Cell (2026)?

Editorial Team