Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Lagu di Setlist Pajama Drive JKT48 yang Punya Makna Sedih
Ralyne, Virgi, dan Carissa JKT48 (x.com/A_VirgiJKT48)
  • Setlist "Pajama Drive" JKT48 Trainee memuat 16 lagu, dengan lima lagu bertema sedih meski beberapa hadir lewat aransemen ceria, energik, atau bernuansa dark.
  • "Air Mata Perasaan yang Tak Tersampaikan", "Bersepeda Berdua", dan "Ekor Malaikat" mengangkat cinta pertama yang dipendam, ketakutan ditolak, serta harapan cinta berbalas.
  • "Bunga Sakuraku" menyoroti penerimaan atas tempo hidup berbeda, sementara "Cara Menggunakan Hidup" menggambarkan kesepian seorang gadis yang mencari kasih sayang dan jati diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setlist "Pajama Drive" yang dibawakan oleh JKT48 Trainee terdiri atas 16 buah lagu dengan beragam kisah menarik di baliknya. Dari 16 lagu tersebut, 5 di antaranya mengangkat tema sedih, seperti cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Uniknya, kelima lagu ini tidak semuanya dibalut dengan aransemen musik yang sedih, beberapa justru memiliki melodi yang ceria, energik, hingga bernuansa dark. Penasaran ada lagu apa saja? Simak 5 lagu JKT48 dalam setlist "Pajama Drive" yang menyimpan makna sedih berikut ini!

1. Air Mata Perasaan yang Tak Tersampaikan

Oline dan Rilly JKT48 (x.com/Rilly_JKT48)

Lagu "Air Mata Perasaan yang Tak Tersampaikan" mengisahkan perasaan sedih seorang perempuan yang tidak mampu menyampaikan rasa suka kepada cinta pertamanya. Perempuan ini sudah menunggu laki-laki yang disukai di jalan yang biasanya, tapi tidak berani menyapa dan hanya membiarkannya lewat begitu saja di depan matanya. Di tengah hujan, ia akhirnya berjalan pulang sendirian sambil menangis meratapi ketidakberdayaannya dalam menunjukkan rasa cinta.

Namun, sesedih apa pun kenyataan tersebut, gadis ini tidak akan mau menghapus kenangan tentang sang pujaan hati. Meskipun pada akhirnya mereka tidak ditakdirkan untuk bersatu, ia yakin bahwa suatu hari nanti, pengalaman patah hati di masa mudanya ini akan tetap dikenang sebagai sebuah memori yang berharga.

2. Bunga Sakuraku

"Bunga Sakuraku" menjadi salah satu lagu dalam setlist "Pajama Drive" yang paling sering membuat para trainee menangis saat membawakannya. Lagu ini mengisahkan seorang murid sekolah yang sedang merenungi bahwa ego dan perasaan tak ingin kalah yang dimilikinya selama ini sebenarnya tidak ada artinya. Ia baru sadar bahwa hidup ini bukanlah perlombaan tentang siapa yang lebih dulu berhasil dan terkadang ada mimpi yang memang harus direlakan begitu saja, sekeras apa pun kita telah berusaha.

Saat sedang merasa tertinggal dari orang lain, ada seorang teman yang menepuk pundaknya lalu berlari mendahuluinya. Melihat punggung yang berlari di depannya tersebut membuatnya tersadar bahwa setiap orang memiliki tempo yang berbeda untuk meraih mimpi mereka. Layaknya musim semi yang tiba, bunga sakura yang belum gugur pun suatu saat pada akhirnya akan tertiup angin dan beranjak meninggalkan rantingnya.

3. Bersepeda Berdua

Ekin dan Giaa JKT48 (x.com/Giaa_JKT48)

Meski dibalut dengan musik yang ceria dan energik, "Bersepeda Berdua" rupanya menjadi salah satu lagu galau andalan fans JKT48. Lagu ini mengisahkan seorang laki-laki yang jatuh hati pada teman sekelasnya, tapi memilih untuk tidak mengutarakan perasaannya karena tidak siap menghadapi penolakan. Setiap hari, laki-laki ini selalu mengantar gadis pujaannya tersebut pulang dengan menggunakan sepeda.

Dengan tetap melihat ke depan saat mengayuh sepedanya, laki-laki ini bergumam terkait pandangan perempuan tersebut kepadanya, yaitu "Ah, mungkin bagi dirimu hanya teman sekelas saja yang jalan pulangnya searah." Laki-laki ini sejak awal tidak mengharapkan balasan apa pun karena bisa berada di dekat perempuan itu saja sudah cukup membuatnya bahagia. Bahkan terkadang, ia sengaja memilih rute jalan pulang yang lebih jauh hanya demi bisa berboncengan sedikit lebih lama dengan pujaan hatinya tersebut.

4. Ekor Malaikat

"Ekor Malaikat" dapat dimaknai bahwa cinta itu indah seperti malaikat, tetapi sulit untuk digapai seperti ekor yang selalu bergoyang-goyang. Lagu "Ekor Malaikat" bercerita tentang seseorang yang meniup balon untuk menghembuskan kegelisahan dalam dadanya karena selama ini dirinya telah menyembunyikan rasa cintanya pada seseorang. Balon yang berisi rahasia mengenai rasa cintanya tersebut kemudian dilepaskan ke langit dan terbang tinggi mengikuti arah angin.

Seseorang ini hanya berani memperhatikan cinta pertamanya dari kejauhan dan berharap suatu saat arah angin dapat membuat sang pujaan hati melihat ke arahnya. Pujaan hatinya ini digambarkan sebagai sosok yang sangat keren seperti matahari yang berkilau. Seseorang ini terus berpura-pura bersikap dingin dan hanya menunggu keajaiban bahwa suatu hari cintanya akan terbalas.

5. Cara Menggunakan Hidup

Mikaela JKT48 (x.com/M_MikaelaJKT48)

"Cara Menggunakan Hidup" menceritakan tentang seorang gadis muda yang sangat mendambakan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya. Kehadiran teman dan keluarganya seperti ada dan tiada karena mereka tidak pernah memberikan dukungan emosional kepadanya. Ia merasa hatinya perlahan berkarat dan mulai membenci kehidupannya sendiri, hingga lagu pun tidak lagi mampu membangkitkan semangatnya.

Ia sangat berharap ada orang yang mau menemani dan mencintainya dengan sepenuh hati demi mengusir rasa sepi yang menyiksa. Ia bahkan rela memberikan apa saja, asalkan ada seseorang yang mau mengajarinya cara menggunakan hidup dengan baik. Pada akhirnya, gadis malang ini hanya ingin menemukan jati dirinya yang sesungguhnya.

Deretan lagu ini bisa kamu nikmati secara langsung dengan menyaksikan pertunjukan setlist "Pajama Drive" di Teater JKT48. Dari 5 lagu di atas, mana yang paling menarik perhatianmu untuk didengarkan berulang kali?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article