Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Lagu Folk Rock Lawas yang Masih Terasa Modern hingga Kini
Bob Dylan (instagram.com/bobdylan)
  • The Animals mengubah “House of the Rising Sun” menjadi folk rock dramatis pada 1964; versi ini memuncaki Billboard Hot 100 selama tiga minggu.
  • Bob Dylan, The Byrds, dan Steeleye Span memperluas folk rock melalui instrumen elektrik, gitar 12-string, serta harmoni a cappella dari carol Latin abad ke-16.
  • Barry McGuire mengangkat perang, kekerasan, rasisme, dan ketakutan masa depan dalam “Eve of Destruction”, yang sempat dibatasi radio tetapi tetap mencapai No. 1.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Folk rock menjadi salah satu genre yang menarik karena berhasil mempertemukan dua karakter musik yang pada awalnya terasa cukup berbeda. Musik folk identik dengan instrumen akustik serta nuansa tradisional, sedangkan rock hadir dengan energi yang lebih keras dan eksplosif. Ketika keduanya mulai berpadu pada era 1960-an, lahirlah sejumlah lagu yang terdengar sangat berbeda dari musik populer pada masanya.

Menariknya, beberapa lagu folk rock bukan hanya sukses secara komersial, tetapi juga ikut mengubah arah perkembangan musik. Ada yang berani membawa instrumen elektrik ke dalam musik folk. Ada pula yang menghadirkan aransemen yang terdengar seperti berasal dari beberapa dekade setelahnya. Berikut lima lagu folk rock lawas yang masih terasa modern hingga kini.

1. “House of the Rising Sun” — The Animals

“House of the Rising Sun” sebenarnya bukan lagu yang diciptakan oleh The Animals. Asal-usulnya tidak benar-benar diketahui dan lagu tersebut sudah beredar selama puluhan tahun sebelum grup asal Inggris itu merekam versinya pada 1964. Sebelumnya, lagu ini lebih dekat dengan tradisi folk dan folk blues, tetapi The Animals mengubahnya menjadi sesuatu yang jauh lebih dramatis.

Dengan gitar elektrik, permainan drum yang kuat, serta vokal penuh tenaga dari Eric Burdon, lagu tersebut menjadi salah satu contoh awal bagaimana folk bisa terdengar sangat rock. Keberhasilan versi The Animals juga ikut memberi tempat penting bagi folk rock di tengah musik populer. Lagu ini bahkan mencapai posisi No. 1 di Billboard Hot 100 dan bertahan selama tiga minggu di puncak tangga lagu.

2. “Like a Rolling Stone” — Bob Dylan

Bob Dylan menjadi salah satu tokoh yang paling identik dengan perubahan besar dalam musik folk pada 1960-an. “Like a Rolling Stone” menunjukkan bagaimana ia mulai meninggalkan batasan musik folk tradisional dan memasukkan energi rock ke dalam karyanya. Lagu ini memiliki permainan instrumen elektrik yang lebih ramai serta struktur jauh lebih agresif dibandingkan dengan folk akustik yang sebelumnya melekat pada Dylan.

Momen ketika Dylan tampil secara elektrik di Newport Folk Festival pada 1965 kemudian menjadi salah satu cerita paling terkenal dalam sejarah musik. Ada berbagai versi mengenai reaksi penonton pada malam tersebut, tetapi kisah yang paling populer menyebutkan bahwa sebagian penonton mencemooh penampilannya. Kontroversi itu menunjukkan adanya benturan antara tradisi folk dan perkembangan rock yang semakin kuat.

3. “Gaudete” — Steeleye Span

“Gaudete” mungkin menjadi lagu paling unik dalam daftar ini karena justru terdengar modern dengan menggunakan materi yang sangat tua. Lagu tersebut merupakan carol Natal berbahasa Latin yang berasal dari abad ke-16, tetapi Steeleye Span membawakannya dengan pendekatan yang membuatnya terasa seperti musik rock yang jauh lebih modern.

Versi mereka dirilis pada 1972 dan sama sekali tidak bergantung pada gitar elektrik atau instrumen rock lainnya. Sebaliknya, seluruh lagu dibangun menggunakan vokal dan harmoni a cappella. Keunikan tersebut justru menjadi alasan mengapa “Gaudete” terasa mendahului masanya. Harmoni vokal yang bergema, tempo yang tegas, dan atmosfer yang sedikit gelap membuat lagu ini terdengar lebih dekat dengan musik rock progresif.

4. “Mr. Tambourine Man” — The Byrds

“Mr. Tambourine Man” pertama kali ditulis dan direkam oleh Bob Dylan, tetapi versi The Byrds memberikan karakter baru yang sangat berpengaruh. Ketika dirilis pada 1965, The Byrds menggabungkan lirik bergaya folk milik Dylan dengan gitar elektrik dan ritme rock yang lebih teratur. Salah satu ciri paling menonjol adalah permainan gitar elektrik 12-string Roger McGuinn yang menghasilkan suara berkilau dan “jangly”.

Formula tersebut kemudian menjadi salah satu karakter penting dalam perkembangan folk rock. Versi The Byrds juga sering disebut sebagai salah satu rekaman yang membantu membawa folk rock ke arus utama. Lagu ini membuktikan bahwa lirik dan pendekatan bercerita khas folk dapat berjalan sangat baik bersama produksi musik yang lebih modern.

5. “Eve of Destruction” — Barry McGuire

Jika lagu-lagu sebelumnya dianggap mendahului zaman karena inovasi musiknya, “Eve of Destruction” melakukannya lewat keberanian dalam menyampaikan tema sosial dan politik. Lagu Barry McGuire ini dirilis pada 1965 ketika Perang Vietnam, Perang Dingin, dan gerakan hak-hak sipil sedang menjadi isu besar di Amerika Serikat. Liriknya berbicara secara terbuka tentang perang, kekerasan, rasisme, dan ketakutan terhadap masa depan manusia.

Kontroversi yang muncul pun tidak kecil. “Eve of Destruction” sempat dilarang atau dibatasi oleh sejumlah stasiun radio karena dianggap terlalu kontroversial, terutama karena kritiknya terhadap perang dan situasi sosial. Namun, kontroversi tersebut tidak menghentikan lagu ini dari menjadi hit besar dan bahkan mencapai posisi No. 1 di tangga lagu.

Kelima lagu folk rock lawas yang masih terasa modern hingga kini memperlihatkan bahwa genre tersebut bukan sekadar perpaduan musik akustik dan rock. Dari kelima lagu folk rock tersebut, mana yang menurutmu paling terasa mendahului masanya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article