Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Lagu Halloween dari Tahun 60-an yang Punya Nuansa Misterius
Fleetwood Mac (facebook.com/fleetwoodmac)
  • Lima lagu era 1960-an menawarkan atmosfer Halloween beragam, dari pesta monster kocak hingga suasana gelap, misterius, dan muram.
  • “Monster Mash” karya Bobby Pickett menjadi hit besar 1962 dan memuncaki Billboard Hot 100 lewat cerita pesta dansa para monster.
  • Daftar ini juga mencakup lagu bernuansa horor, sihir, dan kesepian dari Don Hinson, CCR, Fleetwood Mac, serta Cheryl Thompson.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Halloween identik dengan kostum menyeramkan hingga dekorasi rumah bernuansa gelap. Selain film horor dan suasana rumah hantu, musik juga bisa menjadi cara seru untuk membangun atmosfer Halloween. Sejumlah lagu lawas bahkan punya melodi dan lirik yang cocok untuk menemani perayaan ini, mulai dari yang kocak hingga benar-benar terasa mencekam.

Era 1960-an menghadirkan beragam lagu dengan tema monster, ilmu sihir, dan suasana malam yang misterius. Beberapa di antaranya masih sering diputar ketika Halloween tiba, sementara lagu lainnya mungkin belum banyak dikenal oleh pendengar masa kini. Berikut lima lagu Halloween dari tahun 60-an yang layak masuk ke dalam playlist mereka.

1. “Monster Mash” — Bobby (Boris) Pickett and the Crypt-Kickers

Kalau membicarakan lagu Halloween klasik, “Monster Mash” hampir selalu menjadi salah satu judul yang terlintas pertama kali. Lagu yang dirilis pada 1962 ini dibawakan oleh Bobby (Boris) Pickett bersama The Crypt-Kickers dan mengisahkan pesta dansa yang dihadiri berbagai monster. Ada Dracula, manusia serigala, Frankenstein, hingga makhluk-makhluk menyeramkan lain yang berkumpul untuk menari bersama.

Di balik konsepnya yang unik, “Monster Mash” ternyata berhasil menjadi hit besar dan mencapai posisi puncak Billboard Hot 100. Bobby Pickett menulis lagu ini bersama Leonard Capizzi ketika keduanya masih menjadi bagian dari grup musik The Cordials. Mereka terinspirasi oleh tren musik dansa pada masa itu dan mengemasnya menjadi lagu bertema monster yang berbeda dari lagu populer kebanyakan.

2. “Riboflavin-Flavored, Non-Carbonated, Polyunsaturated Blood” — Don Hinson and the Rigamorticians

Dirilis pada 1964, lagu ini menjadi bagian dari album Monster Dance Party. Lagu bernuansa komedi ini menghadirkan kisah seorang dokter gila yang menawarkan racikan darah hasil eksperimen laboratorium kepada Dracula yang membutuhkan persediaan darah pada tengah malam. Alih-alih menimbulkan ketakutan, cerita absurd tersebut justru membuat lagu ini terasa lucu sekaligus cocok dengan tema Halloween.

Dibawakan oleh Don Hinson and the Rigamorticians, lagu ini memadukan narasi bergaya film horor klasik dengan iringan musik yang ringan dan mudah diikuti. Suara terompet serta vokal latar menambah kesan unik, sementara liriknya menggambarkan berbagai khasiat konyol dari racikan darah buatan tersebut. Sosok Don Hinson sendiri tidak banyak diketahui selain kiprahnya sebagai penyiar radio di Las Vegas dan pengisi suara.

3. “I Put a Spell on You” — Creedence Clearwater Revival

“I Put a Spell on You” versi Creedence Clearwater Revival (CCR) justru menawarkan suasana lebih gelap dan intens. Lagu ini merupakan interpretasi dari karya Screamin' Jay Hawkins yang pertama kali dirilis pada 1956. Melalui vokal John Fogerty yang penuh tekanan dan permainan gitar yang kuat, CCR menghadirkan nuansa seperti seseorang yang sedang terjebak dalam mantra dan tidak bisa melepaskan diri dari perasaannya.

Versi CCR dirilis pada 1968 sebagai lagu pembuka album debut mereka yang berjudul Creedence Clearwater Revival. Meski hanya mencapai posisi ke-58 di tangga lagu Billboard Hot 100, lagu ini memperlihatkan sisi musik mereka yang lebih kasar dan sedikit psikedelik. Bagian vokalnya yang terdengar penuh emosi berpadu dengan permainan gitar yang panjang, menciptakan kesan gelisah dan misterius.

4. “Black Magic Woman” — Fleetwood Mac

Banyak pendengar mungkin lebih mengenal “Black Magic Woman” melalui versi Santana yang populer pada 1970. Namun, lagu ini sebenarnya pertama kali direkam oleh Fleetwood Mac pada 1968 dan menampilkan Peter Green sebagai vokalis. Versi aslinya memperlihatkan pengaruh musik blues yang kuat, dengan permainan gitar yang terasa menggoda sekaligus mengandung ancaman.

Perpaduan tersebut membuat lagu ini seolah menggambarkan seseorang yang terpesona bleh kekuatan sihir dan sulit melepaskan diri dari pengaruhnya. Berbeda dari lagu monster yang mengandalkan cerita jenaka, lagu ini membangun atmosfer misterius melalui permainan musik dan kesan sensual yang sedikit mengganggu. Lagu ini bisa menjadi pilihan untuk menciptakan playlist Halloween yang lebih gelap tanpa kehilangan sisi musikalnya.

5. “Black Night” — Cheryl Thompson

Dirilis pada 1964, “Black Night” menghadirkan nuansa Halloween dengan cara yang lebih halus. Refrain tentang malam hitam yang sunyi dan penuh kesepian juga memperkuat kesan muram sepanjang lagu. Ditambah melodi yang bergerak menurun dan permainan gitar yang terdengar sedikit melayang, lagu ini terasa cocok untuk menemani malam Halloween yang tenang tetapi penuh misteri.

Sebelum merilis “Black Night”, Cheryl Thompson dikenal sebagai pemenang kontes kecantikan Miss Las Vegas dan Miss Nevada pada 1963. Ia kemudian mencoba membangun karier musik dan merilis sejumlah single sepanjang 1964 hingga 1967, meski tidak sempat mengeluarkan album penuh atas namanya. Salah satu lagunya, “The Third Person”, bahkan mendapat nominasi Grammy untuk kategori terkait penampilan vokal perempuan pada 1967.

Lagu Halloween dari era 1960-an menawarkan pengalaman mendengarkan yang beragam. Dari kelima lagu di atas, mana yang paling ingin kamu masukkan ke dalam playlist Halloween tahun ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article