Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Lagu NIKI tentang Menjadi Second Choice, Ada Backburner

NIKI Zefanya.
NIKI Zefanya (instagram.com/nikizefanya)
Intinya sih...
  • "Backburner" adalah anthem paling telak tentang menjadi second choice, dengan lirik yang jujur dan mentah.
  • "Did You Like Her in the Morning?" menggambarkan rasa tidak aman dan ketakutan menjadi pengganti sementara.
  • "Anaheim" menunjukkan sisi lain, di mana NIKI tanpa sadar menjadikan orang lain second choice karena ketidaksiapan emosional.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

NIKI dikenal sebagai salah satu penulis lagu paling jujur soal cinta yang rumit. Lagu-lagunya terasa seperti curhatan tengah malam yang terlalu personal, tapi justru itu yang membuat banyak orang merasa relate. Salah satu tema yang paling sering muncul dalam diskografi NIKI adalah perasaan menjadi pilihan kedua, selalu ada, tapi jarang benar-benar dipilih.

Lewat lirik-lirik tajam dan mengena, NIKI menggambarkan betapa melelahkannya bertahan di posisi second choice. Mulai dari berharap diam-diam, menyangkal logika, sampai menyadari bahwa diri sendiri ikut bersalah karena terus bertahan. Berikut lima lagu NIKI tentang menjadi second choice yang menggambarkan rasa sakit jadi cadangan dalam hubungan.

1. “Backburner”

Backburner” bisa dibilang anthem paling telak tentang menjadi second choice. Lagu ini tidak berusaha membungkus rasa sakit dengan metafora manis, justru menyajikannya secara mentah dan jujur. NIKI sadar betul bahwa dirinya hanya dihubungi saat orang itu kesepian, tapi tetap memilih bertahan karena masih ada secuil harapan.

Yang paling menyakitkan dari lagu ini adalah kesadaran diri yang ironis. Ia tahu situasinya tidak sehat, tahu ia pantas mendapatkan lebih, tapi tetap kembali ke posisi yang sama. “Backburner” bukan hanya soal cinta sepihak, tapi juga tentang kebiasaan menyabotase diri sendiri demi perasaan yang belum tentu berbalas.

2. “Did You Like Her in the Morning?”

Lagu ini menggambarkan kecemburuan yang sunyi dan pertanyaan yang tidak pernah benar-benar ingin dijawab. NIKI menempatkan diri sebagai orang yang datang setelah hubungan sebelumnya, namun masih terus dibandingkan dengan masa lalu sang pasangan. Pertanyaan sederhana di judul lagu justru terasa sangat menusuk.

Di balik nadanya yang lembut, lagu ini penuh rasa tidak aman dan ketakutan menjadi pengganti sementara. Ada rasa bersaing dengan bayangan orang lain yang bahkan sudah tidak ada lagi. Lagu ini cocok untuk mereka yang merasa selalu datang terlalu telat dalam hidup seseorang.

3. “Anaheim”

Berbeda dari lagu-lagu lain, Anaheim justru menunjukkan sisi sebaliknya. Pasalnya di lagu ini, NIKI sebagai orang yang tanpa sadar menjadikan orang lain second choice. Lagu ini penuh penyesalan dan konflik batin, ketika seseorang ingin mencintai dengan benar, tapi belum siap secara emosional.

NIKI menggambarkan perasaan tersesat, bukan karena tidak mencintai, tetapi karena belum mengenal dirinya sendiri. Lagu ini menunjukkan bahwa menjadikan orang lain second choice tidak selalu tentang niat jahat, kadang hanya tentang ketidaksiapan. “Anaheim” terasa pahit karena kejujurannya yang sunyi dan dewasa.

4. “Focus”

Focus” adalah potret hubungan dengan orang yang emosionalnya tidak pernah benar-benar hadir. Lagu ini penuh frustrasi, sindiran, dan kelelahan karena terus bersaing dengan teman perempuan si cowok di setiap kota. NIKI mempertanyakan posisinya sendiri apakah ia istimewa, atau hanya bagian dari permainan.

Lagu ini terasa seperti teriakan minta kejelasan yang tak pernah datang. Ada kemarahan, cemburu, dan kesadaran pahit bahwa dirinya mungkin hanya menyukai pengejarannya, bukan benar-benar dicintai. Focus menggambarkan betapa menyakitkannya mencintai orang yang bahkan tidak tahu apa yang ia inginkan.

5. “Milk Teeth”

Milk Teeth” membahas hubungan yang masih sangat muda, tapi sudah terasa rapuh sejak awal. NIKI menyadari bahwa cinta ini belum sempat tumbuh dewasa, tapi tanda-tanda perpisahan sudah mulai terlihat. Ia merasa seperti tempat singgah, bukan tujuan akhir.

Lagu ini terasa lembut, tapi penuh kegelisahan. Ada rasa ingin bertahan, meski tahu hubungan ini kemungkinan besar tidak akan bertahan lama. “Milk Teeth” adalah lagu tentang menjadi pilihan sementara, bahkan ketika segalanya masih terasa baru dan manis di permukaan.

Kelima lagu NIKI tentang menjadi second choice menunjukkan konsistensi penyanyi tersebut dalam mengangkat tema cinta yang tidak ideal, gak seimbang, dan sering kali menyakitkan. Dari semua lagu tersebut, mana yang paling menggambarkan pengalaman kamu, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Hype

See More

8 Lagu Indonesia tentang Bahaya Tipu Daya Tukang Gombal, Hati-Hati!

05 Jan 2026, 23:44 WIBHype