Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

9 Persamaan Stranger Things dengan Karya Stephen King, Gak Asing!

9 Persamaan Stranger Things dengan Karya Stephen King, Gak Asing!
cuplikan adegan dalam serial Stranger Things (dok. 21 Laps Entertainment/Stranger Things)
Intinya Sih
  • Serial Stranger Things sukses besar karena menghadirkan nuansa nostalgia 1980-an dan banyak terinspirasi dari karya-karya horor legendaris Stephen King.
  • Banyak elemen dalam Stranger Things, seperti font, kota kecil Hawkins, karakter anak-anak buangan, hingga konsep dimensi lain, mencerminkan ciri khas cerita Stephen King.
  • Duffer Brothers bahkan menampilkan referensi langsung ke buku-buku Stephen King di beberapa adegan, menunjukkan penghormatan terbuka terhadap sang maestro horor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Siapa sangka jika serial Stranger Things menjadi tontonan yang digilai banyak penggemarnya. Tayang perdana pada musim panas 2016, serial TV fantasi tentang seorang ibu yang mencari putranya yang hilang dan sekelompok remaja yang berteman dengan seorang gadis yang punya kekuatan telekinetik ini jadi tontonan yang digandrungi segala usia.

Alasan utama kenapa serial ini sukses adalah ada sesuatu yang gak asing, nih. Pertama, serial ini terasa seperti film petualangan tahun 1980-an. Gak hanya itu, serial ini juga menyelipkan karya-karya dari Stephen King. Terasa familiar, kan.

Stephen King sendiri punya jejak karya yang gak bisa dihapus dari genre horornya. Yap, karya-karya klasiknya, seperti It, Carrie, The Shining, dan Salem's Lot, menjadi inspirasi banyak film dan serial lain. Itulah sebabnya serial Stranger Things terinspirasi dari maestro horor tersebut.

Kamu bisa melihat jejak karya Stephen King di setiap musim serial Stranger Things. Apa saja persamaannya? Mari kita cari tahu!

1. Stranger Things menggunakan font klasik yang sama seperti karya-karya Stephen King

cuplikan judul Stranger Things
cuplikan judul Stranger Things (dok. 21 Laps Entertainment/Stranger Things)

Font ITC Benguiat digunakan untuk menghasilkan font dengan estetika neon. Font ini gak asing dan sangat populer. Kamu bisa melihat banyak novel karya Stephen King, terutama di era 80-an, yang menggunakan font ini. Judul novel Stephen King seperti Needful Things, Night Shift, dan Pet Sematary hanyalah beberapa judul yang menggunakan font retro ini.

Tentu saja, font ITC Benguiat gak digunakan oleh Stephen King saja. Buku Choose Your Own Adventure karya Edward Packard juga menggunakan font ini. Gak hanya buku, judul video game Nier: Automata serta beberapa film Star Trek, seperti Star Trek Generations menggunakan font ini.

ITC Benguiat ternyata punya sejarah yang sangat kental dengan budaya geek. Hal ini semakin diperkuat oleh kehadiran serial Stranger Things. Apakah Duffer Brothers terinspirasi dengan karya Stephen King karena memakai font legendaris ini? Yap, sepertinya begitu, ya.

2. Stranger Things meniru kota kecil sebagai latar ceritanya seperti karya Stephen King

cuplikan adegan dalam serial Stranger Things
cuplikan adegan dalam serial Stranger Things (dok. 21 Laps Entertainment/Stranger Things)

Bukan hal yang baru jika kota-kota kecil cenderung menjadi latar cerita horor. Nah, kota kecil dan kisah horornya memang sering muncul dalam beberapa buku Stephen King. Ia biasanya menjadikan kota-kota kecil di Maine sebagai latar bagi banyak ceritanya, seperti Derry dalam It atau Jerusalem's Lot dalam Salem's Lot.

Bahkan ketika Stephen King gak mengambil latar di Maine, seperti dalam cerita Children of the Corn, yang berlatar di kota fiktif Gatlin, Nebraska, latarnya tetap berada di daerah pedesaan. Rupanya, hanya di kota-kota kecillah kisahnya bisa menjadi sangat horor. Mayat bisa disembunyikan di hutan terdekat. Berbeda dengan kota-kota besar yang tindak tanduk seseorang selalu diawasi. Hal ini juga ditiru oleh Duffer Brothers, yang menempatkan Stranger Things di kota kecil fiksi Hawkins, Indiana.

3. Stranger Things punya kesamaan dari segi karakter, terutama pahlawan yang awalnya dikucilkan

cuplikan adegan dalam serial Stranger Things
cuplikan adegan dalam serial Stranger Things (dok. 21 Laps Entertainment/Stranger Things)

Dalam cerita, biasanya pahlawan awalnya digambarkan sebagai orang yang lemah. Kisah ini gak akan menarik jika pahlawannya hebat di awal dan bisa mengalahkan siapa pun. Nah, Stephen King sendiri punya kisah seperti ini. Namun, ia memilih anak-anak dan remaja yang sering kali dikucilkan oleh masyarakat.

It sendiri punya sekelompok protagonis yang disebut Losers Club (Klub Pecundang) untuk melawan Pennywise. Carrie White dari Carrie adalah seorang remaja yang dikucilkan, tapi di balik itu punya kemampuan yang luar biasa. Kemudian, dalam cerita pendek Stephen King berjudul The Body, yang diadaptasi menjadi film Stand By Me (1986), bercerita tentang sekelompok teman yang menganggap diri mereka sebagai orang buangan dan gak sengaja menemukan mayat.

Nah, dalam dunia nyata, hal ini bisa terjadi pada siapa saja. Termasuk diri kita yang mungkin pernah diintimidasi dan merasa gak diterima oleh lingkungan. Itulah kenapa kisah ini sering kali menjadi premis sebuah cerita.

Begitu pula dengan serial Stranger Things, yang dimulai dengan empat sahabat—Mike (diperankan Finn Wolfhard), Dustin (diperankan Gaten Matarazzo), Lucas (diperankan Caleb McLaughlin), dan Will (dipeankan Noah Schnapp). Mereka adalah kutu buku dan mereka suka bermain Dungeons & Dragons. Lalu ada Eleven (diperankan Millie Bobby Brown), yang juga merupakan seorang anak yang berbeda, serta berhasil lolos dari eksperimen pemerintah.

4. Stranger Things punya seorang gadis yang memiliki kemampuan luar biasa, mirip seperti karya Stephen King

cuplikan adegan dalam serial Stranger Things
cuplikan adegan dalam serial Stranger Things (dok. 21 Laps Entertainment/Stranger Things)

Meskipun para kutu buku dalam serial Stranger Things cukup penting dalam memahami cerita, tapi ada unsur supernatural dengan diperkenalkannya Eleven. Karakter tragis dalam Stranger Things ini punya kemampuan psikis, salah satunya adalah telekinesis. Itu kenapa Eleven bisa memanipulasi objek menggunakan pikirannya.

Eleven juga punya telepati, yang membuatnya bisa berkomunikasi dengan orang lain. Bahkan mampu berkomunikasi di lokasi yang berbeda. Sepanjang seri, kita dikasih tahu kalau kekuatan Eleven berasal dari Henry Creel, alias Vecna ​​(Jamie Campbell Bower), yang darahnya ditransfusikan ke ibu Eleven saat hamil.

Stephen King sebenarnya punya beberapa buku tentang seorang gadis yang menemukan kekuatan super terpendamnya. Charlie McGee dari Firestarter rupanya punya kemampuan pirokinesis, yang bisa menyalakan api hanya dengan pikirannya. Seperti Eleven, dia juga buronan pemerintah yang ingin memanfaatkan kekuatannya untuk kepentingan mereka sendiri.

Gak hanya itu, Stephen King juga terkenal karena menulis Carrie, yang bercerita tentang seorang gadis yang punya kekuatan telekinetiknya saat memasuki masa pubertas. Namun, gadis ini membunuh banyak teman sekelasnya setelah dipermalukan di pesta prom. Carrie merupakan sebuah peringatan terkait apa yang bisa terjadi pada Eleven jika dia gak punya teman dan menemukan cinta.

5. Pelaku perundungan dalam Stranger Things berubah menjadi psikopat seperti dalam karya Stephen King

cuplikan adegan dalam serial Stranger Things
cuplikan adegan dalam serial Stranger Things (dok. 21 Laps Entertainment/Stranger Things)

Dalam musim pertama Stranger Things, kita diperkenalkan dengan Troy (Peyton Wich) dan James (Cade Jones) yang sering mengintimidasi anak laki-laki. Awalnya hanya ejekan di halaman sekolah, tapi ketika Troy bertemu Dustin di dekat tambang, Troy menodongkan pisau ke leher Dustin. Adegan ini cukup mengkhawatirkan. Coba bayangkan bagaimana seorang perundung berubah menjadi seorang yang ingin membunuh. Troy bahkan menyuruh Mike untuk melompat dari tambang sebagai balasan atas perbuatan Eleven yang pernah membuatnya mengompol di celana.

Memang cerita ini bukan hal yang baru, ketika perundung melampaui batas dengan melakukan aksi yang lebih ekstrem. Hal ini pun digambarkan dalam serial Stranger Things, seperti yang juga sering digambarkan dalam buku-buku Stephen King. Losers Club juga sering dirundung, terutama oleh Henry Bowers, dalam It. Sebenarnya, hal itu dipengaruh Pennywise, yang membuat penduduk Derry menjadi lebih kejam.

Namun, dalam novel Stephen King yang berjudul The Body, para tokoh utama dalam cerita itu bertemu oleh beberapa pem-bully setelah menemukan mayat. Chris pun sempat mengusir mereka untuk sementara dengan menggunakan pistol. Namun, mereka semua kemudian dipukuli habis-habisan, karakter Gordie bahkan mengalami patah hidung dan jari.

6. Stranger Things punya dimensi lain yang juga diceritakan dalam karya Stephen King

cuplikan The Abyss dalam Stranger Things
cuplikan The Abyss dalam Stranger Things (dok. 21 Laps Entertainment/Stranger Things)

Sejak awal serial Stranger Things, ada istilah Upside Down. Di musim ke-5 terungkap sebagai lubang cacing yang menghubungkan kota Hawkins dengan X Dimension atau The Abyss. Dimensi lain ini adalah tempat Vecna awalnya diasingkan dan sebenarnya merupakan rumah bagi Demogorgon.

Multiverse memang sedang tren saat ini. Jadi, konsep dimensi lain bukanlah hal yang asing bagi banyak penonton. Namun, cara Stranger Things menggunakan Upside Down dan The Abyss rupanya terinspirasi dari karya Stephen King, lho.

Dalam novel pendek Stephen King berjudul The Mist, ada implikasi bahwa kabut yang disebutkan dalam judul adalah dimensi lain yang memasuki dunia kita sebagai hasil eksperimen pemerintah. Teori ini juga diangkat dalam versi filmnya yang dirilis pada 2007. Nah, dimensi yang disajikan dalam The Mist mirip dengan Stranger Things, yang menampilkan Eleven menciptakan Upside Down setelah melakukan kontak dengan Demogorgon selama eksperimennya.

Namun, The Mist bukan satu-satunya cerita Stephen King yang menggunakan dimensi lain. Misalnya, dalam buku Lisey's Story, bercerita tentang seorang penulis yang bisa melakukan perjalanan ke dunia lain, Boo'ya Moon, untuk mendapatkan inspirasi bagi cerita-ceritanya. Ada banyak kengerian dan keajaiban yang ditemukan di dunia lain ini. Jadi menarik banget, sih, ketika Stephen King dan Duffer Brothers menggunakan kiasan fiksi ilmiah ini secara berbeda dalam karya mereka masing-masing.

7. Stranger Things punya monster yang hidup dari rasa takut, mirip Pennywise dalam karya Stephen King

cuplikan adegan Vecna dalam Stranger Things
cuplikan adegan Vecna dalam Stranger Things (dok. 21 Laps Entertainment/Stranger Things)

Saat menciptakan antagonis yang menarik, pembuat cerita harus mempertimbangkan tujuan utamanya. Jika yang diciptakan adalah monster tanpa akal, monster tersebut hanya tertarik untuk makan. Namun, ada villain yang mengejar sesuatu secara psikologis. Ternyata, Stephen King dan Stranger Things sama-sama mengeksplorasi gagasan tentang entitas yang memakan rasa takut ini.

Penjahat pertama yang mungkin terlintas di benak kamu pasti Pennywise dari It. Pennywise bukan hanya badut, tetapi juga kekuatan dunia lain yang memangsa ketakutan orang. Itulah yang membuatnya tetap ada. Kemudian ada Randall Flagg dari The Stand yang memanfaatkan rasa takut dengan cara yang agak berbeda. Ia bisa menanamkan dan memanipulasi rasa takut yang ditemukan pada orang lain.

Nah, dalam Musim 4 Stranger Things, Vecna mengeksploitasi ketakutan korbannya dengan cara yang mirip dengan Pennywise. Ia memanfaatkan trauma korbannya, dan akhirnya membunuhnya untuk menciptakan keretakan antara Upside Down dan kota Hawkins. Rasa takut adalah senjata yang digunakan Pennywise, Randall Flagg, dan Vecna terhadap orang untuk menunjukkan bagaimana setiap orang menghadapi iblis dalam diri mereka sendiri.

8. Stranger Things menggambarkan polisi baik, sementara militer jahat, mirip seperti karya-karya Stephen King

cuplikan adegan Jim Hopper dalam Stranger Things
cuplikan adegan Jim Hopper dalam Stranger Things (dok. 21 Laps Entertainment/Stranger Things)

Serial Stranger Things punya macam-macam penegak hukum. Di satu sisi, ada militer Amerika yang berada di balik eksperimen yang memberi Eleven dan Henry Creel kekuatan. Inilah yang memicu kekacauan di kota Hawkins. Dalam musim terakhir, hal ini semakin memperkuat penggambaran tersebut, saat kita diperkenalkan dengan Dr. Kay (Linda Hamilton) yang ingin memulai program itu lagi dengan menangkap Eleven dan menggunakan darahnya untuk membuat sekelompok anak baru dengan kekuatan khusus.

Namun, di sisi lain, kita punya Jim Hopper (David Harbour), yang memulai dan mengakhiri serial Stranger Things sebagai sheriff kota Hawkins. Hopper digambarkan punya simpatik. Ia merupakan seorang laki-laki yang ingin memberi yang terbaik, terutama saat membantu mencari Will yang hilang di musim pertama.

Nah, karakter Hopper ini hampir sama dengan karakter-karakter yang dibuat Stephen King dalam karyanya. Yap, Stephen King sering menganggap polisi di kota-kota kecil sebagai sosok yang cukup mulia. Sebagai contoh, ada George Bannerman yang merupakan sheriff di Castle Rock, Maine dan muncul dalam beberapa cerita Stephen King, seperti The Dead Zone dan Cujo. Ia digambarkan sebagai laki-laki baik yang memburu Pembunuh Berantai Castle Rock dan kematiannya dalam Cujo juga sangat heroik.

Nah, untuk militer, Stephen King menggambarkannya secara keji dalam karya-karyanya. Contohnya saja kengerian Perang Vietnam yang menginspirasi Stephen King dalam menulis The Long Walk. Militer juga melakukan tindakan ekstrem, seperti mengeksekusi banyak orang, untuk menekan virus yang ditemukan dalam buku The Stand. Militer juga berada di balik teror dalam buku The Mist.

9. Stranger Things blak-blakan merujuk langsung pada karya Stephen King

cuplikan adegan seorang polisi membaca buku Cujo karya Stephen King dalam Stranger Things
cuplikan adegan seorang polisi membaca buku Cujo karya Stephen King dalam Stranger Things (dok. 21 Laps Entertainment/Stranger Things)

Sejujurnya, kamu gak perlu mengorek terlalu dalam untuk melihat betapa besarnya pengaruh karya Stephen King terhadap Duffer Brothers. Penulis produktif ini memang menjadi rujukan di sepanjang serial Stranger Things dan sudah ada sejak musim pertama. Ketika Hopper dan Joyce (Winona Ryder) pergi menemui ibu Eleven, Terry (Aimee Mullins), mereka mengobrol dengan saudara perempuannya, Becky (Amy Seimetz). Becky menjelaskan bagaimana Terry mengira putrinya masih punya kemampuan psikis. Kemudian Becky bertanya kepada mereka berdua, "Apakah kalian pernah membaca karya Stephen King?" Pertanyaan ini mungkin diajukan karena banyak karya Stephen King, dari Carrie hingga The Shining, yang membahas kekuatan psikis.

Berbagai buku Stephen King juga terlihat dalam serial Stranger Things. Seorang polisi negara bagian membaca Cujo dalam musim 1 serial Stranger Things. Kemudian Lucas membaca buku The Talisman di Musim 4 Stranger Things, saat Max (diperankan Sadie Sink) terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma. Jadi, banyak adegan dalam Stranger Things yang mengingatkan kita pada karya Stephen King, seperti ketika The Boys dan Eleven berjalan di rel kereta api dalam adegan musim pertama yang mirip dengan adegan dalam Stand by Me.

Nah, Stephen King sendiri gak keberatan jika karyanya diselipkan dalam banyak adegan Stranger Things. Setelah musim pertama dirilis, Stephen King menulis unggahan di X (saat itu Twitter) untuk memuji serial tersebut: "STRANGER THINGS sangat menyenangkan. A+. Jangan sampai ketinggalan. Winona Ryder bersinar."

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Hype

See More