Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Lagu One Hit Wonder yang Seharusnya Menang Grammy, Setuju?

The Verve.
The Verve (Facebook.com/The Verve)
Intinya sih...
  • "Take On Me" - a-ha: Lagu synth-pop era 80-an yang ikonik, dengan vokal falsetto Morten Harket yang ekstrem dan video musiknya yang memenangkan banyak penghargaan.
  • "Come On Eileen" - Dexys Midnight Runners: Lagu new wave kompleks dengan campuran genre yang sulit ditiru, serta visual dan identitas grup yang kuat.
  • "Mickey" - Toni Basil: Lagu pop energik dengan koreografi dan sutradara video musik ikonik, serta pengaruh besar di industri pop.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Berstatus one hit wonder sering kali membuat sebuah lagu langsung dicap sekadar fenomena sesaat. Padahal, tak sedikit lagu yang cuma jadi satu hit besar justru punya pengaruh panjang lintas generasi dan masih relevan sampai sekarang. Sayangnya, penghargaan bergengsi seperti Grammy sering kali luput mengakui karya-karya semacam ini.

Padahal kalau dilihat dari dampak budaya, inovasi musik, dan daya tahan popularitasnya, beberapa di antaranya jelas layak dapat pengakuan lebih. Berikut deretan lagu one hit wonder yang seharusnya menang Grammy dan masih pantas dibicarakan sampai hari ini.

1. “Take On Me” – a-ha

Sulit menemukan lagu synth-pop era 80-an yang langsung dikenali sejak nada pertamanya selain “Take On Me.” Lagu ini bukan cuma catchy, tapi juga menunjukkan kecanggihan produksi pop di masanya, terutama lewat vokal falsetto Morten Harket yang ekstrem dan berani.

Di Amerika Serikat, lagu ini memang jadi satu-satunya hit besar a-ha, meski di Eropa mereka punya karier yang jauh lebih panjang dan konsisten. Yang membuat absennya Grammy terasa makin menyakitkan adalah betapa ikoniknya video musik “Take On Me.”

Video tersebut bahkan memenangkan banyak penghargaan dan sering disebut sebagai salah satu video musik terbaik sepanjang masa. Sayangnya, semua pencapaian visual itu tak pernah diterjemahkan menjadi pengakuan Grammy untuk lagunya sendiri.

2. “Come On Eileen” – Dexys Midnight Runners

“Come On Eileen” sering dilabeli sebagai lagu new wave, tapi sebenarnya jauh lebih kompleks dari itu. Lagu ini mencampur folk Keltik, soul, pop, dan rock menjadi satu paket yang terasa unik dan sulit ditiru. Ditambah dengan bagian tempo shift di tengah lagu, “Come On Eileen” punya struktur yang nggak biasa untuk standar pop mainstream.

Secara visual dan identitas, Dexys Midnight Runners juga meninggalkan kesan kuat lewat gaya busana dan video musiknya yang ikonik. Lagu ini menang Best British Single di Brit Awards, tapi anehnya tak pernah mendapat pengakuan dari Grammy. Padahal, pengaruh dan keabadian lagunya jelas melampaui banyak hit lain di era yang sama.

3. “Mickey” – Toni Basil

Saat dirilis pada 1982, “Mickey” langsung mengubah industri pop, terutama dalam cara musik dan visual saling terhubung. Lagu ini terdengar sederhana, tapi punya energi luar biasa yang membuatnya melekat di budaya pop hingga hari ini. Chorus-nya gampang diingat, ritmenya eksplosif, dan auranya benar-benar beda dari pop kebanyakan di era itu.

Yang sering terlupakan, Toni Basil bukan cuma penyanyi, tapi juga koreografer dan sutradara video musik “Mickey” itu sendiri. Video cheerleader-nya menjadi blueprint bagi video pop energik di dekade-dekade berikutnya. Dengan pengaruh sebesar itu, rasanya aneh jika lagu ini sama sekali tak pernah mencicipi panggung Grammy.

4. “Teenage Dirtbag” – Wheatus

“Teenage Dirtbag” adalah lagu yang berhasil menangkap kegelisahan remaja dengan cara yang jujur dan apa adanya. Dirilis tahun 2000, lagu ini langsung menjadi anthem bagi mereka yang merasa terasing dan tak populer. Hingga sekarang, lagu ini masih sering muncul di film, serial, dan viral di media sosial.

Sayangnya, genre pop punk dan alt-pop sering kali dipandang sebelah mata oleh institusi penghargaan besar. Wheatus pun tak pernah mendapat nominasi Grammy untuk lagu ini. Padahal, daya popularitas “Teenage Dirtbag” selama lebih dari dua dekade membuktikan bahwa lagu ini jauh dari sekadar hit sesaat.

5. “Bitter Sweet Symphony” – The Verve

Meski The Verve punya karya lain, di mata publik global mereka nyaris selalu diidentikkan dengan “Bitter Sweet Symphony.” Lagu ini punya aransemen orkestra yang megah, emosional, dan langsung terasa ikonik sejak detik pertama. Liriknya yang melankolis berpadu sempurna dengan nuansa sinematik musiknya.

Ironisnya, lagu ini sempat lebih banyak dibicarakan karena masalah hak cipta ketimbang pencapaian artistiknya. Padahal, secara musikal dan emosional, “Bitter Sweet Symphony” adalah salah satu lagu paling berpengaruh di akhir 90-an. Fakta bahwa lagu ini tak pernah menang Grammy masih jadi tanda tanya besar bagi banyak penikmat musik.

Meski tak pernah membawa pulang piala Grammy, lagu-lagu one hit wonder ini sudah lebih dulu memenangkan sesuatu yang tak kalah penting, yakni tempat abadi di ingatan pendengar. Menurutmu, lagu one hit wonder mana lagi yang sebenarnya layak mendapat pengakuan Grammy?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More

6 Fakta Drama Thailand Be My Angel, Debut GL Baipor Thitiya!

02 Feb 2026, 13:20 WIBHype