Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Lagu Phil Collins yang Bahkan Dirinya Sendiri Gak Suka, Kenapa?
Phil Collins (facebook.com/Phil Collins)
  • Phil Collins mengungkap ada lima lagu dari kariernya, baik solo maupun bersama Genesis, yang justru tidak ia sukai meski populer di kalangan penggemar.

  • Ia menilai beberapa lagu seperti 'Burning Rope' dan 'Living Forever' terasa kurang matang atau terlalu terjebak pada gaya musik masa lalu.

  • Collins juga merasa karya seperti 'Illegal Alien' dan album No Jacket Required tidak merepresentasikan dirinya sepenuhnya karena eksekusi dan pesan yang kurang tepat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau bicara soal legenda musik, nama Phil Collins jelas gak bisa dilewatkan. Baik saat bersama Genesis maupun karier solonya, ia sudah menciptakan banyak lagu ikonik yang dicintai jutaan orang di seluruh dunia. Namun siapa sangka, di balik kesuksesan itu, ternyata ada beberapa lagu yang justru bikin Collins sendiri kurang nyaman bahkan cenderung gak suka.

Hal ini sebenarnya cukup wajar. Seorang musisi sering berkembang seiring waktu dan selera mereka terhadap karya lama bisa berubah. Ada lagu yang dulu terasa tepat, tapi sekarang justru terdengar aneh atau kurang matang. Nah, berikut ini lima lagu dari Phil Collins dan Genesis yang ternyata gak terlalu dia banggakan.

1. 'Burning Rope'

Lagu 'Burning Rope' berasal dari era awal Genesis, saat gaya musik mereka masih cukup kompleks dan progresif. Meskipun secara teknis menarik, Collins merasa lagu ini terlalu terjebak di zamannya. Baginya, musik seperti ini sulit dibawa ke era modern, terutama ketika selera musik mulai berubah.

Selain itu, Collins juga merasa permainan drumnya di lagu ini terlalu berlebihan. Ia bahkan mengakui bahwa saat itu ia mencoba menyelamatkan lagu yang menurutnya kurang menarik dengan fill drum yang panjang dan rumit. Alih-alih puas, ia justru merasa itu jadi tanda bahwa ia sebenarnya tidak sepenuhnya menyukai materi lagunya sejak awal.

2. 'Living Forever'

'Living Forever' adalah salah satu lagu dari album We Can’t Dance (1991), dan meskipun bukan lagu buruk, Collins merasa ada yang kurang dari eksekusinya. Ia terutama menyoroti bagian instrumental yang menurutnya tidak digarap dengan maksimal. Saat itu, band hanya mengerjakan bagian tersebut secara cepat tanpa eksplorasi lebih jauh.

Hal ini membuat Collins merasa lagu tersebut terasa setengah matang ketika didengarkan kembali. Ia bahkan mengaku sedikit malu karena seharusnya mereka bisa membuatnya jauh lebih baik. Buat Collins, ini jadi contoh bagaimana proses produksi yang terburu-buru bisa berdampak pada hasil akhir.

3. 'Illegal Alien'

'Illegal Alien' mungkin jadi salah satu lagu paling kontroversial dari Genesis. Awalnya, lagu ini dimaksudkan sebagai komentar sosial tentang imigrasi. Namun, cara penyampaiannya justru dianggap tidak sensitif dan cenderung menyinggung.

Phil Collins sendiri kemudian menyadari bahwa lagu ini tidak menua dengan baik. Lirik dan gaya vokalnya terasa seperti parodi yang kurang tepat sasaran. Akibatnya, alih-alih menyampaikan pesan serius, lagu ini malah memicu kritik dan rasa tidak nyaman, bahkan dari pendengarnya sendiri.

4. 'No Reply At All'

Di lagu 'No Reply At All', Collins dan Genesis mencoba bereksperimen dengan memasukkan elemen horn section dan nuansa R&B. Secara konsep, ini adalah langkah berani untuk keluar dari zona nyaman. Namun sayangnya, hasil akhirnya tidak diterima dengan baik oleh banyak pendengar.

Collins pun mengakui bahwa eksperimen tersebut terasa kurang berhasil. Ia ingin menciptakan sesuatu yang segar, tapi justru mendapat respons negatif. Dari pengalaman ini, ia belajar bahwa inovasi memang penting, tapi tetap harus selaras dengan identitas musik yang sudah dikenal.

5. 'No Jacket Required'

Berbeda dari yang lain, No Jacket Required sebenarnya adalah judul album solo Collins yang rilis tahun 1985. Meski album ini sangat sukses secara komersial, Collins justru menganggapnya sebagai salah satu karya yang paling tidak ia sukai. Ia merasa proses pembuatannya terlalu bergantung pada kolaborasi dan teknologi.

Penggunaan instrumen digital dan kontribusi dari musisi lain membuat Collins merasa kurang terhubung dengan hasil akhirnya. Meskipun banyak orang menyukai lagu-lagu di dalamnya, bagi Collins, album ini tidak sepenuhnya mencerminkan dirinya sebagai musisi. Ini jadi bukti bahwa kesuksesan tidak selalu sejalan dengan kepuasan pribadi.

Selera dan perspektif seorang musisi memang bisa berubah seiring waktu. Lagu yang dulu terasa pas, bisa jadi terasa kurang sekarang, bahkan bagi penciptanya sendiri. Namun justru di situlah menariknya dunia musik. Dari daftar ini, ada gak lagu favorit kamu yang ternyata malah gak disukai oleh Phil Collins?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article