Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Lagu Rock Klasik yang Ternyata Terinspirasi dari Film Ikonik

4 min read
5 Lagu Rock Klasik yang Ternyata Terinspirasi dari Film Ikonik
David Bowie (facebook.com/David Bowie)
  • Lima lagu rock klasik lahir dari inspirasi film ikonik, membuktikan karakter, adegan, dan atmosfer sinema dapat membentuk cerita dalam musik.

  • David Bowie, Ramones, dan Bob Dylan merujuk film 2001: A Space Odyssey, The Texas Chain Saw Massacre, serta Psycho dalam 'Space Oddity', 'Chain Saw', dan 'Motorpsycho Nightmare'.

  • Deep Purple menjadikan Rosemary’s Baby sebagai dasar 'Why Didn’t Rosemary?', sementara Bruce Springsteen mengadaptasi nuansa kriminal Badlands menjadi lagu muram 'Nebraska'.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Film dan musik rock ternyata punya hubungan yang cukup erat. Tidak sedikit musisi yang mendapatkan ide dari karakter, adegan, atau bahkan keseluruhan cerita film ketika menulis lagu. Menariknya, inspirasi tersebut terkadang tidak disampaikan secara terang-terangan sehingga pendengar baru menyadarinya setelah mengetahui cerita di balik lagu tersebut.

Beberapa lagu rock klasik bahkan terinspirasi dari film yang sangat terkenal dan masih dianggap ikonik sampai sekarang. Mulai dari perjalanan seorang astronaut hingga kisah pembunuhan yang mengerikan, film-film ini memberikan warna tersendiri pada karya para musisi. Berikut lima lagu rock klasik yang ternyata lahir dari inspirasi film ikonik.

  1. 1. 'Space Oddity' — David Bowie

    'Space Oddity' menjadi salah satu lagu David Bowie yang paling terkenal sekaligus punya cerita unik di baliknya. Lagu ini berkisah tentang Major Tom, seorang astronaut fiktif yang melakukan perjalanan sendirian ke luar angkasa. Percakapan antara Major Tom dan Ground Control membuat pendengar seolah ikut menyaksikan misi tersebut dari dekat.

    Namun, perjalanan itu berakhir tragis ketika komunikasi dengan Major Tom terputus dan keberadaannya tak lagi diketahui. Ide tersebut memiliki hubungan yang kuat dengan film 2001: A Space Odyssey (1968) karya Stanley Kubrick. Film tersebut juga menggambarkan perjalanan manusia di luar angkasa yang penuh rasa kagum sekaligus ketidakpastian.

  2. 2. 'Chain Saw' — Ramones

    Film horor The Texas Chain Saw Massacre (1974) meninggalkan pengaruh besar terhadap budaya populer, termasuk musik. Film garapan Tobe Hooper tersebut memperkenalkan sosok Leatherface yang kemudian menjadi salah satu karakter paling dikenal dalam sejarah film horor. Tidak mengherankan jika kisah brutal dan atmosfer filmnya turut menarik perhatian musisi pada era tersebut.

    Ramones kemudian mengabadikan inspirasi itu lewat lagu berjudul 'Chain Saw'. Lagu ini memang jauh lebih sederhana dibandingkan kengerian yang ditampilkan dalam film. Liriknya berulang kali menyebut Texas chain saw massacre dan menggambarkan seseorang yang kehilangan kekasihnya.

    Menariknya, lagu tersebut juga dibuka dengan suara gergaji yang terdengar menyeramkan. Namun, suara itu ternyata bukan rekaman chainsaw seperti yang digunakan Leatherface, melainkan suara gergaji listrik genggam untuk pekerjaan kayu.

  3. 3. 'Motorpsycho Nightmare' — Bob Dylan

    Bob Dylan memasukkan referensi film Psycho (1960) karya Alfred Hitchcock ke dalam lagu 'Motorpsycho Nightmare'. Lagu ini bercerita tentang seorang pengelana yang berhenti di sebuah rumah pertanian dan mendapat izin untuk menginap. Situasi mulai terasa aneh ketika ia bertemu Rita, putri sang pemilik rumah. Ketika Rita muncul dengan penampilan yang mengingatkan sang pengelana pada Tony Perkins, referensi terhadap film Hitchcock pun menjadi semakin jelas.

    Tony Perkins sendiri merupakan aktor yang memerankan Norman Bates dalam Psycho. Dylan kemudian memperkuat referensi tersebut lewat adegan kamar mandi, ketika Rita menawarkan sang pengelana untuk mandi. Ia menolak dengan alasan sudah pernah mengalami situasi seperti itu dalam film. Kalimat tersebut menjadi lelucon yang merujuk langsung pada adegan kamar mandi terkenal dalam Psycho.

  4. 4. 'Why Didn’t Rosemary?' — Deep Purple

    Lagu ini terinspirasi dari Rosemary’s Baby (1968) karya Roman Polanski, yang mengisahkan Rosemary, seorang perempuan yang mengalami kehamilan mengerikan setelah terlibat dengan sekte pemuja setan. Film tersebut dikenal karena atmosfer psikologisnya yang gelap serta kisah tentang hilangnya kendali seorang perempuan atas tubuh dan hidupnya sendiri.

    Berbeda dari banyak lagu rock yang hanya menyisipkan referensi kecil terhadap film, Deep Purple menjadikan cerita Rosemary’s Baby sebagai dasar utama lagunya. Pertanyaan dalam judul lagu bahkan langsung mengacu pada keputusan Rosemary dalam menghadapi kehamilannya. Konon, para personel Deep Purple menulis lagu tersebut setelah menonton filmnya bersama di bioskop.

  5. 5. 'Nebraska' — Bruce Springsteen

    Bruce Springsteen mendapatkan inspirasi untuk lagu 'Nebraska' setelah menonton Badlands (1973), film kriminal karya Terrence Malick. Film tersebut mengikuti sepasang kekasih muda yang melakukan perjalanan melintasi Amerika Serikat setelah terlibat dalam serangkaian pembunuhan. Ceritanya sendiri terinspirasi dari kasus kriminal nyata, tetapi Springsteen memilih pendekatan yang berbeda ketika mengubahnya menjadi lagu.

    'Nebraska' memiliki atmosfer yang muram dan jauh lebih tenang daripada cerita kriminal yang menjadi inspirasinya. Lewat lirik yang terdengar datar, tokoh dalam lagu menceritakan tindakan kriminalnya tanpa menunjukkan penyesalan yang berarti. Menjelang akhir lagu, ia bahkan membayangkan dirinya menghadapi hukuman mati dan mencoba memahami alasan di balik perbuatannya.

    Film dan musik memang sama-sama punya kemampuan untuk membangun cerita dan meninggalkan kesan kuat bagi penontonnya. Dari kelima lagu rock klasik tersebut, mana yang paling menarik untuk kamu dengarkan setelah mengetahui inspirasi film di baliknya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More