Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Lagu The Beatles dengan Alat Musik Jadul yang Jarang Didengar
The Beatles (facebook.com/The Beatles)
  • The Beatles mengeksplorasi suara di studio dengan instrumen tak lazim, melampaui gitar, bass, drum, dan vokal dalam lagu-lagu mereka.
  • “We Can Work It Out”, “Strawberry Fields Forever”, dan “The Fool on the Hill” memakai harmonium, Mellotron, serta recorder untuk menciptakan warna bunyi khas.
  • “Piggies” mengandalkan harpsichord untuk nuansa kuno, sedangkan “Because” memadukan harpsichord dan Moog synthesizer dalam tekstur klasik-elektronik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

The Beatles dikenal sebagai salah satu band yang paling kreatif dalam mengeksplorasi suara. Mereka tidak hanya mengandalkan gitar, bass, drum, dan vokal, tetapi juga sering memasukkan berbagai instrumen yang tidak lazim digunakan dalam musik pop. Eksperimen tersebut semakin terasa ketika mereka mulai bereksplorasi dengan berbagai warna suara di studio.

Menariknya, beberapa bunyi dalam lagu The Beatles yang terdengar familiar ternyata berasal dari alat musik yang mungkin sudah jarang ditemui sekarang. Ada instrumen yang bisa meniru suara alat musik lain hingga alat musik yang biasanya digunakan dalam pelajaran musik di sekolah. Berikut lima lagu The Beatles yang punya sentuhan alat musik jadul dan mungkin tidak langsung dikenali oleh pendengarnya.

1. “We Can Work It Out” — Harmonium

“We Can Work It Out” ditulis terutama oleh Paul McCartney dan terinspirasi dari hubungannya dengan Jane Asher. John Lennon kemudian ikut menyumbangkan bagian tengah lagu yang memiliki nuansa lebih pesimistis dibandingkan bagian utama yang terdengar penuh harapan. Perbedaan karakter tersebut justru membuat lagu ini terasa menarik secara musikal.

Di balik aransemennya yang sederhana, terdapat bunyi seperti organ yang terdengar cukup mencolok ketika memasuki bagian tengah lagu. Suara tersebut berasal dari harmonium, instrumen keyboard yang memiliki mekanisme pompa udara untuk menghasilkan suara. Berbeda dari piano atau organ modern, harmonium membutuhkan aliran udara untuk membuat reed di dalamnya bergetar.

2. “Strawberry Fields Forever” — Mellotron

Pada awal “Strawberry Fields Forever”, suara yang terdengar seperti permainan flute mungkin membuat pendengar mengira The Beatles menggunakan pemain flute sungguhan. Namun, suara tersebut sebenarnya berasal dari Mellotron, sebuah keyboard elektronik awal yang menjadi salah satu instrumen eksperimental penting pada era 1960-an. Paul McCartney memainkan Mellotron dengan memilih pengaturan yang meniru suara flute.

Mellotron bekerja dengan menggunakan rekaman suara instrumen yang disimpan pada pita magnetik di dalamnya. Ketika tuts ditekan, rekaman tersebut dimainkan sehingga keyboard dapat menghasilkan suara yang menyerupai alat musik lain. Teknologi ini bisa dibilang sebagai salah satu pendahulu synthesizer modern dan kemudian banyak digunakan oleh musisi rock progresif.

3. “The Fool on the Hill” — Recorder

Lagu The Beatles ini memiliki warna suara cukup khas. Pada bagian instrumentalnya, terdengar bunyi seperti flute yang ringan dan sedikit jenaka. Namun, instrumen yang digunakan bukanlah flute melainkan recorder, alat musik tiup yang jauh lebih sederhana. Paul McCartney memainkan recorder dalam lagu tersebut untuk menghasilkan suara yang sesuai dengan nuansa lembut dan unik dari komposisinya.

Recorder mungkin lebih sering mengingatkan pada pelajaran musik di sekolah daripada rekaman band rock terkenal. Instrumen ini relatif mudah dipelajari dan banyak digunakan sebagai alat musik pemula karena konstruksinya sederhana. Meski begitu, suara recorder ternyata bisa menjadi bagian penting dalam sebuah aransemen jika digunakan dengan tepat.

4. “Piggies” — Harpsichord

George Harrison menulis “Piggies” sebagai sindiran terhadap perilaku dan struktur kelas sosial di Inggris. Liriknya menggunakan gambaran tentang babi sebagai simbol untuk menyampaikan kritik sosial dengan cara cukup satir. Karena temanya berkaitan dengan kehidupan kelas atas, aransemen lagunya sengaja dibuat terdengar formal dan sedikit kuno. Salah satu elemen yang membantu menciptakan suasana tersebut adalah suara harpsichord.

Harpsichord merupakan instrumen keyboard yang menghasilkan suara dengan cara memetik senar, bukan memukulnya seperti piano. Instrumen ini banyak digunakan dalam musik klasik dan sering diasosiasikan dengan musik dari era Barok. Chris Thomas memainkan harpsichord dalam “Piggies” sekaligus membantu George Martin dalam proses produksi lagu tersebut.

5. “Because” — Harpsichord dan Moog Synthesizer

Lagu ini memiliki suasana yang sangat lembut, terutama berkat harmoni vokal yang berlapis-lapis. Di balik keindahan tersebut terdapat permainan harpsichord yang memberikan sentuhan klasik pada aransemen. Instrumen itu berpadu dengan berbagai elemen elektronik sehingga menciptakan tekstur suara yang terasa berbeda dari lagu pop biasa pada zamannya.

Lagu ini semakin menarik karena keterlibatan Moog synthesizer, salah satu teknologi musik elektronik yang sedang berkembang pada akhir 1960-an. George Harrison mempelajari dan menggunakan synthesizer Moog dalam sejumlah rekaman The Beatles, membuka kemungkinan baru dalam eksplorasi suara mereka.

Eksperimen The Beatles dengan alat musik jadul menunjukkan bahwa kreativitas mereka tidak berhenti pada komposisi dan lirik. Dari kelima lagu tersebut, alat musik mana yang paling mengejutkan ketika mereka mengetahui bunyinya berasal dari sana?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article